Headlines News :

Terbaru

Refleksi HUT CU Betang Asi Ke-12

Written By rokhmond onasis on Sunday, April 5, 2015 | 9:08 PM

Perjalanan CU Betang Asi yang menginjak ke-12 tahun pada 26 Maret 2015 lalu mempunyai catatan dan kenangan tersendiri dari pelaku sejarah sekaligus pendiri lembaga milik anggota ini. Matheus Pilin dalam catatan yang dikutip dari emailnya mengajak anggota untuk merefleksikan apakah CU Betang Asi ada bersama kaum tertindas?. Berikut kutipan lengkap isi emailnya:

"Yang terkasih Insan CU Betang Asi di dalam rumah Betang yang panjang dan, sahabatku  aktivis  (rekan pendiri, pengurus, pengawas, manajemen) yang aku banggakan.  L***i SMS aku jika ada catatan refleksi abang mohon kirim ke email.  Sambil menikmati perjalanan macet di Jakarta aku berbagi demikian:

Kasih dalam rumah  betang, itu kata yang pas untuk 12 tahun CU Betang Asi hari ini 26 Maret 2003-2015. Semangat kasih persaudaraan, solidaritas, semangat kebersamaan, toleran, perhatian, peduli sesama itu ajaran kasih dalam nilai luhur rumah betang.

Kini warga rumah betang sudah ribuan jumlahnya bernaung & "tinggal" di dalam rumah Betang Asi. Adakah ia menjadi asing?
Adakah ia masih kenal “orang tuanya”?
Adakah kegembiraan, kesejahteraan ?

12 tahun jika dianalogikan sebuah bangunan masih bagus, kokoh, belum ada yang rusak, atap lepas ditiup angin dan lain-lain, karena itu ada banyak yang tertarik untuk mampir dan berteduh sejenak. Rumah Betang yang panjang, dari kota ke desa terus ke kampung hingga pedukuhan disana ada warga yang miskin, marginal, tertindas, tak berdaya, adakah ASI nya BETANG disana bersama mereka?

Semoga CU Betang Asi tetap bersama kaum ANAWIM & DHUAFA.

Selamat ulang tahun-12"
@matheus Pilin Belawing

Sumber: Matheus Pilin pilin***@gmail.com; On 26 Mar 2015, at 09.42 (beberapa tulisan di edit tanpa mengurangi maknanya).


LDP dan KARSA Selenggarakan Lokakarya

Written By rokhmond onasis on Monday, March 30, 2015 | 1:46 AM

Lembaga Dayak Panarung (LDP) Bekerjasama dengan Lingkar Pembaruan Perdesaan & Agraria  (KARSA) Jogyakarta mengadakan Lokakarya “Isu-Isu Kritis UU Desa No.6 Tahun 2014” dan Pelatihan “Perencanaan & Penganggaran yang Pro Perempuan dan Anak”.

Selama 3 hari dari tanggal 23 – 25 Maret 2015. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kecamatan Jabiren Raya, Desa Jabiren. Di hadiri perwakilan pemerintahan Desa dan perempuan dari Desa Jabiren, Pilang, Sakakajang & Garung kecamatan Jabiren Raya dan 1 desa Gohong dari kecamatan Kahayan Hilir kabupaten Pulang Pisau.

Sebanyak  70 orang hadir saat pembukaan. Sedangkan saat pelatihan selama 2 hari (24 – 25 Maret 2015) di hadiri sebanyak 35 orang yang pesertanya dikhususkan untuk  perempuan. Sedangkan untuk narasumber dan fasiltator yang berpengalaman di bidangnya langsung dari dari KARSA Jogyakarta seperti Drs. Widyo Hari Murdianto, M.Si, Farid Hadi Rachman, Drs., dipl. Ing., M.E, Paramita Iswari, ST. MA dan Ita Natalia, S.Hut.

Dalam lokakarya ini banyak disampaikan dan dibahas tentang perbedaan dan perubahan  UU No. 32/2004 – PP No. 72/2005  dan UU Desa No.6 Tahun 2014, dan persiapan untuk mendapatkan dana desa sesuai (PP No. 60/2015)  jadi setiap desa tidak sama yang diterima di sesuaikan dengan jumlah penduduk, luas wilayah, angka kemiskinan, dan tingkat  kesulitan geografis, diperkirakan dana desa akan turun bulan April 2015 kalau tidak ada kendala.

Dalam UU Desa tersebut terdapat beberapa implikasi untuk desa seperti, kedudukan desa semakin jelas dan kuat, Desa bukan lagi sebagai pemerintahan semu, tetapi sebagai pemerintahan masyarakat atau pemerintahan berbasis masyarakat, Desa mempunyai kewenangan yang jelas dan relevan dengan kepentingan warga masyarakat setempat, Desa mempunyai basis material (terutama dana) yang lebih besar, Satu desa, satu perencanaan dan satu anggaran, Desa akan menjadi lebih demokratis, Pembangunan desa akan lebih dinamis dan maju.

Sedangkan untuk warga meliputi arena dan sumberdaya menjadi lebih besar dan lebih dekat pada warga desa. Warga mempunyai hak yang besar untuk berpartisipasi memanfaatkan bahkan merebut arena dan sumberdaya. tetapi tidak kalah penting  juga bagaimana kesiapan desa untuk membuat dan menyusun Perencanaan pembangunan desa ke depannya.

Dalam pelatihan dikhususkan untuk perempuan di mana dalam UU Desa No. 6 Tahun 2014 perempuan harus memahami isi dari UU tersebut sebab peran perempuan dalam pembangunan desa dan keterlibatan di dalan Ruang partisifasi perempuan di dalam desa sangat terbuka.

Misalnya, partisipasi perempuan di desa dapat dilakukan melalui Pemerintah Desa,BPD, Musyawarah Desa, Penyusunan RPJMDes, Penyusunan APBDes, Penyusunan Perdes, Partisipasi perempuan di desa juga dapat dilakukan melalui Lembaga Kemasyarakatan Desa seperti RT/RW, PKK, Karang Taruna, PKK, LPMD, Lembaga Adat dan kelompok-kelompok yang tumbuh di desa seperti: kelompok petani, peternak dll, Mendudukan keterwakilan perempuan dalam BPD menjadi point vital (sangat penting) untuk memastikan program-program strategis tersebut telah mengakomodir kebutuhan gender strategis yang dijalankan secara partisipatif dan berangkat dari aspirasi kelompok masyarakat tanpa logika mayoritas dan minoritas.

Pentingnya keterwakilan perempuan dalam BPD karena perempuan merupakan kelompok penerima manfaat langsung dari kebijakan BPD. Hadirnya musyawarah desa sebagai bentuk keterlibatan warga dalam pengambilan keputusan, Di dalam musyawarah desa mengikutsertakan unsur perempuan, Perempuan desa juga dapat kesempatan untuk terlibat dalam pemerintahan di desa dengan menjadi kepala desa atau perangkat desa.

Perempuan di desa juga dapat aktif dalam memberikan usulan ataupun tanggapan pada saat penyusunan RPJMdes, APBDes, ataupun Perdes dan lain-lain agar mempunyai keberpihakan pada kepentingan perempuan. Tidak kalah penting, di bahas juga dalam pelatihan ini untuk penyusunan APBDes penggangaran yang pro perempuan dan anak.

Sumber tulisan dan foto: Marchony/ Lembaga Dayak Panarung (LDP).
***



HUT CU Ke-12 Lakukan Sunatan Massal

Written By rokhmond onasis on Thursday, March 19, 2015 | 9:00 AM

Kecamatan Kapuas hulu, tepatnya di Sei Hanyu dipilih panitia menjadi pusat pengobatan gratis. Kampung yang juga diberi nama Sungai Hanyo ini akan dihadiri oleh 5 dokter yang akan bertugas untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis.

Informasi yang dikumpulkan penulis, rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) CU Betang Asi ke-12, dimulai pada tanggal 23 Maret 2015 dengan pengobatan dan sunatan masal. Selanjutnya tepat pada HUT yang jatuh pada Kamis, 26 Maret 2015 di halaman kantor pusat Palangka Raya akan dibuka pelayanan donor darah, bekerja sama dengan PMI Kota Palangka Raya.

Kemudian, pada Sabtu, 28 Maret pegiat CU Betang Asi akan melakukan kebaktian/ misa syukur di aula Diknas provinsi Kalteng. Rangkaian acara HUT ditutup pada tanggal 30 Maret 2105 dengan melakukan kunjungan ke lembaga-lembaga sosial di sekitar kota Palangka Raya.

Semoga dengan semakin bertambahnya usia lembaga milik masyarakat ‘Dayak’ ini semakin melayani anggota dengan professional dan tidak terjebak pada pelayanan yang bersifat karitatif.

Rangkaian RAT CU Betang Asi

Written By rokhmond onasis on Thursday, March 12, 2015 | 3:32 PM

RAT Konsolidasi

”Saya berjanji bahwa dalam menjalankan tugas sebagai pengurus dan pengawas Kopdit CU Betang Asi akan bekerja dengan rajin, jujur, tertib cermat dan bersemangat sehingga anggota akan mendapatkan pelayanan sebaik-baiknya”

Itulah salah satu kutipan sumpah janji yang diucapkan sejumlah pengurus terpilih, periode 2015-2017. Sebagai landasan komitmen dalam bekerja pengurus dan pengawas terpilih dilantik oleh sekretaris BKCUK, Damianus Jampi.

Acara yang berlangsung pada Sabtu (7/2)  merupakan bagian akhir dari rangkaian acara RAT yang dilakukan kopdit CU Betang Asi memulai kegiatannya pada Tahun Buku 2015. Dihadiri 347 peserta yang merupakan utusan yang dipilih pada masing-masing RAT TP.

Adapun dewan pengurus yang terpilih yaitu, ketua: Ambu Naptamis, SH, MH, wakil ketua I: Drs. Bambang Mantikei, M.Si,Wakil ketua II    : Karna Sophia Simbolon, Sekretaris: Gregorius S.Pd, Bendahara: Dr.FX Manesa M.Pd, Anggota: Sewantapuja JB S.Pd, MM; Domingos Neves Jaimito Da Costa S.Hut; M.Si, Gimmak Bulinga , S.Sos dan Pdm. Julius Langkah Awun Djinar S.Th. Sedangkan pengawas yang terpilih yaitu,ketua: Tunjung Amel, S.Pd, MM, sekretaris: Rita Sarlawa, SE, M.Si dan Anggota: Talitakumi, S.AP.

Dalam acara RAT Konsolidasi ini berkesempatan hadir Sekretaris Daerah, Siun Jarias, yang membuka acara secara resmi. Sebagai bagian dari anggota kopdit CU Betang Asi, Siun juga memukul gong menandakan acara RAT di buka.

RAT TP PH

Berselang 11 hari sebelumnya pada Senin (27/1) peresmian RAT Tempat Pelayanan Penyang Hatampung (TP PH) di pusatkan di Tumbang Talaken, Gunung Mas. Arton Dohong selaku Bupati Gunung Mas berkesempatan hadir.

Ia melakukan ritual potong pantan sebelum memasuki lokasi kantor yang baru dibangun. Sedangkan Ibu Bupati melakukan potong pita, menandai kantor dapat digunakan sebagai tempat melayani anggota. Peresmian kantor baru di TP Tumbang Talaken ini di tandai dengan penandatanganan prasasti sebagai tanda dibukanya RAT TP PH yang dilakukan bersama ketua CU Ambu Naptamis.

Dalam sambutannya, Arton mengatakan ia mendapatkan undangan dari CU bahwa ada peresmian kantor CU di Tumbang Talaken. “Masyarakat bagaimana bisa maju, karena mereka berorganisasi, bagaimana bisa berorganisasi, karena mereka bisa bersatu,  bagaimana bisa bersatu, kita saling asah, asih  dan asuh; kita orang Dayak banyak yang pintar tapi tidak harati,” ungkap Arton di atas podium.

Proses RAT berlangsung dinamis, dengan pertanyaan-pertanyaan kritis dari anggota terkait kredit lalai, agunan kredit, pengembangan, pendampingan kelompok petani karet dan pelayanan manajemen yang masih di rasa kurang.

Pertanyaan dan masukan-masukan anggota ditanggapi oleh pengurus dan manajemen yang hampir semuanya hadir karena mengikuti peresmian pembukaan kantor TPK Talaken. Ketua Pengurus,  Ambu Naptamis mengajak semua anggota supaya tepat waktu dalam melakukan pembayaran. Terkait pelayanan, Ethos sebagai GM mengatakan, kapasitas staf akan ditingkatkan dan kelayakannya akan dilihat sehingga ada beberapa staf yang akan dipindah ini bagian dari evaluasi staf.

Acara RAT ditutup dengan pemilihan dan pembacaan utusan yang mengikuti RAT konsolidasi di Palangka Raya.

***




OJK Akan Awasi Credit Union Mulai 2015

Written By rokhmond onasis on Thursday, February 19, 2015 | 11:41 PM

Bisnis.com, PONTIANAK - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan mulai 2015 akan mengawasi lembaga keuangan nonbank, seperti Credit Union yang tersebar di Provinsi Kalimantan Barat, kata Direktur Edukasi OJK, Lasmaida Gultom.

"Di Provinsi Kalbar Credit Union (CU) mengelola aset yang cukup besar dari dana simpanan masyarakat atau anggotanya," kata Lasmaida Gultom di Pontianak, Rabu (15/10/2014).

Dia menjelaskan yang menjadi permasalahan saat ini, apakah Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah mempunyai data seluruh koperasi di Indonesia, sehingga OJK harus memikirkan lagi, mekanisme pengawasan serta sumber daya manusia untuk melakukan pengawasan pada koperasi yang jumlahnya cukup banyak itu.

Menurut dia, koperasi tidak menjadi bagian yang diawasi oleh OJK, meski koperasi terus tumbuh dan berkembang di Indonesia termasuk di Kalbar, salah satunya Credit Union.

"Idealnya, yang mengeluarkan izin untuk mendirikan lembaga keuangan nonbank yang harus melakukan pengawasan," ungkapnya.

Dalam UU No. 1/2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro disebutkan, LKM (Lembaga keuangan masyarakat) berbentuk badan hukum atau perseroan terbatas atau koperasi dan pelaksanaannya diserahkan kepada pemerintah daerah (pemda), seperti gubernur, bupati atau wali kota atau badan usaha milik desa/kelurahan.

"Kami bekerja sama dengan Kementerian Koperasi, Usaha Menengah, dan Kecil, universitas dan pesantren, untuk lebih membuka akses keuangan. Sehingga sistem seluruh kegiatan sektor jasa keuangan stabil, teratur dan akuntabel," ujarnya.

Perkembangan CU di Kalbar cukup pesat dan bisa dikatakan yang terbaik di Indonesia, tercatat ada 21 CU di Kalbar. Anggotanya lebih dari sejuta orang atau sekitar seperlima penduduk Kalbar yang jumlah keseluruhannya sekitar 5,2 juta orang.

Total aset CU hingga akhir 2011 lebih dari Rp3 triliun. Total aset ini setara dengan satu seperempat kali APBD Kalbar tahun 2012.

Pada 2010 tercatat tiga CU terbesar di Kalbar, yakni CU Lantang Tipo, CU Pancur Kasih, dan CU Keling Kumang, tercatat juga sebagai tiga CU terbesar di Indonesia.

CU Lantang Tipo merupakan CU tertua didirikan 1976 dengan anggota awal 27 orang, tahun 2010 CU ini memiliki 107.000 anggota dan tersebar di sejumlah kabupaten di Kalbar, dengan total aset sekitar Rp1 triliun.

Sedangkan CU Pancur Kasih, awalnya hanya memiliki 61 anggota dengan modal awal Rp167.000, pada April 2012, jumlah anggota CU Pancur Kasih mencapai 105.107 orang dengan total aset Rp1,217 triliun. Kemudian CU Keling Kumang, berdiri sejak 20 tahun lalu. Pada akhir 2011 CU ini memiliki 114.377 anggota dengan aset Rp650,26 miliar.

Sumber: http://finansial.bisnis.com/read/20141015/89/265246/ojk-akan-awasi-credit-union-mulai-2015

CU Betang Asi Kuala Kurun Gelar Rapat Anggota Tahunan

Written By rokhmond onasis on Friday, January 30, 2015 | 8:18 AM

Senin 26 Januari GPU Damang Batu dipenuhi ratusan masyarakat yang mengikuti Rapat Anggota Tahun Koperasi Kredit CU Betang Asi Kuala Kurun.

Kopdit CU Betang Asi yang merupakan koperasi daerah ini semakin tahun semakin diminati masyarakat Kabupaten Gunung Mas tampak terlihat dengan adanya 3 (tiga) tempat pelayanan Kopdit CU Betang Asi diantaranya di Sepang Kota, Kuala Kurun dan Tumbang Malahoi dan ada 3 (tiga) tempat pelayanan khusus yaitu di Tewah, Tumbang Talaken dan Tumbang Jutuh.

Hadir dalam acara Pembukaan RAT Kopdit CU Betang Asi mewakili Bupati Gunung Mas staf ahli Bupati Bidang Pemerintahan Siner, S.H, dalam sambutannya menyampaikan bahwa RAT merupakan salah satu bentuk tanggung jawab dari pengurus dan manajemen yang wajib dilaksanakan sebagai wujud kedaulatan anggota melalui forum RAT yang merupakan forum tertinggi dalam pengambilan keputusan di organisasi koperasi.

Bupati Gunung Mas juga memberikan penghargaan dan apresiasi pada keberadaan Kopdit CU Betang Asi Kkuala Kurun yang telah banyak berkontibusi dalam upaya pemerintah untuk pemberdayan ekonomi, namun demikian dihimbau kepada penasehat, pengurus, pengawas, manajemen kolektor dan aktivis maupun anggota agar dapat terus menjaga komitmen dan kosistensi terhadap apa yang dicita-citakan oleh gerakan Credit Union.

Dalam kesempatan ini pula Bupati Gunung Mas berpesan : (1) terus melakukan inovasi dengan kreatif, memperbaiki dan mendekatkan pelayanan kepada anggota. (2) Agar fokus pengembangan kedepan adalah daerah-daerah pedalaman di Kabupaten Gunung Mas.

Bupati berharap agar Rapat Anggota Tahunan ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang baik dan konstruktif bagi kemajuan Kopdit CU Betang Asi dan kesejahteraan masyarakat.

(Bagian Humas dan Protokol Setda Gumas)

Sumber: http://www.gunungmaskab.go.id/berita/cu-betang-asi-kuala-kurun-gelar-rapat-anggota-tahunan.html

Jadwal RAT 2015

Written By rokhmond onasis on Tuesday, January 6, 2015 | 6:46 AM

“Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam CU; Rapat Anggota diadakan sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun”

Itulah salah satu pasal yang ada di Anggaran Dasar (AD) Kopdit CU Betang Asi. Bunyi pasal berikutnya adalah mengatur hak suara dalam rapat anggota.  Pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dalam rangka pengurus  mempertanggungjawabkan pengelolaan organisasi dan usaha kopdit kepada anggota.

Anggota dewasa diharapkan berpartisipasi aktif untuk mendengar dan mengkritisi pertanggungjawaban pengurus juga pengawas. Menariknya tahun ini ada pemilihan pengurus/ pengawas yang akan dilaksanakan pada RAT Konsolidasi. Berikut jadwal RAT Kopdit CU Betang Asi untuk tahun 2015:

Informasi mengenai jam dan tempat yang lebih rinci, anggota dapat mendatangi kantor pelayanan terdekat.

Sumber gambar: http://www.romaincorraze.com

Perayaan Natal CU dan KPD 2014

Written By rokhmond onasis on Sunday, December 21, 2014 | 7:03 AM

“Natal adalah misteri karya Allah, apakah mesti damai?. Kita mengimani Allah berdaulat atas segala sesuatu, jika kita berpusat kepada Kristus yang telah lahir, maka kita akan menjadi berkat bagi orang lain. Tetapi, jika kita berpusat pada manusia (baca tahta dan sarana) maka kita akan menjadi Herodes-Herodes baru yang menggunakan berbagai cara untuk mempertahankan tahtanya”

Itulah kutipan khotbah yang disampaikan Pendeta Emeritus Maxliano Nahan, M.Th pada ibadah natal Kopdit CU Betang Asi dan KPD Kalteng, 20 Desember 2014. Khotbah yang disampaikan mengacu pada Matius 2: 16-18 berperikop ‘Pembunuhan Anak-Anak Di Betlehem’.

Acara yang dimulai tepat pukul 5 sore hingga 8 malam ini di hadiri lebih 200 undangan yang mengikuti ibadah maupun perayaan. Dimeriahkan oleh sanggar tari Tunjung Nyaho yang membawakan tarian Dayak Kalteng dan drama natal dalam nuansa lokal (berbahasa Dayak Ngaju dan Indonesia.

Usai ibadah, dilanjutkan dengan perayaan natal yang isi dengan sambutan dari ketua panitia, GM, ketua pengurus dan penyerahan bingkisan natal bagi mantan pengurus dan pengawas Kopdit CU Betang Asi.

Sambutan ini diselingi dengan pengundian door prize yang dipandu langsung oleh Desi sebagai pembawa acara. Sebanyak 20 doorprize disediakan panitia untuk berbagi suka cita natal. Natal dipusatkan di Aula Betang Sandehan, lantai -3 Pusat Pelayanan dan Pembinaan Iman Kristen, jalan Diponegoro No. 3 Palangka Raya.

Dalam laporannya, Andika Harianto sebagai ketua panitia menyampaikan bahwa di tengah kesibukan para panitia, acara dapat di siapkan dalam jangka waktu kurang lebih 1 bulan dengan melaksanakan rapat 4 kali. Ia mengatakan bahwa per tanggal 13 Nopember 2014 panitia ditetapkan SK pembentukan panitia.

Sedangkan Ambu Naptamis sebagai ketua pengurus mengatakan, ia terkesan dengan drama natal dan khotbah yang disaksikan. “Ini adalah natal kedua di tempat yang cukup representatif yang dilakukan bersama dalam keluarga besar Kopdit CU Betang Asi dan KPD Kalteng”, jelas Ambu. Terkait isi khotbah Ambu berkehendak insan CU dan KPD tidak menjadi Herodes-Herodes baru.

Para anggota CU dan KPD Kalteng dipuaskan dengan jamuan makan malam yang disediakan panitia, diselingi nyanyian vokal solo dari manajemen Kopdit CU Betang Asi. Semoga acara ini membawa berkat dan suka cita natal sehingga sub tema yang di dipilih panitia menjadi terwujud. “Nyatakan Damai dan Kasih Kristus dalam Kehidupan Keluarga, Solidaritas dan Kerja”.

Keterangan Foto: Pendeta Max, memberikan berkat Tuhan saat ibadah natal.

Sumber Foto: Rokhmond Onasis.

Rangkaian Kegiatan November- Desember 2014

Written By rokhmond onasis on Tuesday, December 9, 2014 | 8:09 AM

BP dan Budgeting TB 2015

Memasuki bulan November hingga Desember 2014 ini para pegiat Kopdit CU Betang Asi, harus bergerak dinamis untuk menyukseskan kegiatan Business Plan dan Budgeting TB. 2015 pada 17-19 Nopember 2014. Kemudian dilanjutkan pembekalan calon staf Kopdit CU Betang Asi 1-7 Desember 2014  dan lokakarya manual operasional dan pelayan produk Kopdit CU Betang Asi (Poljak 2015) pada 8-9 Desember 2014.

Dalam sambutannya saat pembukaan BP (17/11)  Ambu Naptamis mengatakan CU menjadi salah satu jalan memperkuat komunitas, sekarang cukup banyak orang Filipina dan Thailand datang ke Indonesia. “CU dapat memperkuat kita mengatasi kondisi dunia sekarang. Kita tetap jaga dan kembangkan CU dan salah satunya kita dimulai pada hari ini” tegas pria berbadan atletis ini.

Sebagai fasilitator kegiatan di percayakan kepada Antonius Anyu yang juga sebagai bendahara BKCUK Pontianak Kalbar. Selama proses 3 hari ini menghasilkan dokumen peta jalan Kopdit CU Betang Asi secara angka hingga Desember 2015 nanti.

Pembekalan Calon Staf

Dari tanggal 1-6 Desember 2014 ke-8 staf yang diterima sebagai calon staf adalah Randi Aryo, Chania Glausia, Ray, Yupersi, Yuliana Widyaningsih, Endo Rantelino Moredo, Greslia dan Jimi Feronika. Pembekalan ini dipusatkan di aula lantai-3 kantor Pusat Palangka Raya.

Kelulusan 8 orang calon staf  ini didasari dari hasil rapat panitia penerimaan staf Tahun Buku 2014 pada 28 November 2014 dengan nomor surat pengumuman 01/Pan.PSB/CUBA/PRY/XI/2014 yang ditandatangani oleh Ethos H, Lidin, SE sebagai ketua dan Leani, ST sebagai sekretaris.

Dalam pembekalan selama 5 hari tersebut fasilitator dipercayakan kepada Ambu Naptamis, Valentinus Jeghau, Gregorius D. Senun, Marchony, Andika Harianto, Ensy Veronika, Rokhmond Onasis dan Leani.

Adapun materi yang disampaikan terkait pengenalan dan pendalaman CU, diskusi tentang pemberdayaan komunitas, kebijakan kepegawaian dan administrasi staf, FGD tentang komunitas petani karet, perkreditan, sharing pengalaman survey/ penagihan, pembukuan dasar, diskusi tentang teknik memfasilitasi pendidikan CU dan pengembangan diri/ komunikasi.

Untuk me-refresh peserta, mereka diajak ke di rumah bambu, Buntoi, Pulang Pisau. Dengan jarak tempuh 2 jam dari kota Palangka Raya, Buntoi menjadi tempat untuk melakukan semi outbond dari pagi- siang pada Minggu, 7 Desember 2014.

Peserta yang dibagi menjadi 3-4 kelompok di ajak bermain sekaligus memperkuat team work oleh panitia dari permainan mengangkat/ menggiring bola dengan tali, menginjak balon, memindahkan karet dengan pipet, hula hup berjalan dan jam raksasa.  Acara ditutup dengan foto bersama dan penyerahan hadiah bagi para kelompok yang berhasil memenangkan permainan.

Lokakarya MO-PP

Sejumlah staf, pengurus, pengawas dan penasehat ikut terlibat dalam pembahasan draft manual operasional produk dan pelayanan Tahun Buku 2015. Acara yang dipusatkan di aula lantai-3 ini bertujuan  membahas isi dari MO-PP yang akan diterapkan tahun depan.

Selama 2 hari (8-9/12) kegiatan ini difasilitasi langsung oleh pimpinan manajemen kopdit CU Betang Asi, Ethos H.L. Dari pukul 9 pagi hingga 5 sore diskusi aktif di lakukan untuk membahas MO ini.

Semoga isi dari MO ini mencerminkan kepentingan anggota dan dapat dimaksimalkan untuk menjadi acuan bersama terkait produk dan pelayanan.

Sosialisasi Pengolahan Bokar Di Gunung Mas.

Written By rokhmond onasis on Monday, November 24, 2014 | 11:21 PM

Sebanyak 145 orang terlibat dalam sosialisasi pengolahan bahan olah karet (Bokar) bersih. Jumlah ini merupakan gabungan dari kampung Tumbang Baringei, Tumbang Kajuei dan Tumbang Kuayan, kabupaten Gunung Mas.

Kegiatan di fasilitasi oleh Lembaga Dayak Panarung (LDP) bekerja sama dengan kopdit CU Betang Asi Palangka Raya berlangsung secara estafet. Dimulai pada Rabu- Jumat, 5-7  Nopember 2014. Marchony dan Tevitius dari LDP memandu diskusi terkait pengolahan bokar.

Marcony menjelaskan LDP merupakan mitra CU yang bekerjasama untuk meningkatkan pendapatan petani karet yang merupakan anggota CU. Walaupun saat ini, petani karet mengalami penurunan penghasilan karena harga karet yang tidak menentu.

Dalam kegiatan ini juga Marchony menyampaikan tahapan cara pengolahan Bokar karet yang diinginkan oleh pabrik melalui kelompok yang sudah terbentuk. Dalam penyampaian materi tersebut, digunakan media gambar yang sudah disiapkan untuk memudahkan pemahaman peserta.

Dari informasi yang didapatkan penulis, tujuan dari pertemuan ini adalah untuk membentuk  sebuah kelompok usaha bersama (KUB) di bidang karet. KUB sebagai organisasi di tingkat desa yang akan menjadi tempat berkumpul dan menjadi jembatan bagi petani karet menjalin relasi dengan pembeli di tingkat pabrik. Kelompok usaha ini nantinya akan menjadi penjamin kualitas karet yang diperdagangkan ke pabrik adalah sesuai dengan syarat produksi yang ditetapkan oleh pabrik sehingga pendapatan petani meningkat.

Kegiatan ini cukup terbantu dengan adanya kerjasama yang baik antara kolektor dan staf CU yang ikut mendampingi. Valentinus Jeghau, Adit dan  Erwin Harefa ikut aktif dalam diskusi yang terjadi.

Pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam pada masing-masing kampung di lakukan di rumah-rumah penduduk yang bersedia, bahkan ada yang dilakukan di gereja untuk menampung masyarakat yang 80% di dominasi sebagai penyadap karet. Kampung-kampung yang berdekatan ikut hadir seperti dari  kampung Luwuk Tukau, Mantuhe, Gohong, Tumbang Oroi, Tumbang Samue, Putat Durei dan Tehang.

Adapun pengurus-pengurus kelompok yang terbentuk sebagai berikut: Diron S. Gaman sebagai koordinator, Kurisanto sebagai bendahara dan anggotanya adalah semua anggota CU petani karet di Kampung Tumbang Kajuei. Di tempat yang sama, kelompok lainnya adalah Yuhanson sebagai ketua, Delvina sebagai sekretaris, Saernanti sebagai bendahara dan anggotanya adalah anggota CU petani karet dan masyarakat Tumbang Kajuei.

Di kampung Tumbang Kuayan Darmadi dipercaya sebagai koordinator,  Uga sebagai bendahara dan anggotanya adalah anggota CU petani karet dan masyarakat Tumbang Kuayan.

Di kampung Tumbang Oroi, Ria dipercaya sebagai ketua,  Suhardi sebagai sekretaris dan Manis sebagai bendahara. Sedangkan di Kampung Samui, Eko dipercaya sebagai ketua, Slamet sebagai sekretaris dan Herpi sebagai bendahara. Berikutnya di kampung Tehang, Triana dipecaya sebagai ketua, Tesu sebagai sekretaris dan Simpun sebagai bendahara.

Di Kampung Luwuk Lingkau, Titioe S. Aman dipercaya sebagai ketua, Ajo Milono sebagai sekretaris dan Herdijoyo sebagai Bendahara. Di kampung Putat Durei Rada Ikat sebagai ketua, Saprin sebagai sekretaris dan Upiana sebagai bendahara. Di kampung Mantuhe, Kastor sebagai ketua dan di kampung Gohong, Baheri sebagai ketua.

Mengutip sebuah kata bijak, jika kamu beri saya ikan, kamu sudah memberi saya makan untuk 1 hari; jika kamu ajari saya memancing, maka kamu sudah memberi saya makan sampai sungai itu tercemar atau garis pantainya menyusut karena pembangunan.

Namun, jika kamu ajari saya bagaimana berorganisasi, maka apapun tantangannya saya dapat bergabung dengan rekan-rekan saya dan kami akan berupaya mencari solusi kami. Semoga kelompok yang terbentuk semakin berdaya!.

Sumber tulisan: Diringkas dari notulensi dan laporan kegiatan.
Sumber foto: LDP.
 
Copyright © 2009. CU Betang Asi | berbasis masyarakat Dayak yang terpercaya dan abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved
Palangkaraya - Kalimantan Tengah
Proudly powered by Blogger
Re-designed by Fidelis Harefa