Headlines News :

Terbaru

Gathering Staff TP KP

Written By rokhmond onasis on Monday, September 15, 2014 | 8:46 AM

Tidak kurang dari 40 orang ikut dalam acara Gathering Staff TP Kantor Pusat Kopdit CU Betang Asi yang dilaksanakan pada Sabtu, 13 September 2014 lalu. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mempererat hubungan antar staf yang berada di kantor pusat Palangka Raya.

Sejak pukul 6.30 pagi, rombongan sudah berkumpul di jalan Tjilik Riwut, depan kantor pusat. Menggunakan 3 mini bus rombongan berangkat menuju lokasi pemancingan ikan Anugerah, Tangkiling yang terletak 34 km dari pusat kota Palangka Raya dengan jarak tempuh 30 menit.

Setibanya pada di lokasi pemancingan yang berhalaman luas ini, peserta rehat sejenak, tidak lebih dari 10 menit untuk meletakkan barang-barang pribadi. Kesempatan ini juga digunakan fasilitator untuk menyiapkan arena permainan dalam mengisi acara gathering.

Di halaman berpasir, tali rapia, bola plastik, hula hup dan alat pengeras suara disiapkan untuk meramaikan kegiatan ini. Ada 5 permainan yang dipandu oleh Rokhmond Onasis untuk menggali nilai-nilai kerjasama, empati antar anggota kelompok.

Dari 5 kelompok, kesemuanya dibagi secara acak untuk ikut bermain pada mengangkat bola dengan tali, hulahup berjalan, giring bola dengan tali, jam raksasa dan asah otak.  Sebagai catatan evaluasi permainan yang dilakukan oleh fasilitator tertulis bahwa menuju kemajuan Kopdit CU Betang Asi staf harus lebih kreatif, inovatif, cepat, tegas, fokus, berkomunikasi dengan baik,  menghargai pendapat, bersabar, menjadi pendengar yang baik, memperkuat kerjasama dan mampu memotivasi anggota.

Keterampilan berikutnya, harus mampu melakukan perencanaan, mengambil sikap atas situasi, melaksanakan instruksi dengan benar, disiplin dalam segala hal, membagi waktu dan menganalisa masalah.

Sedangkan pelajaran yang didapatkan dari permainan, harus memerlukan kerjasama tim, kebersamaan, konsentrasi, saling mendengarkan, menghargai pendapat orang lain, tepat waktu, disiplin diri, tanggap dengan situasi yang terjadi di CU, jujur dan cepat mencari solusi untuk menyelesaikan masalah, kesemuanya demi kemajuan CU Betang Asi.

Sayang tidak semua staf dapat hadir dalam kegiatan ini, ada beberapa staf yang ijin karena sakit, mengambil cuti dan halangan lain. Walaupun hingga acara berakhir pada siang harinya perasaan peserta yang dituliskan dalam evaluasi dipenuhi rasa senang, gembira, penasaran, puas, tertantang dan seru dalam menjalani setiap permainan yang dilakukan.

Sebagai penutup peserta diajak oleh fasilitator menuliskan kata positif dan motivasi kepada semua yang ikut terlibat dalam kegiatan secara estafet pada sebuah kertas yang berbentuk love, sehingga menjadi kenang-kenangan tersendiri bagi mereka. Para pemenang lomba mendapatkan door prize yang di dukung oleh KPD Kalteng.

Sumber foto: Dokumen CU Betang Asi.

CU, Solusi dari Kemiskinan

Written By rokhmond onasis on Sunday, August 24, 2014 | 6:00 AM

Sebanyak 35 orang peserta dari 7 Credit Union yang tergabung dalam jaringan BKCU Kalimantan mengikuti Pelatihan Pendalaman Nilai-Nilai Credit Union di Balai Diklat PU Wilayah IV Surabaya.

Fasilitator pelatihan ini adalah Marselus Sunardi, ketua BKCU Kalimantan. Pelatihan ini memiliki arti penting dan harus dipahami secara komprehensif tidak hanya bagi Pengurus, Pengawas dan Manajemen sebagai pengelola tetapi juga oleh anggota Credit Union itu sendiri. Karena gagasan Credit Union itu didasari oleh rasa saling membantu, swakelola, solidaritas, sukses berkelanjutan, subsidiaritas dan prinsip identitas.

Tujuan dari pelatihan peserta dapat memahami pengertian dan sejarah CU, perbedaan CU dengan lembaga lainnya, misi gerakan CU. Tidak kalah pentingnya, peserta dapat melakukan internalisasi nilai-nilai dan prinsip CU, serta mendalami transformasi sosial melalui CU.

Selama 3 hari mulai tanggal 18-20 Agustus 2014  peserta pelatihan menerima 7 sesi diantaranya CU  sebuah pilihan; CU solusi yang memandirikan; Misi CU; Pondasi, Prinsip dan Nilai-Nilai CU.  Supaya berjalan efektif, peserta dibagi dalam 6 kelompok selama pelatihan berlangsung. Nama kelompok di ambil berdasarkan pondasi utama CU yaitu Sikap, Visioner, Kejujuran, Keberanian, Pengorbanan, dan Integritas.

Setiap peserta diminta untuk menggambar dalam kertas kosong, apa itu CU?. Menariknya peserta ada yang menggambar CU sebagai  tiga lingkaran yang saling berkaitan dan tidak terpisahkan, kemudian ada yang menggambar CU itu bagaikan semut yang berbaris didinding menuju tempat makanan, ada pula yang menggambar CU itu bagaikan kendaraan baik mobil ataupun perahu naga yang membawa anggotanya menuju tujuan keuangan (financial goal).

Dari semua gambar yang ada ternyata mempunyai makna tersendiri mengenai CU. CU itu adalah sebuah pilihan bagi anggotanya. CU bukan lembaga keuangan yang mirip BANK, BPR, Asuransi, NGO, BMT dan lain-lain. CU juga tidak identik dengan koperasi simpan pinjam. Perlu di ingat, CU menganggap lembaga lainnya bukan pesaing, bukan tandingan juga bukan musuh.

Ketika orang telah bergabung   menjadi anggota CU maka ia memilih untuk peduli dengan orang lain, karena apa ?, karena CU adalah soal kepedulian, CU adalah soal aliran sistem ekonomi, CU bicara soal cara pandang, soal cara  kerja, keterpanggilan, CU soal keberpihakan, CU soal paradigm dan ideologi.

Bicara target, tentu CU untuk kalangan menengah ke bawah dan terpinggirkan, kaum perempuan dan kaum muda serta masyarakat yang berada dalam kelompok usaha-usaha kecil dan menengah. Karenanya, dengan ber-CU maka kita siap mandiri dan berdikari dalam hidup.

Sejarah juga telah membuktikan bahwa CU solusi membangun kemandirian. Hal ini diungkapkan oleh Raiffeisen selaku tokoh CU di dunia. Raiffeisen menekankan pentingnya 3S: Self-Help (menolong diri sendiri), Self-Governance(mengelola diri sendiri) dan Self-Responsibility (bertanggungjawab terhadap diri sendiri). 

Untuk hidup lebih baik dan bermartabat, mari bergabung bersama CU.

Sumber Tulisan dan Foto: Rita Sarlawa; peserta pelatihan; anggota badan pengawas Kodit CU Betang Asi.

***

 

KPD Kalteng lakukan Family Day

Written By rokhmond onasis on Thursday, August 21, 2014 | 12:38 AM

“A happy life start from a harmonious family (Awal kehidupan yang harmonis dimulai dari keluarga yang bahagia)”

Kalimat di atas bisa jadi acuan mengapa kegiatan pada Minggu, 17 Agustus lalu dilakukan. Berawal dari rutinitas yang hampir menyita waktu keluarga dalam melayani anggotanya, para pegiat KPD Kalteng melakukan acara yang melibatkan seluruh anggota keluarga mereka.

Bersamaan dengan peringatan HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke-69 pelaksanaan family day di lakukan di aula pertemuan berlokasi di kolam pemancingan Anugerah yang terletak 35 km dari kota Palangka Raya.

Tidak puas hanya dilakukan di indoor, para pegiat KPD juga melakukan kegiatan di outdoor berupa lari karung, lomba memasukan paku dalam botol dan kegiatan yang memerlukan kekuatan team work dalam permainan jam raksasa dan lingkaran tali berjalan.

Di ikuti tidak kurang dari 75 peserta yang berasal dari KPD Swalayan Tilung dan KPD Swalayan Rajawali. Kegiatan family day ini diwarnai pemberian hadiah bagi para pemenang lomba. Dari pagi hingga sore hari semua peserta dipuaskan dan bagi yang suka memancing, tempat ini menjadi lokasi yang cocok, karena tersedia 3 kolam pemancingan dengan fasilitas yang memadai untuk melepaskan stress.

Selamat HUT kemerdekaan RI ke-69 dan selamat untuk KPD, tetap melayani dengan setulus hati. Hanya KPD!

Sumber foto: Dokumen KPD Kalteng

TOT Fasilitator Pendas CU EPI

“Pelatihan kali ini sangat menyenangkan, membuat saya lebih mengerti  bagaimana menjadi fasilitator yang lebih baik, materi yang diberikan bisa saya pahami, fasilitator tidak membuat suasana kaku sehingga menjadi lebih rileks, semoga kita dapat bertemu di pelatihan-pelatihan selanjutnya”

“Setelah mengikuti pelatihan saya merasa lebih percaya diri dan pengetahuan saya tentang CU EPI bertambah, saya berpesan semoga kegiatan ini rutin dilakukan”

“Sangat senang karena sudah mengikuti pelatihan ini, karena dalam pelatihan ini saya dapat pengalaman masalah CU dan bisa lebih baik lagi menyebarluaskan CU di desa dan masyarakat nantinya”

“Saya memiliki keberanian dalam menyampaikan materi atau menjadi fasilitator, mendapatkan masukan yang lebih baik, game-gamenya juga asyik, dan membangkitkan diri untuk tetap semangat berjuang”

Itulah ungkapan yang ditulis oleh 4 dari 31 peserta yang mengikuti pelatihan TOT fasilitator pendidikan dasar kopdit CU Eka Pambelum Itah (CU EPI), yang dilaksanakan pada 15-16 Agustus lalu di Sampit.

Pelatihan di pusatkan aula pertemuan hotel Permata Indah, lantai-3. Fasilitator pelatihan Rokhmond Onasis sebagai salah satu pendiri sekaligus anggota CU EPI bernomor anggota 1.01.1.000099. Sebagai fasilitator ia memandu pelatihan secara dinamis, materi-materi pelatihan yang terkait sikap, prinsip, metode dan keterampilan menjadi fasilitator diberikan. Selain teori, simulasi saat menjadi fasilitator diperankan peserta secara bergantian. Pembelajaran dari hasil simulasi dibahas bersama dan menjadi catatan penting bersama.

Terkait peserta pelatihan, disayangkan dari 31 peserta pelatihan yang hadir 100 persen dalam setiap sesi hanya 25 orang saja. Peserta berasal dari pengurus, pengawas, kolektor dan staf yang terdiri dari koordinator TP/ TPK, kepala bagian maupun staf pendidikan/ pelatihan di CU EPI.

Pelatihan yang dilakukan selama 2 hari di buka secara resmi oleh J.Suparman Ismael, ketua pengurus CU EPI, sedangkan pada penutupan di lakukan oleh Nono Magat sebagai Manajer. Keduanya berharap hasil dari pelatihan dapat di terapkan saat berhadapan dengan masyarakat.

Adapun ke-25 peserta yang hadir 2 hari penuh adalah, Yuname Ida,Deta Ayu Lestari, Luh Putu Y. Dewi, Megawati, Jhon Prastandi Putra, Suhadi, Doseno, Candra R. Dewi, Timan Ruhan, Ariana Maria M.A, M.Sunardy, Ayu Y.F, Apri Meka Yudas, Jainudin, M.Arsad, Nyangkai, Mikron, Budang, Bambang Susilo, Sudy E. Nahan, Tamiang, Pating, Subari dan Marta.

Semoga semangat Hatantiring Mambesei, Manggatang Pambelum tetap berada di hati pegiat CU EPI sehingga masyarakat Kotim, Seruyan semakin percaya dan dapat menolong diri sendiri, sekaligus menolong orang lain di Kopdit CU EPI yang berdiri pada 23 Juni 2006.

Sumber foto: Rokhmond Onasis.
***

Lokakarya Mendukung Rantai Pemasaran Karet

Written By rokhmond onasis on Sunday, August 10, 2014 | 8:24 AM

Selama 2 (dua)  hari dari tanggal, 25 – 26 Juli 2014 lalu kegiatan lokakarya antar petani karet dan stakeholders dilaksanakan. Kegiatan ini untuk mendukung rantai pemasaran karet yang dilaksanakan Lembaga Dayak Panarung (LDP) di support USAID IFACS.

Peserta  yang hadir di lokakarya adalah petani karet selaku anggota Kelompok Usaha Bersama Karet (KUBK) yang masing-masing berjumlah 5 orang dari 3 desa dan 1 kelurahan. Pimpinan PT Borneo Makmur Lestari, perusahaan karet yang bergerak di Kalimantan Tengah, USAID IFACS dan dinas perkebunan Kalteng.

Perwakilan manajer dari CU. Betang Asi juga tampak hadir yaitu dari TP. Penyang Hinje Simpei, Pulang Pisau. Manajer TP. Betang Sinta, Sepang Kota. Manajer TP. Tahasak Batu Sepan, Pujon-Kapuas dan Kabag diklat TP. Batuah Marajaki. 

Lokakarya ini di pandang penting sehingga diharapkan mengubah pola pikir dan pola tindakan petani memproduksi karet kering berkualitas baik kemudian secara berkelompok langsung dijual ke pabrik. Tujuan lainnya adalah untuk mengurangi rantai pasar sehingga keuntungan petani yang tergabung dalam KUBK  bisa lebih tinggi dan ini berdampak bagi kesejahteraan petani karet jangka panjang.

Kegiatan dibuka langsung oleh Ambu Naptamis selaku Direktur Eksekutif Lembaga Dayak Panarung (LDP). Dalam sambutannya, Ambu mengatakan LDP bersama USAID IFACS bekerjasama dalam sebuah program terkait lingkungan dalam rangka berkontribusi berupaya mencari solusi, jalan keluar dan upaya-upaya untuk mengatasi masalah perkaretan yang dihadapi oleh petani karet kita.

Ambu melanjutkan, kegiatan yang dimulai di Desa Gohong, Desa Buntoi, Desa Mantaren I dan Desa Kalawa. Project dimulai dari penanaman, pengolahan dan pemasaran. Banyak persoalan yang dihadapi dan bisa kita sentuh dalam usaha perkaretan. Kata para ahli semakin banyak kita menanam semakin kita berkontribusi dalam pengurangan emisi. Ketika memperluas kebun karet kita berkontribusi mengurangi lahan kritis. Kalau ingin karet berproduksi dengan banyak harus dipelihara. Pada saat menjual kita berkontribusi pada pendapatan.

Terkait CU, Ambu mengingatkan agar pendapatan semakin baik harus kita kelola dan kita atur, tempat untuk mengatur uang kita, kita bisa menggunakan Credit Union. Credit Union membantu kita dalam masalah keuangan. Secara project kami akan berakhir per 31 Juli 2014. Bagi kami LDP mendampingi petani karet tidak saja menjadi tanggung jawab secara project tapi juga secara moral.

“Kami mengundang Bapak Ibu sekalian untuk berdiskusi bagaimana berkontribusi dalam soal perkaretan sehingga berdampak dalam kesejahteraan petani karet dan lingkungan. Kalau menurut Pak Vincent karet di Indonesia dimata dunia mereknya sudah jatuh. Agenda kami mempersambungkan apa saja persoalan petani karet, hubungan terhadap pemasaran, peranan CU, instansi terkait dan lembaga pendamping,” jelasnya.

PT. Borneo Makmur Lestari yang diwakili oleh Teguh Cipta menjelaskan kepada para petani yang hadir, bahwa karet yang diinginkan dan menjadi standar perusahaan yaitu karet kering yang berkualitas. Karena  karet kering harganya lebih baik dari harga yang basah.

Sedangkan Yul Lusani, SP,M.Si dari dinas perkebunan Propinsi Kalimantan Tengah menyampaikan bahwa sangat mendukung program yang telah dilakukan LDP dan USAID IFACS. Ia mengungkapkan bahwa belum adanya petugas teknis yang membantu masalah perkebunan.

“Kami mohon maaf untuk masalah kebun karet, kami tidak mempunyai PPL, karena PPL yang ada adalah untuk pertanian. Tapi kalau kabupaten tidak mempunyai penyuluh bisa mengajukan ke dinas perkebunan propinsi dan kami bersedia membantu. Dan kami sangat mendukung dengan program Lembaga Dayak Panarung (LDP) yang disuport USAID IFACS ini, karena prinsipnya demi kemajuan perekonomian masyarakat kita,” jelas perempuan yang di tempatkan di sie Bagian Pembibitan dan Pemasaran Karet dinas perkebunan Propinsi Kalimantan Tengah.

Sumber tulisan dan foto: Sandy K. Petrus (Pegiat di LDP dan kontributor tim website)







Manyang: “CU Dapat Membantu Kita”

Written By rokhmond onasis on Wednesday, July 30, 2014 | 9:03 PM

CU datang untuk menyelesaikan masalah, bukan untuk menambah masalah. Itulah kalimat yang tepat di berikan kepada ibu dari Jeki, Vena dan Veni ini. Di masa kesusahan ia merasa terbantu sekali dengan adanya Credit Union Betang Asi.

Walaupun jauh dari keramaian ibu kota kecamatan di Tumbang Talaken, Gunung Mas. Perempuan kelahiran Tumbang Jalemo Kajuei sudah mempunyai tekad untuk masuk CU supaya dapat menolongnya di masa kesusahan. 11 Juli 2014 lalu, penulis menemuinya di Tumbang Jalemu Kajuei, Gunung Mas. Perempuan berusia 44 tahun ini menceritakan kenikmatannya menjadi anggota CU. Berikut petikan pembicaraan Manyang dengan penulis:

Sejak kapan anda masuk anggota CU?

Masuk CU sejak tahun 2007 bulan Agustus, fasilitatornya adalah Asep Nana Sumpena.

Pengalaman menarik apa yang dapat anda ceritakan setelah masuk CU?

Pengalaman selama mengikuti menjadi anggota CU 5 tahun baik untuk anggota, ketika ada kepentingan yang mendesak anggota bisa pinjam, saya sudah 2 kali pinjam. Saya pinjam pertama sebanyak 3,5 juta untuk keperluan saat suami saya meninggal,saya merasa bisa melanjutkan itu dan sudah lunas, yang kedua saya mencoba kembali pinjam sebesar saham sebanyak 10 juta untuk melunaskan uang ujian anak saya di SMA Kristen, hingga sekarang tersisa 7 bulan. Selama proses pencairan hingga pengembalian pinjaman saya tidak menemui kesulitan dan dalam penyetoran saya langsung membawa ke kantor TPK Talaken 1 bulan sekali.

Tantangan yang anda alami saat penyetoran?

Tantangan tidak ada dalam kehidupan saya, hanya ada di masalah yang kecil-kecil tapi tidak sampai CU terganggu. Sehari-hari usaha saya hanya menyadap karet, anak saya 3 orang tapi sudah tinggal di DAS Kahayan.

Setiap bulan rata-rata saya menyadap  300 kg dengan harga sekarang Rp. 6.500 per kg. Saya menyadap dari kebun sendiri dan dari warisan orang tua, hasilnya saya langsung menjual di kampung. Hasil dari menyadap ini mampu untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Penilaian anda kurangnya masyarakat yang berminat masuk CU?

Yang menyebabkan anggota CU di sini masih sedikit saya kurang tahu, ada sebagian yang belum bisa menabung , banyaknya tanggung jawab dalam membagi uang yang ada. Untuk jumlah anggota CU saya tidak pernah tahu karena jika ada anggota CU langsung disetorkan ke Tumbang Talaken karena tidak ada kolektor.

Yang menyebabkan anda tertarik masuk CU?

Saya masuk CU berawal dari keinginan sendiri, saya mendengar informasi dari staf CU yang masuk ke kampung-kampung untuk mencari anggota yang dimulai sejak tahun 2006 saat pertama kali masuk ke kampung. Sekarang saya sudah menikmati dapat meminjam.

Selama menjadi anggota CU, pernah ikut RAT?

Saya sendiri pernah ikut RAT di Tumbang Talaken, Tumbang Malahoi dan Tumbang Jutuh. Saya bersedia menginformasikan CU ini ke masyarakat di kampung ini karena CU dapat membantu kita dan saya memberanikan diri mengajak teman, keluarga agarmasuk CU dan sama-sama maju.

Harapan anda?

Saya berharap CU bisa sukses dan maju.

***

Rangkaian Kegiatan Juli 2014

Written By rokhmond onasis on Tuesday, July 22, 2014 | 10:06 PM

Pelatihan Etos Kerja
“Bekerja tidak berpatokan dengan jam, kesadaran mencintai pekerjaan,” itulah kalimat singkat yang keluar dari bibir pria beranak satu ini. Ia adalah salah satu peserta pelatihan etos kerja yang di gagas oleh Badan Koordinasi Credit Union Kalimantan (BKCUK), Pontianak Kalbar.

Kepada penulis, Saluh menceritakan pelatihan yang dilakukan selama 4 hari dari tanggal 16-19 Juli 2014, ini difasilitasi oleh Antonius Alibata. “Saya terkesan karena fasilitator membawakan secara humoris diselingi dengan menyanyi lagu-lagu CU dan permainan sehingga tidak membosankan,” jelas staf diklat TP Betang Sinta Sepang ini.

Saluh menambahkan, pelajaran yang diterimanya mengajak untuk peserta belajar memberikan nilai-nilai yang positif tanpa memandang sisi luar orang lain, mengacu ke pimpinan kita supaya bernilai lebih tinggi. Umumnya pelatihan dimulai sejak pukul 8 pagi hingga 5 sore, namun dalam pelatihan kali ini Antonius Alibata mengajak peserta melakukan senam pada pukul 7 pagi dan meditasi di malam harinya pukul 12 malam.

Dari 43 peserta tidak semuanya berasal dari CU di Kalteng ada sejumlah peserta yang berasal dari Kalimantan Timur, yaitu CU Sempekat Ningkah Olo. Sedangkan dari Kalimantan Tengah di wakili oleh CU Betang Asi, Remaung Kecubung dan Sumber Rejeki.

Kepada penulis, peserta pelatihan yang sempat ditemui, Shiawan Etora menceritakan, ia mendapatkan pemahaman tentang etos kerja, merubah kebiasaan menjadi lebih baik sehingga menjadi tepat waktu dan disiplin. “Metode yang dibawakan fasilitator sangat baik, di mix dengan game, salah satu contoh game adalah “win-win game” game ini diberikan pada hari ke-3, peserta dibagi menjadi 4 kelompok dan mengajarkan kami tentang kebersamaan dan mengurangi sifat egois, belajar bersama, dengan perundingan untuk kepentingan bersama,” ungkap koordinator TPK Kasongan ini.

Membagikan dan menerapkan hasil pelatihan tentu lebih penting dari sekedar menambahkan pengetahuan untuk peserta. Semoga wisma Unio, Palangka Raya yang dipilih sebagai tempat pelatihan menjadi titik awal CU-CU semakin berkembang melayani anggotanya.

Pertemuan Fasilitator Pendidikan CU Besi
Berselang 1 hari usai mengikuti pelatihan etos kerja, sejumlah peserta mengikuti pertemuan fasilitator pendidikan Credit Union, yang dipusatkan di aula pertemuan, kantor pusat CU Betang Asi, Palangka Raya dari pukul 9 pagi hingga 4 sore.

Pertemuan yang dilaksanakan pada Senin (21/7) ini mengundang fasilitator yang berasal dari 8 TP. Dari sekitar 70 peserta yang diundang hanya dihadiri 47 peserta saja. Yohanes Changking sebagai manajer diklat dan litbang mengungkapkan bahwa ini adalah kegiatan yang di lakukan untuk mempertemukan, membangun pemahaman baru dan membagikan modul dan materi pendidikan CU yang telah diupdate. Selain Changking, pertemuan ini juga difasilitasi oleh Bambang Mantikei, sebagai wakil ketua-1 yang bertanggung jawab di bagian pendidikan.

Dalam sambutannya, Ambu Naptamis sebagai ketua pengurus merasa gembira karena pertemuan dapat dilaksanakan. Ia mengatakan bahwa ini menjadi sebuah reuni kembali, bertemunya fasilitator-fasilitator yang telah belajar bersama sejak pelayanan CU Betang Asi  dari tahun 2003 hingga sekarang.

Pertemuan ini menghasilkan tim kecil yang akan mematangkan poin-poin penting yang direkomendasikan dari usulan dan komentar peserta. Salah satunya adalah memfinalkan alat ukur daya serap peserta pendidikan CU dengan menggunakan pre test dan post test.

Sumber foto: Dokumen CU Betang Asi.

KPD Swalayan Nyaris Terbakar

Written By rokhmond onasis on Tuesday, July 8, 2014 | 5:24 AM

PALANGKA RAYA - Warga Jalan Rajawali Km 2, Palangka Raya sempat dibuat heboh dengan suara sirene armada pemadam kebakaran, Selasa (7/7). KPD Swalayan nyaris terbakar.

Tepatnya sekitar pukul 21.12 WIB, jajaran mobil pemadam baik dari Pemerintah Kota maupun swadaya memenuhi Jalan Rajawali dengan sasaran KPD Swalayan yang diketahui sempat mengeluarkan asap dibagian atas lantai 2.

Diduga, ada hubungan arus pendek menjadi penyebab munculnya api yang sempat menggosongkan plafon atap lantai 2 swalayan yang menjual kebutuhan rumah tangga tersebut.

Dani, salah seorang petugas pemadam kebakaran kepada Tabengan menyebutkan api tak sempat membesar, dan beruntung lagi, pihaknya sempat menjinakkan api yang diduga berasal dari hubungan arus listrik tersebut.

Tak ada kerugian yang berarti dalam kejadian ini. Namun hal menghebohkan ini sempat membuat macet Jalan Rajawali, lantaran banyaknya warga yang singgah ingin menonton peristiwa itu.wan
Copyright © 2012 Harian Umum Tabengan

Sumber: http://media.hariantabengan.com

Berkembang Berkat Credit Union Tilung Jaya

Written By rokhmond onasis on Friday, June 27, 2014 | 8:19 AM

Usaha yang dikelolanya, Galeri Busana Adat Dayak, berupa kerajinan tangan, membuat busana adat Dayak beserta asesoris pakaian adat. Usaha tersebut dirintis tahun 1992, tetapi masih kecil-kecilan, dan belum ditekuni secara serius. Ketika tahun 2001 Credit Union Tilung Jaya ikut festival yang digelar oleh Dewan Pastoral Paroki, Christin yang aktif dalam kepanitiaan memperoleh informasi sedikit tentang credit union.

Dalam suatu diskusi antara pengurus Credit Union Tilung Jaya dengan pengurus WKRI disepakati perlu diadakan sosialisasi credit union di kalangan WKRI. Setelah ada sosialisasi akhirnya banyak yang menyadari bahwa credit union itu baik adanya dan menghilangkan kekhawatiran tentang koperasi yang tidak berhasil. Christin semakin percaya bahwa credit union besar manfaatnya setelah mengikuti pendidikan dasar. Dan atas persetujuan sang suami dia mendaftarkan diri jadi anggota. Resmi menjadi anggota Credit Union Tilung Jaya 28 Februari 2002 dengan nomor buku 192.

“Setelah menjadi anggota ada harapan untuk terus menjalankan usaha, karena bisa meminjam modal,” jelasnya berterus terang. Dia mengaku, berwirausaha karena ingin membantu suami menambah penghasilan, membantu biaya adik-adiknya yang sekolah di kota kabupaten. Galerinya menyewakan busana adat, baik untuk pria, wanita, maupun anak-anak, lengkap dengan pernak-pernik asesorisnya. Biasanya banyak yang menyewa kalau ada hari-hari besar, Agustusan, Hari Kartini, hari besar keagamaan, festival, dan ada upacara adat penyamburtan tamu-tamu penting.

Waktu awal merintis usaha, karena modalnya minim hanya cukup untuk membeli bahan-bahan jika ada pesanan, yang sifatnya tidak menentu. Kondisi itu dijalaninya selama kurang lebih 7 tahun. Baru tahun 2002 titik terang mulai kelihatan. Karena ada prospek yang cukup menjanjikan, dan untuk mendapatkan permodalan tempatnya jelas, Credit Union Tilung Jaya, maka Christin membulatkan tekat untuk mengembangkan usahanya. “Sejak menjadi anggota Tilung Jaya, semakin semangat untuk menekuni usaha. Pesanan mulai banyak penyewaan juga meningkat,” tutur Christin yang kemudian modal Rp20 juta dari uang pribadi dan pinjaman dari Tilung Jaya.

Sebagai anggota, dia mengaku sudah 4 kali pinjam ke Tilung Jaya. Terakhir, 2013 pinjam Rp75 juta. Dana itu untuk pengembangan galeri Rp30 juta dan Rp45 juta lainnya untuk usaha penangkaran ikan arwana. Jenis barang yang diproduksi antara lain; baju manik, kayu manik, ikat kepala, topi manik untuk pria, rompi, taplak meja, tempat tisu, sarung, dompet, anting-anting, ikat pinggang, dan banyak lagi.

Kalau dulu mengawali usahanya ditangani sendiri, sedikit dibantu adik-adiknya yang masih sekolah, belum berani merekrut karyawan, kerjanya juga di ruang tamu dan ruang keluarga, mulai tahun 2000 setelah berkembang dia mulai menerima karyawan. Saat ini mempekerjakan 8 orang, sebagai karyawan tetap 4 orang, dan pekerja lepas 4 orang. Tempat usaha pun memiliki ruang khusus, tidak menyatu dengan ruang tamu.

Sistem penggajian pekerja dilakukan dengan dua cara; yaitu pada saat menyetujui suatu pekerjaan – order diberikan panjar, dan sisanya dibayar setelah pekerjaannya selesai. Atau upah diberikan setelah pekerjaan selesai. Besarnya upah disesuaikan dengan volume pekerjaan. Contoh, untuk pembuatan baju manik upahnya Rp1,5 juta per baju, untuk kain Rp2 juta, selendang manik Rp250.000,- syal manik Rp100.000,- dan untuk gantungan kunci Rp30.000,- Pemasaran dilakukan melalui informasi saat arisan kantor, arisan Dharma Wanita, arisan WKRI, arisan lingkungan dan melalui pengurus dan staf Tilung Jaya. Barang-barang hasil kerajinan dipajang – disiapkan di ruangan galeri berukuran 4 x 5 meter. (my)

Sumber: http://majalahukm.com; Sumber foto: http://1.bp.blogspot.com dan http://www.indonesiakaya.com

9 CU Ikuti Pelatihan Kinerja Pengurus

Written By rokhmond onasis on Friday, June 6, 2014 | 2:30 AM

Bertempat di hotel Victoria Banjarmasin kegiatan bertajuk ‘Pelatihan Evaluasi Penilaian Kinerja Pengurus’ di lakukan. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari (2-4/6) ini di fasiltasi oleh bendahara Puskopdit BKCU Kalimantan, Antonius Anyu dan Anggota Pengawas BKCU, Gregorius Doni Senun.

Hotel yang terletak di tepian sungai  Martapura, Kalimantan Selatan ini di penuhi oleh 46 peserta pelatihan. Ada 8 CU di regional Kalimantan yang ikut terlibat. Bahkan 1 CU dari District Office wilayah Barat, CU Sabhang Untung dan 1 CU dari DO wilayah Timur, CU Mototabian Sedangkan ke 8 CU lainnya adalah CU Betang Asi, Daya Lestari, Sumber Rejeki, Remaung Kecubung, Femung Pebaya, Eka Pambelum Itah dan Sempekat Ningkah Olo.

Terungkap bahwa dari 9 CU yang mengikuti kegiatan 5 CU belum melakukan penilaian kinerja. Menurut Anyu penilaian ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat prestasi terakhir yang dicapai, kekurangan maupun kelebihan yang dimiliki dan sebagai dasar memberikan penghargaan yang berkaitan dengan kontribusi terhadap pencapaian tujuan organisasi.

Selama 3 hari pelatihan Anyu panggilan akrabnya mengajak peserta  pelatihan untuk melakukan evaluasi, penjelasan fungsi, tugas dan tanggung jawab pengurus, anggota menjadi arah utama dari semua kebijakan yang dibuat, berbagi  informasi dan pengalaman sesama CU.

Salah seorang peserta pelatihan dari CU Betang Asi, Leani menceritakan dari kelemahan yang ditemukan selanjutnya upaya apa yang harus pengurus lakukan guna mengatasi kelemahan tersebut. “Adapun dari kekuatan yang sudah dimiliki, pengembangan apa yang harus dilakukan untuk semakin baik,” jelas deputy GM CU Betang Asi ini.

Seminggu sebelum peserta tiba di di hotel bintang 3 ini, diketahui bahwa peserta harus mengisi  pra pelatihan. Tugas ini  diberikan untuk dikerjakan secara pribadi, selanjutnya didiskusikan dalam 1 kelompok, dibahas dalam pleno hingga didapatkan 5 isu utama dari kelemahan pengurus.

“Dalam 3 tahun terakhir ini CU Betang Asi masih lemah pada aspek belum dilakukannya penilaian kinerja, belum adanya panduan dalam Rencana Tidak Lanjut (RTL), penyusunan jadwal penilaian kinerja yang tertunda,” ungkap Leani.

Menariknya dalam pelatihan kali ini di hari terakhir bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) CU Daya Lestari ke-13. Perayaan secara sederhana disiapkan panitia pelatihan dari Puskopdit BKCU Kalimantan District Office wilayah Tengah. Lilin berangka tiga belas di atas kue yang berlapis coklat dan gula menjadi simbol perayaan ulang tahun.

Semoga pelatihan kali ini membawa refleksi ke aksi yang nyata bagi anggota bukan habis di hotel-hotel be-AC dan membangun pemahaman baru bagi pengurus, pengawas, staf dan tentu bagi anggota.

Sumber foto: dokumen CU Betang Asi.
 
Copyright © 2009. CU Betang Asi | berbasis masyarakat Dayak yang terpercaya dan abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved
Palangkaraya - Kalimantan Tengah
Proudly powered by Blogger
Re-designed by Fidelis Harefa