Headlines News :

Terbaru

Pelatihan Pengelolaan Keuangan Petani Sengon

Written By rokhmond onasis on Sunday, May 24, 2015 | 6:19 AM

Tumbang Talaken – Yayasan Borneo Institute mengadakan pelatihan Pengelolaan Keuangan untuk petani Sengon. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 20 – 21 Mei 2015 bertempat di rumah Muliadi di Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas.

Pelatihan dihadiri petani sengon dampingan Borneo Institue yang juga anggota CU Betang Asi. Peserta berasal dari perwakilan kampung Rabambang dan Tehang berjumlah 10 orang. Ada 3 orang perempuan dan 7 orang laki-laki.

Sebagai narasumber dan fasilitator pelatihan ditangani langsung Marchony, SE dan di bantu oleh Tevitius, SE dari lembaga Dayak Panarung (LDP). Keduanya berpengalaman dalam pelatihan dan pendampingan kelompok petani.

Dalam pelatihan selama 2 hari ini banyak hal yang disampaikan dan di diskusikan bersama petani sengon tentang pengalaman pengelolaan keuangan. Pelatihan ini memberikan keterampilan dasar tentang penghasilan, pengeluaran, anggaran, tabungan dan pinjaman bagi keluarga.

Pelatihan pengelolaan keuangan ditujukan untuk perempuan dan lelaki, meskipun tujuan utama untuk perempuan. Seringkali perempuan sebagai pengelola keuangan keluarga. Pelatihan bertujuan mempromosikan perilaku positif untuk lebih banyak menabung, pengeluaran yang lebih bijaksana dan meminjam dengan alasan yang tepat.

Dengan mengikuti mengikuti pendekatan pendidikan orang dewasa para peserta akan turut mengambil bagian dalam diskusi kelompok, berbagi pengalaman baik positif maupun pengalaman negatif mereka, dan mengali pelajaran baru bersama melalui berbagai permainan peran dan studi kasus.

Diharapkan dengan mempelajari, mengatur keuangan keluarga dengan baik dan melalui metode sederhana dapat membantu keluarga, sehingga dapat meraih tujuan finansial masa depan yang lebih baik untuk keluarga dan anak-anak.

Sumber berita dan foto: Marchony (Lembaga Dayak Panarung).

Sejarah CU dunia, Indonesia hingga Kalimantan

Written By rokhmond onasis on Wednesday, May 20, 2015 | 6:08 AM

“Sejarah adalah aset yang berharga. Membuang sejarah itu bagaikan membuang hasil-hasil penelitian berharga yang telah diteliti dimasa lalu, dan mencoba meneliti dari awal tanpa refrensi masa lalu.”

“Orang orang hebat tidak akan mempelajari sejarah jika sejarah tidak penting. Dan orang-orang hebat akan “hidup” di masa dimasa sekarang dan masa depan, karena mereka tahu kehidupan itu ada dimasa depan.”

Itulah dua kalimat bijak yang  dikutip dari http://www.bijakkata.com. Bicara sejarah tentu kita tidak bisa melupakannya begitu saja. Demikian pula untuk sejarah credit union. Berikut di sajikan artikel dari http://puskopditbkcukalimantan.org.  Artikel ini mengingatkan kita perjalanan sejarah CU di dunia, Indonesia hingga ke Kalimantan.

Sejarah Credit Union Di Dunia

Pada abad 19, tahun 1846-1847, masyarakat Jerman ditimpa musibah kelaparan dan musim dingin yang hebat. Akibat cuaca buruk tersebut, banyak penduduk yang kelaparan. Penyakitpun menyerang mereka. Akhirnya kehidupan menjadi sangat kacau. Para petani yang menggantungkan hidup pada kemurahan alam tak berdaya. Henry Wolff seorang pejabat local setempat menggambarkan kondisi para petani saat itu sebagai “Dunia Tak Berpengharapan”. Miskin tak berdaya dan pertanian berantakan. Masyarakat tidak memiliki uang untuk membeli mesin pertanian, pupuk, bibit atau membangun peternakan untuk meningkatkan pendapatan.

Pada saat itu petani adalah korban yang sangat menderita. Para petani meminjam uang dari lintah darat dengan bunga yang sangat tinggi. Disamping itu mereka meminta jaminan atas lahan pertanian mereka. Apabila mereka gagal membayar pada saat jatuh tempo maka tanah pertanian dan harta benda lain yang mereka gadai langsung disita. Bahkan sering terjadi harta benda para petani juga menjadi incaran para lintah darat. Kehidupan para petani pada waktu itu ibarat  “gali lobang tutup lobang, tutup hutang lama, cari hutang baru.”

Usaha ini ternyata tidak membuahkan hasil dan tidak menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh kaum miskin. Derma atau bantuan cuma-cuma tidak dapat memecahkan masalah kemiskinan namun menambah beban karena jumlah warga miskin menjadi terus bertambah karena mudahnya mendapat bantuan.

Tahun 1849 saat Friedrich Wilhelm Raiffeisen menjadi walikota ia mendirikan Perkumpulan Masyarakat Flamersfeld untuk membantu para petani miskin yang terdiri dari 60 orang kaya. “Kaum miskin harus segera ditolong” begitu katanya. Maka Raiffeisen mengundang kaum kaya agar mengumpulkan uang untuk menolong kaum miskin. Kaum kaya menanggapi secara positif seruan sang walikota supaya kaum miskin mendapat sumbangan, tapi  penggunaan uang oleh kaum miskin tidak terkontrol, bahkan tidak sedikit yang cepat-cepat memboroskan uangnya agar menerima derma lagi. Akibatnya para dermawan tidak berminat membantu kaum miskin lagi

Friedrich Wilhelm Raiffeisen, pada waktu itu juga mendirikan Brotveiren, suatu kelompok yang membagi-bagikan roti kepada kaum miskin. Kemudian ia mendirikan pabrik roti yang menjual roti kepada orang yang tidak mampu dengan harga murah. Ia juga mendirikan perkumpulan yang bertugas meminjamkan uang dan membeli bibit kentang kepada petani. Tetapi hal itu ternyata juga tidak menyelesaikan masalah kemiskinan secara permanen. Hari ini diberi, besok sudah habis, begitu seterusnya.

Friedrich Wilhelm Raiffeisen pindah ke Heddersdoff dan menjabat lagi sebagai walikota. Ia juga mendirikan perkumpulan Heddesdorfer Welfare Organization suatu organisasi yang bergerak dalam bidang sosial dan pendidikan. Kemudian organisasi ini dikenal cukup luas dimasyarakat. Walaupun pengorganisasiannya berhasil tetapi kemudian muncul berbagai kendala. Para penanam modal dari kaum kaya mulai luntur semangatnya, karena keuntungan organisasi tersebut tidak mereka rasakan.

Raiffeisen terus memperbaiki dan menyempurnakan gagasan terutama mengenai prinsip dan metode pengorganisasian masyarakat. Akhirnya ia mengganti pendekatan dari pendekatan derma dan belas kasihan dengan PRINSIP MENOLONG DIRI SENDIRI (self help). Ternyata pendekatan ini sukses.

Tahun 1864 Friedrich Wilhelm Raiffeisen mendirikan sebuah organisasi baru berama “Heddesdorfer Credit Union” dimana kebanyakan anggotanya adalah para petani. Untuk menjadi anggotanya seseorang harus berwatak baik, rajin, dan jujur. Untuk mengetahuinya, para tetangga harus memberikan rekomendasi. Kegiatannya mirip arisan, mengumpulkan sejumlah uang lalu meminjamkannya kepada anggota yang memerlukan. Manajemen Heddesdorfer Credit Union dijalankan secara demokratis dengan cara: Setiap anggota berpartisipasi dalam rapat anggota; Satu anggota satu suara; Para anggota memilih pengurus dan membuat pola kebijakan bersama; Dipilih suatu badan yang disebut dengan pengawas. Pengawas bertugas mengawasi kegiatan Credit Union dan membuat laporan pengawasan kepada rapat anggota. Raiffeisen menekankan pada kerja secara sukarela kepada Pengurus dan Pengawas, yang boleh menerima imbalan hanyalah kasir purnawaktu yang menjalankan operasional

Berdasarkan pengalaman di atas, sang wali kota akhirnya memiliki kesimpulan: Sumbangan tidak menolong diri kaum miskin, tetapi sebaliknya merendahkan martabat manusia yang menerimanya; Kemiskinan disebabkan oleh cara berpikir yang keliru; Kesulitan si miskin hanya dapat diatasi oleh si miskin itu sendiri; Si miskin harus mengumpulkan uang secara bersama-sama dan kemudian meminjamkan kepada sesama mereka; Pinjaman harus digunakan untuk tujuan produktif yang memberikan penghasilan. Jaminan peminjam adalah watak peminjam.

Singkatnya Heddesdorfer Credit Union yang dibangun Raiffeisen, Petani dan Kaum buruh berkembang pesat di Jerman. Credit Union Sampai wafatnya Reiffeisen tahun 1988, terdapat 425 Credit Union di Jerman.

Keberhasilan Heddesdorfer Credit Union atas 3 prinsip utama dalam menjalankan organisasi akhirnya menjadi prinsip dasar Credt Union: Azas Swadaya, modal dari simpanan hanya diperoleh dari anggotanya; Azas Setiakawan/ solidaritas, Pinjaman hanya diberikan kepada anggotanya; Azaz Pendidikan/ penyadaran, membangun watak adalah yang utama, hanya yang berwatak baik yang diberikan pinjaman.

CU berkembang ke seluruh dunia, Seorang wartawan Alphonse Desjardin pada awal abad ke-20 membawa CU ke Canada. Seorang saudagar kaya Edward Fillene membawa CU ke Amerika Serikat.Mary Gabriella Mulherim membawa ke Asia khususnya Korea. Pada tahun 1934, dibuat Undang-Undang tentang Credit Union pada masa pemerintahan Presiden F. D. Rosevelt. Kemudian gabungan Credit Union di Amerika Serikat (Credit Union National Association) membentuk Biro Pengembangan CU sedunia, yang diresmikan menjadi World Council of Credit Unions (WOCCU) pada 1971. Kantor pusatnya di Madison, Wiscounsin Amerika Serikat.

Struktur Jaringan Credit Union

WOCCU : World Council of Credit union; ACCOSCA : The Afrika Cooperative and Credit Association; AFCUL : The Australian Federation of Credit Union Limited; CUNA : The Credit Union National Association (USA); ACCU : The Asian Confederation of Credit Union (Bangkok); CCS : The Canadian Cooperative Credit Society; CCCU : The Caribbean Confederation of Credit Union; COLAC : The Confederation Latino Americana de Cooperative de Alhoro; INKOPDIT : Induk Koperasi Kredit; BKCU : Badan Kooordinasi Credit Union; BK3D : Badan Koordinasi Koperasi Kredit Daerah; CU : Credit Union; Anggota : Masyarakat anggota Credit Union.

Federasi Credit Union ASIA

Bangladesh, CCULB-The Cooperative Credit Union League of Bangladesh; Hongkong, CULHK-Credit Union League of Hong Kong;  Indonesia , CUCO- Credit Union Counseling Office (namun dalam perjalanan waktu berganti nama menjadi BK3I-Badan kordinasi Koperasi Kredit Indonesia lalu berganti lagi dengan nama INKOPDIT-Induk koperasi kredit) dengan alamat website masih menggunakan CUCO, www.cucoindo.org)

Jepang , JCU - Japan Credit Unions; Korea, NACUFOK - National Credit Union Federation of Korea; Malaysia, WCCS - Workers Credit Co-operative Society Ltd. Malaysia; Nepal, NEFSCUN - Nepal Federation of Savings and Credit Cooperatives Union; Papua New Guinea , FESALOS - Federation of Savings & Loan Societies PNG; Philippines; NATCCO - National Confederation of Cooperatives; PFCCO - Philippine Federation of Credit Cooperatives; Republic of China Taiwan, CULROC - Credit Union League of the Republic of China Taiwan; Sri Lanka , SANASA - Federation of Thrift & Credit Cooperative Societies Sri Lanka; Thailand; CULT - Credit Union League of Thailand; FSCT - Federation of Savings and Credit Cooperatives of Thailand; Vietnam, CCF - Central People’s Credit Fund - Vietnam.

Catatan: Ada yang menarik dari federasi Credit Union diatas; ada 2 negara di Asia yaitu Philipina dan Thailand memiliki 2 federasi Credit Union. Artinya ACCU memperkenankan sebuah negara memiliki lebih dari satu Federasi Credit Union; Di Indonesia federasi Kredit Union disebut Induk Koperasi Kredit (INKOPDIT).

[1] Sumber informasi dari buku “Menjadi kaya karena uang bekerja untuk kita” , ditulis oleh Munaldus berdasarkan buku The Credit Union Movement: Origins and Development 1850-1970 yang ditulis oleh J. Carrol dan Gilbert C. Fite, Ilustrasi: materi DIKSAR CUBG.

[2] www.woccu.org 2010 Statistical Report, WOCCU juga mencatat penetrasi pertumbuhan 7.5% (jumlah anggota Credit Union dibagi populasi ekonomi aktif usia 19-64 tahun). Di Indonesia sendiri tahun 2010 penetrasi pertumbuhan Credit Union baru mencapai 0.9%, namun di Korea penetrasi Credit Union sudah mencapai 15.7%.

Sejarah Credit Union Di Indonesia
Awalnya Carolus Albrecht, SJ, kelahiran Altusried, Augsburg, Jerman Selatan, 19 April 1929 ditugaskan  ke  Indonesia pada Desember 1958 di Girisonta, Jawa Tengah. Tahun 1959 kemudian pindah ke Jakarta bertugas di Tanjung Priok kemudian pindah lagi lalu Semarang pada tahun 1960 sampai 1961.

Sebagai bentuk kesadaran Gereja Katolik terhadap pentingnya pemberdayaan ekonomi rakyat, KWI (Konferensi Waligereja Indonesia, waktu itu bernama Majelis Agung Waligereja Indonesia-MAWI), menugaskan Pater Albrecht, SJ (Delegatus Sosial Keukupan Agung Jakarta) dan sejawatnya Frans Lubbers, OSC (Delegatus Sosial Keuskupan Bandung) mengembangkan Credit Union  bersama semua Delegatus Sosial Keuskupan.

Dimulai dari SELA (Socio Economic Life in Asia, Lembaga yang berada di bawah Serikat Jesus) menyelenggarakan sebuah seminar panjang di Bangkok tahun 1963 dengan pembicara para imam dan awam dari Amerika, Eropa dan Philipina. SELA adalah lembaga yang pertama kali memperkenalkan Credit Union di Asia, termasuk Indonesia. Seminar yang bertajuk Community Development and Credit Union inilah yang menjadi tonggak awal ide pengembangan Credit Union di Indonesia.

Seminar tersebut dihadiri oleh Carolus Albrecht SJ, John Dijkstra SJ, Frans Lubbers, OSC dan dari masyarakat awam hadir FX. Bambang Ismawan, Nico Susilo dan Sumitro.  Sekembalinya mereka dari seminar tersebut tidak serta-merta langsung mendirikan Credit Union.  Setelah 2 tahun menjalani pergumulan, Ikatan Petani Pancasila memulainya dengan membentuk Kelompok Usaha Bersama Simpan Pinjam pada tahun 1965 ketika FX. Bambang Ismawan menjadi Ketua Umum Ikatan Petani Pancasila.  Kelompok usaha serupa banyak berkembang di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Lampung.

Walaupun Credit Union belum juga didirikan, namun seminar-seminar Credit Union terus dilaksanakan, seperti di Bandung tahun 1968 dan Sukabumi tahun 1969 oleh Frans Lubbers, OSC. Akhirnya Pater Albrecht mengundang CUNA (The Credit Union National Association (USA) secara resmi pada tahun 1967, untuk memperkenalkan gerakan Credit Union ke Indonesia. Saat itu hadir A.A. Bailey mewakili CUNA dan Augustine R. Kang Manager ACCU (The Asian Confederation of Credit Union).

Pembentukan CUCO ini melewati proses yang panjang, tahun 1969 Pastor John Collins, SJ diminta ke Jakarta untuk melakukan kajian kelayakan Credit Union yang dikembangkan di Indonesia.  Kesimpulannya Credit Union dianggap layak untuk dikembangkan dengan syarat 5 tahun masa inkubasi. Embrio gerakan Credit Union baru terbentuk tepatnya  4 Januari 1970, ketika Pater Albrecht membentuk Credit Union Counselling Office (CUCO) yang beralamat di Jalan Gunung Sahari N0. 88 Jakarta (Kini menjadi kantor INKOPDIT) dan Drs. Robby Tulus sebagai pelaksananya.

Berkat dukungan Dirjen Koperasi saat itu yaitu Bapak Ir. Ibnoe Soedjono akhirnya Credit Union layak untuk dikembangkan bahkan Ibnoe Soedjono menjadi Ketua Dewan Penyantun CUCO yang beranggotakan Raden Mas Margono Djoyohadikusumo (pendiri BNI 46), Prof. Dr. Fuad Hasan (Guru besar psikologi yang kemudian menjadi Menteri Pendidikan & Kebudayaan), Mochtar Lubis (wartawan dan satrawan), Prof. Dr. A.M. Kadarman, SJ (Pendiri Lembaga Pendidikan & Pengembangan Manajemen), A.J. Sumandar, John Dijkstra, SJ dan Pater Albrecht, SJ sendiri. Kemudian tahun 1971, Pater Albrecht menyerahkan jabatan Direktur Pengelola CUCO kepada Robby Tulus dan beliau melanjutkan karya-karyanya sebagai imam.

Walaupun perangkat organisasi sudah ada, namun Credit Union secara resmi baru berjalan pada tahun 1976 setelah terbentuk Biro Konsultasi Koperasi Kredit (BK3). Seiring waktu, nama CUCO di Indonesia diubah menjadi Badan Koordinasi Koperasi Kredit Indonesia (BK3I) pada Konferensi Nasional Koperasi Kredit Indonesia pada tahun 1981. Kini BK3I sudah dikenal dengan nama Induk Koperasi Kredit (INKOPDIT). Berkat perjuangan yang gigih Pater Albrecht dan kawan-kawan  Credit Union berkembang ke berbagai wilayah di Indonesia.

Setelah menjadi warna Negara Indonesia, Pater Albrecht memiliki nama Indonesia Karim Arbie. Tahun 1980, Pastor Karim pindah dan menjadi pastor pembantu di Paroki Santo Fransiskus Xaverius Tanjung Priok. Tahun 1985 pindah lagi ke Paroki Santa Anna , Duren Sawit, Jakarta Timur sampai 1990. Pada tahun 1990, Pada usia sudah 61 tahun, Pastor Karim ditugaskan ke Timor-Timur. Pada 27 Juli 1997, beliau masih sempat merayakan 40 tahun imamatnya di Altusried. Namun pada 11 September 1999 beliau tertembak orang tak dikenal di Dilli, Timor-Timur, sekarang Timor Leste. Beliaulah orang yang berjasa memperkenalkan Credit Union ke Indonesia.

CU semakin berkembang bahkan Asetnya tumbuh 259% selama 10 tahun terakhir terlampir dalam table perkembangan Kopdit 10 tahun terkahir dari 2001-2010 seluruh CU/Kopdit yang tergabung dalam Gerakan Koperasi Kredit Indonesia:
   
Dari perjalanan sejarah Credit Union di Indonesia, inilah  nama-nama Inisiator gerakan awal Credit Union di Indonesia: Albrecht Karim Arbie, SJ; Robby Tulus; Ir. Ibnoe Soedjono; John Collins, SJ;     Raden Mas Margono Djoyohadikusumo; Prof. Dr. Fuad Hasan; Mochtar Lubis; Prof. Dr. A.M. Kadarman, SJ; A.J. Sumandar; John Dijkstra, SJ; FX. Bambang Ismawan; Frans Lubbers, OSC; Nico Susilo; Sumitro; FX. Susanto; Hubertus Woeryanto; Theodorus Trisna Ansarli; A.C. Lunandi; Suharto Nazir; Sukartono.


Sejarah Puskopdit BKCU Kalimantan
Kalimantan Barat merupakan bagian pengembangan Gerakan Credit Union (CU) yang dirintis oleh Pastor Karl Albrectht Karim, SJ (almarhum). Bibit-bibit Credit Union yang ditabur, berkembang dan mengalami inkultarasi sesuai budaya Kalimantan (Dayak) menjadi  CU “ala Kalimantan”. Perjalanan perkembangan CU di Kalimantan Barat sangat menarik untuk ditelusuri. Masih banyak saksi hidup, pelaku sejarah yang tahu persis bagaimana jatuh bangun, timbul tenggelamnya Credit Union di kawasan ini. Lebih menarik lagi akhir-akhir ini Credit Union menjadi populer. Teman-teman senusantara bahkan dari negara tetangga datang ke Kalimantan Barat untuk mempelajari CU “ala Kalimantan”. Menurut pendapat DR. Francis Wahono pada RAT BK3DK tahun buku 2006 di Palangka Raya CU “ala Kalimantan” disebut Credit Union Modern (CUM). Apabila kita menapak tilas terhadap sejarah perkembangan gerakan Credit Union Kalimantan, maka dapat dikelompokkan ke dalam fase-fase sebagai berikut :

Fase Awal Pengenalan (1975-1984)

Pada fase ini gerakan Credit Union berjalan secara sendiri-sendiri, alamiah tanpa koordinasi antar CU primer. Ketika itu Credit Union di wilayah Kalimantan Barat menjadi bagian dari program kerja Delegatus Sosial (DELSOS) Keuskupan Agung Pontianak yang dipimpin oleh  Pastor Pius Gamperle, OFM.Cap.

Pada fase ini banyak berdiri Credit Union  di paroki-paroki sebagai lingkup wilayah operasional mereka. Umumnya masih dikelola secara tradisional, belum ada pegawai, pengurus merangkap pengelola dan hanya mengelola simpan-pinjam dengan produk tunggal. Ikatan pemersatu (Common Bond) terkesan masih tertutup, untuk kalangan terbatas. Akibatnya banyak credit union yang tidak mampu bertahan, hidup segan mati tak berkubur dan tinggal satu-satunya CU yang masih bertahan adalah CU Lantang Tipo (2 Februari 1976) di Pusat Damai, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Fase Uji Coba (1985-1989)

Pada fase ini terjadi refleksi mengapa Credit Union pada masa terdahulu kerdil, dan hanya melangkah “poco-poco”, bahkan banyak yang menghilang tanpa berita.

Untuk mengkaji lebih jauh dan mencari langkah-langkah menumbuhkan kembali gerakan Credit Union di Kalimantan Barat, Delsos Keuskupan Agung Pontianak dipimpin oleh Pius Alfred memfasilitasi terbentuknya Tim Pengembang Credit Union dengan menyelenggarakan Pelatihan Dasar Credit Union bekerjasama dengan BK3I Jakarta. Maka pada tanggal 12 Mei 1985 didirikan Credit Union Laboratorium yaitu Credit Union Khatulistiwa Bakti di Pontianak.

Tim pengembang berpendapat Credit Union harus dimulai dari kota, tidak seperti pada fase sebelumnya di mana Credit Union dimulai di Paroki di daerah-daerah. Credit Union Laboratorium menjadi tempat belajar, dan memberi inspirasi tumbuhnya Credit Union baru baik di Kotamadya maupun di daerah pedalaman Kalimantan Barat.

Selanjutnya, beberapa orang dari Yayasan Karya Sosial Pancur Kasih yang juga terlibat dalam kepengurusan Credit Union Khatulistiwa Bakti mendirikan Credit Union Pancur Kasih pada tanggal 28 Mei 1987 dengan basis para guru SMP dan SMA Santo Fransiskus Asisi beserta pegawai Yayasan Karya Sosial Pancur Kasih Pontianak. Perkembangan selanjutnya berdirilah beberapa CU antara lain yang masih bertahan sampai saat ini yaitu Credit Union Sehaq (1 Oktober 1988) di Pahauman Landak  dan Credit Union Usaha Kita (9 Juli 1989) di Sei Ayak Sanggau (sekarang Sekadau). Pada tanggal 17  Agustus 1988 berdiri Credit Union Bina Masyarakat di Sintang dan tanggal 15 April 1989 berdiri Credit Union Masdapala di Ngabang.

Dengan semakin banyaknya CU primer bangkit kembali sehingga terpenuhi persyaratan pendirian BK3D yaitu minimum 3 CU primer (Khatulistiwa Bakti, Lantang Tipo, Pancur Kasih), maka pada tanggal 27 November 1988  terbentuklah Badan Koordinasi Koperasi Kredit Daerah Kalimantan Barat (BK3D Kalbar) sebagai wadah untuk koordinasi dan pelatihan CU primer.  Pengurus periode pertama tercatat A.R Mecer sebagai Ketua, Pius Alfred bin Simin sebagai Wakil Ketua, P. Florus sebagai sekretaris,  dan Frans Laten sebagai Bendahara. Tahun 1991 ada pergantian pengurus.  Tiba-tiba muncul 40-an CU, tanpa sepengetahuan pengurus BK3D, AR  Mecer sebagai ketua saat itu. Ketika RAT, terpilihlah Pius Alftred sebagai ketua.  CU yang 40-an menghilang.

Fase Inkubasi (1990-1996)

Fase ini berlangsung selama 6 tahun di mana  BK3D Kalbar memulai kegiatannya secara efektif. Selain mengkoordinir Credit Union yang tumbuh dalam fase sebelumnya, BK3D Kal-bar juga memfasilitasi berdirinya CU-CU baru diantaranya Credit Union Bonaventura (9 Januari 1991)    di Nyarumkop Singkawang, Credit Union Semandang Jaya (1 November 1991) di Balai Semandang Ketapang, Credit Unon Semarong (27 Februari 1993) di Sosok Sanggau, Credit Union Keling Kumang (25 Maret 1993) di Tapang Sambas Sekadau, Credit Union Pancur Solidaritas (1 April 1994) di Ketapang, Credit Union Sumber Kasih (1 Mei 1994) di Teraju Sanggau, Credit Union Stella Maris (12 Februari 1995) di Pontianak, Credit Union Nyai Anta (14 Mei 1995) di Ng. Taman Sekadau, Credit Union Tri Tapang Kasih (2 Juni 1996) di Sejiram Kapuas Hulu, Credit Union Banuri Harapan Kita (10 Juni 1995) di Batang Tarang Sanggau, Credit Union Pancur Dangeri (14 April 1995) di Simpang Dua Kecamatan Simpang Hulu Kabupeten Ketapang,  Credit Union Agape (13 Juni 1996),  Credit Union Canaga Antutn (14 April 1996) di Menyumbung Ketapang.

Adapun Credit Union yang tidak bergabung dengan BK3D Kalbar yaitu :  Credit Union Samaria (24 Oktober 1995) di Batang Tarang, Credit Union Alam Lestari Jopo (1 April 1995) di Desa Cupang Gading, Kecamatan Sekadau Hilir, dan Credit Union Berkat Usaha (18 Oktober 1996) di Baram Kecamatan Simpang Hulu Kabupaten Ketapang.  Namun pengembangan CU belum terencana dengan baik. Produk dan Pelayanan juga masih konvensional. Dana fasilitasi dan pendampingan masih sangat terbatas, belum mandiri dan masih tergantung pada donatur. BK3D Kalbar belum berhasil mengkoordinir CU-CU yang ada, sehingga CU masih berjalan sendiri-sendiri.

Fase Konsolidasi (1997-1999)

Kepengurusan BK3D Kalbar dipimpin oleh A.R Mecer. Tanda-tanda perkembangan sudah mulai tampak. Manajemen profesional mulai diterapkan,  secara internal BK3D Kalbar mulai mengangkat karyawan sebagai tenaga kerja penuh waktu. CU-CU yang ada mulai terkoordinir dengan baik dan jelas. Telah dilakukan persamaan persepsi tentang Visi dan Misi gerakan Credit Union termasuk perencanaan strategis dan pengembangan wilayah kerja.

Hal ini berkaitan juga dengan terpilihnya A.R.Mecer sebagai anggota MPR RI (1999-2004) utusan golongan minoritas etnis Dayak. CU mulai diperkenalkan ke wilayah luar Kalbar. Di Kalteng berdiri Credit Union U Sumber Rejeki (1 Maret 1999) di Ampah Barito Selatan  dan di Kaltim berdiri Credit Union Sempekat Ningkah Olo (1 Juli 1999) di Jengan Danum Kutai Barat. Di Kalbar berdiri Credit Union  Kusapa (13 Desember 1998) di Sanggau. Credit Union Pangiris Midup (1 September 1997) di Langkar, Kecamatan Simpang Hulu Kabupeten Ketapang, Credit Union Manteare (6 September 1998) di Rawak, Sekadau, Kalimantan Barat, Credit Unio Tuah Menua (18 Agustus 1998) di Sei Utik Kecamatan Embaloh Hulu Kapuas Hulu, Credit Union Puyang Gana (6 Juli 1998) di Desa Keboq Kecamatan Kelam Permai Sintang Kalbar, Credit Union Gemalaq Kemisiq (17 Februari 1999) di Tanjung Kecamatan Jelai Hulu Ketapang, Credit Union Bina Kasih (23 Oktober 1999) di Pontianak, Credit Union Pangsurat Gunung Bawang ( 3 April 1998) di Belimbing Kecamatan Ledo Kabupaten Bengkayang, Credit Union Panamuan Katalino (1  Juni 1997) di Tumiang Kecamatan Samalantan Kabupaten Bengkayang, dan Credit Union Taponkng Borimai (29 September 1998) di Kotup Kecamatan Bonti Kabupaten Sanggau dan  Credit Union Raya Ramoh (1 Juni 1997).

Pola ketergantungan dana pada donatur untuk fasilitasi dan pendampingan mulai bergeser dengan pola peningkatan keswadayaan.

Fase Penemuan Jati Diri (2000-2001)

Fase ini merupakan titik awal kebangkitan BK3D Kalbar di bawah kepemimpinan A.R Mecer. Philosofi, nilai-nilai, serta prinsip-prinsip Credit Union diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat lokal khususnya masyarakat Dayak. Melalui refleksi, evaluasi serta rekoleksi, para pengembang Credit Union di Kalimantan terinspirasi sehingga menemukan ramuan kombinasi pendekatan Ilmu Pengetahuan Modern, religius, dan nilai-nilai budaya lokal.

Upaya penerapan pendekatan tersebut telah mengakar dalam praktik kehidupan sehari-hari para anggota. Kekhasan Credit Union Kalimantan mendorong  Credit Union di wilayah ini menjadi leading factor perkembangan Credit Union di Indonesia. Perencanaan Strategis sebelum mendirikan CU baru menjadi suatu keharusan. CU model baru berdiri di mana-mana. Di antaranya Credit Union Mura Kopa (22 Februari 2000) di Keladang Sanggau, Credit Union Keluarga Kudus (15 Oktober 2000) di Pontianak,  Credit Union Daya Lestari (4 Juni 2001) di Samarinda, Credit Union Tilung Jaya (15 Oktober 2001) di Putussibau,  Credit Union Telaga Kumang (1 Oktober 2000) , dan  Credit Union Arus Laur (15 November 2001).

Fase Perluasan Wilayah Kerja (2002-2006)

Pesatnya perkembangan Credit Union di bawah naungan BK3D Kalbar menjadi perhatian dari kalangan luar. Melalui mitra kerja di bawah SegeraK Pancur Kasih, kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat dan kalangan gereja, mereka melakukan kunjungan ke Credit Union Kalimantan dan mereka melihat ada sesuatu yang berbeda. Karena dorongan yang kuat untuk mengembangkan Credit Union di wilayahnya masing-masing, mereka melakukan negosiasi untuk meminta difasilitasi oleh BK3D K.

Permintaan terus mengalir, satu persatu Credit Union berdiri dan berkembang dengan konsep CU “ala Kalimantan” baik di Kalbar maupun di luar Kalbar yaitu     Credit Union Petemai Urip Mamahak Teboq Kutai Barat (10 April 2002) Samarinda, Credit Union Femung Pebaya (14 September 2002) di Malinau Kaltim, Credit Union Betang Asi    (26 Maret 2003) di Palangka Raya Kalteng, Credit Union Tani Mandiri (1 Mei 2003) di Nanga Mau Sintang, Credit Union Muare Pesisir  (10 Mei 2003) Sungai Itik di Kakap Kalbar, Credit Union Citra Dayak (29 Agustus 2003) di Belusuh Kutai Barat Kaltim, Credit Union Alang Jalung (25 Oktober 2003) di Desa Ritan Baru Kecamatan Tabang Kutai Kartanegara Kaltim, Credit Union Sabhang Utung (17 September 2004) di Nanga Kemangai Sintang, Credit Union Remaung Kecubung (7 Februari 2004) di Pangkalan Bun Kalteng, Credit Union Mambuin     (4 April 2005) di Babo Papua Barat, Credit Union Almendo (8 April 2005) di Sorong Papua Barat, Credit Union Eka Pambelum Itah (23 Juni 2006) di Sampit Kalteng, Credit Union Sinar  Papua Selatan (20 Agustus 2006) di Merauke Papua, Credit Union Bererod Gratia  (15 Mei 2006) di ibu kota negara Jakarta, dan Credit Union Bahtera Sejahtera (15 September 2006) di Maumere NTT, Credit Union Sauan Sibarrung (7 Desember 2006) di Makale Tana Toraja Sulawesi Selatan dan Credit Union Sinar Saron (7 Juli 2006) di Larantuka, Kabupaten Flores Timur NTT.

BK3D Kalimantan Barat terdorong atas permintaan anggota untuk menyesuaikan nama yang tepat. Pada RAT BK3D Kalbar Tahun Buku 2002 tanggal 11 Pebruari 2003 di Sekadau nama BK3D Kalbar diubah menjadi  BK3D Kalimantan-Indonesia yang disingkat BK3DK. Formulasi  khas Credit Union “ala Kalimantan” menjadi model bagi Credit Union di luar Kalimantan. Falsafah petani menjadi inspirasi dalam pengembangan produk dan pelayanannya.

Adanya produk unggulan mendorong anggota untuk membangun masa depan melalui Credit Union. Untuk mempersiapkan masa depan ini, setiap anggota dimungkinkan meminjam untuk disimpan kembali di Credit Unionnya masing-masing. Pinjaman ini disebut Simpanan Kredit atau Simpanan Kapitalisasi atau Pola Menabung yang terprogram. BK3D-K merasa berkewajiban merespon permintaan fasilitasi dan pendampingan Credit Union di luar Kalimantan. Perkembangan Credit Union yang pesat mendorong aktivis untuk terus menerus mengasah diri dengan pengetahuan dan ketrampilan. Oleh sebab itu para praktisi Credit Union Kalimantan aktif menghadiri event-event yang diselenggarakan di tingkat nasional maupun Internasional. Dengan demikian Credit Union Kalimantan mulai dikenal di kalangan Credit Union Indonesia dan Asia.

Fase Akreditasi (2007-sekarang)

Fase Akreditasi dimulai sejak tahun 2007. Beberapa CU yang berdiri pada fase ini Credit Union Kasih Sejahtera (8 Juni 2007) di Atambua Timor, Credit Union Kingmi (9 Juli 2007) di Pontianak Kalbar, Credit Union Mekar Kasih (28 September 2007) di  Makassar, Credit Union Gerbang Kasih (13 Juni 2007 ) di Ende NTT, dan Credit Union Kasih Sejahtera (25 Juli 2007) di Surabaya.

Paradigma baru dalam mengelola credit union memerlukan pengetahuan dan ketrampilan baru. Credit Union Kalimantan harus standar dan profesional, sehingga perlu alat penilaian yang standar yang diakui di tingkat dunia. Instrumen assesmen inilah yang dikenal dengan nama ACCESS Branding. Pada tahap awal ini, untuk sementara sepuluh Credit Union anggota BK3D-K (Pancur Kasih, Lantang Tipo, Keling Kumang, Khatulistiwa Bakti, Betang Asi, Sumber Rejeki, Pancur Solidaritas, Bonaventura, Tilung Jaya dan Canaga Antutn) direkomendasikan untuk mempersiapkan  diri mengikuti  akreditasi ACCESS Branding oleh Association Of Asian Confederation of Credit Unions (ACCU).

Catatan:
Peran-peran Gereja melalui para Romo: Rm.Subiyanto(Papua), Belino(Florus), Fredy (Sulawesi), Chrisantus Lake, Pr.(Atambua). CU masuk sekolah sebagai muatan lokal (SMP/U Fransiskus Asisi).

Arti Logo BKCU Kalimantan

Arti gambar pulau Kalimantan
Melambangkan gerakan Credit Union Kalimantan bermula dari Kalimantan. Gerakan yang merupakan titik tolak sejarah perkembangan Credit Union Indonesia.

Arti gambar Bola Dunia
Menunjukkan  bahwa Gerakan Credit Union Kalimantan merupakan gerakan yang mendunia (global). Salah satu kekuatan  gerakan Kalimantan yaitu bukan hanya lokal tetapi memiliki jaringan internasional.

Arti gambar Tangan
Gambar tangan yang menopang Bola Dunia dan Pulau Kalimantan melambangkan kemandirian.  Gerakan yang mengutamakan prinsip solidaritas/setia kawan dan swadaya.

Makna Warna Logo Puskopdit BKCU Kalimantan
Warna Biru: melambangkan Kedamaian dan Keamanan; Warna Hijau: melambangkan kesejahteraan. Gerakan Credit Union Kalimantan bertujuan agar setiap anggota  bebas  financial; Warna Coklat: melambangkan Warna yang menunjukkan  bagian pulau Kalimantan yang bukan wilayah NKRI.

Sumber: http://puskopditbkcukalimantan.org.

TPK ke-20 Resmi di Buka

Written By rokhmond onasis on Tuesday, May 5, 2015 | 8:43 AM

Matahari sudah beranjak meninggi. Rabu, 1 April 2015 pukul 9.30 pagi. Tepat di pinggir jalan lintas Palangka Raya- Kuala Kurun. Salah satu ruko berpintu harmonika tampak ramai. Terpasang tenda berukuran besar dengan susunan kursi yang rapi di bawahnya.

Kampuri itulah nama kampung yang penulis kunjungi. Di hari Rabu pagi itu Tempat Pelayanan Khusus (TPK) ke-20 kopdit CU Betang Asi akan resmi beroperasional. Dibuka dengan tarian Mandau Dayak oleh 4 penari perempuan dari SMP-1 Kampuri. Tarian ini semakin asyik dengan ada 2 pemain musik yang secara langsung memainkan gong dan gendang. Ditambah 1 orang yang menyanyikan lagu karungut.

Doa pembuka di lakukan oleh Ibu Pendeta Dona. Dari penjelasan Hunan, ketua panitia di ketahui bahwa 2 hari sebelumnya telah dilakukan Perencanaan Strategis (SP) sebagai persiapan pendirian TPK Kampuri. Kegiatan SP yang di lakukan pada 30-31 Maret 2015, dan peresmian TPK ini menghabiskan dana 74 juta lebih yang berasal dari CU.

Sedangkan dalam sambutan Ethos HL, selaku GM, ia mengatakan TPK Kampuri adalah unit kerja dari TP Betang Sinta di Sepang Kota. Dalam operasionalnya ada 13 kampung yang akan di layani oleh TPK Kampuri dari Kampuri hingga Petak Bahandang, Gunung Mas. Ethos menegaskan bahwa pelayanan tidak boleh menjadi menara gading.

Peresmian ini dihadiri pula oleh ketua pengurus CU Betang Asi, Ambu Naptamis dan penasehat, TT. Suling. Beberapa undangan yang nampak hadir, Camat Mihing Raya, Kapolsek, Danramil Sepang, Gumas. Side Linga sebagai Camat Mihing Raya dipercaya untuk melakukan seremonial pembukaan tirai papan kantor. Sebagai rangkaian penutup acara, pemberkatan kantor dilakukan oleh Pastor Lusius Uran, SVD.

Semoga pendekatan pelayanan kepada anggota CU dan masyarakat dapat dilakukan secara optimal, sehingga membawa aktivitas yang positif bagi masyarakat di kecamatan Mihing Raya dan sekitarnya.

Sumber foto dan tulisan: Rokhmond Onasis.

Refleksi HUT CU Betang Asi Ke-12

Written By rokhmond onasis on Sunday, April 5, 2015 | 9:08 PM

Perjalanan CU Betang Asi yang menginjak ke-12 tahun pada 26 Maret 2015 lalu mempunyai catatan dan kenangan tersendiri dari pelaku sejarah sekaligus pendiri lembaga milik anggota ini. Matheus Pilin dalam catatan yang dikutip dari emailnya mengajak anggota untuk merefleksikan apakah CU Betang Asi ada bersama kaum tertindas?. Berikut kutipan lengkap isi emailnya:

"Yang terkasih Insan CU Betang Asi di dalam rumah Betang yang panjang dan, sahabatku  aktivis  (rekan pendiri, pengurus, pengawas, manajemen) yang aku banggakan.  L***i SMS aku jika ada catatan refleksi abang mohon kirim ke email.  Sambil menikmati perjalanan macet di Jakarta aku berbagi demikian:

Kasih dalam rumah  betang, itu kata yang pas untuk 12 tahun CU Betang Asi hari ini 26 Maret 2003-2015. Semangat kasih persaudaraan, solidaritas, semangat kebersamaan, toleran, perhatian, peduli sesama itu ajaran kasih dalam nilai luhur rumah betang.

Kini warga rumah betang sudah ribuan jumlahnya bernaung & "tinggal" di dalam rumah Betang Asi. Adakah ia menjadi asing?
Adakah ia masih kenal “orang tuanya”?
Adakah kegembiraan, kesejahteraan ?

12 tahun jika dianalogikan sebuah bangunan masih bagus, kokoh, belum ada yang rusak, atap lepas ditiup angin dan lain-lain, karena itu ada banyak yang tertarik untuk mampir dan berteduh sejenak. Rumah Betang yang panjang, dari kota ke desa terus ke kampung hingga pedukuhan disana ada warga yang miskin, marginal, tertindas, tak berdaya, adakah ASI nya BETANG disana bersama mereka?

Semoga CU Betang Asi tetap bersama kaum ANAWIM & DHUAFA.

Selamat ulang tahun-12"
@matheus Pilin Belawing

Sumber: Matheus Pilin pilin***@gmail.com; On 26 Mar 2015, at 09.42 (beberapa tulisan di edit tanpa mengurangi maknanya).


LDP dan KARSA Selenggarakan Lokakarya

Written By rokhmond onasis on Monday, March 30, 2015 | 1:46 AM

Lembaga Dayak Panarung (LDP) Bekerjasama dengan Lingkar Pembaruan Perdesaan & Agraria  (KARSA) Jogyakarta mengadakan Lokakarya “Isu-Isu Kritis UU Desa No.6 Tahun 2014” dan Pelatihan “Perencanaan & Penganggaran yang Pro Perempuan dan Anak”.

Selama 3 hari dari tanggal 23 – 25 Maret 2015. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kecamatan Jabiren Raya, Desa Jabiren. Di hadiri perwakilan pemerintahan Desa dan perempuan dari Desa Jabiren, Pilang, Sakakajang & Garung kecamatan Jabiren Raya dan 1 desa Gohong dari kecamatan Kahayan Hilir kabupaten Pulang Pisau.

Sebanyak  70 orang hadir saat pembukaan. Sedangkan saat pelatihan selama 2 hari (24 – 25 Maret 2015) di hadiri sebanyak 35 orang yang pesertanya dikhususkan untuk  perempuan. Sedangkan untuk narasumber dan fasiltator yang berpengalaman di bidangnya langsung dari dari KARSA Jogyakarta seperti Drs. Widyo Hari Murdianto, M.Si, Farid Hadi Rachman, Drs., dipl. Ing., M.E, Paramita Iswari, ST. MA dan Ita Natalia, S.Hut.

Dalam lokakarya ini banyak disampaikan dan dibahas tentang perbedaan dan perubahan  UU No. 32/2004 – PP No. 72/2005  dan UU Desa No.6 Tahun 2014, dan persiapan untuk mendapatkan dana desa sesuai (PP No. 60/2015)  jadi setiap desa tidak sama yang diterima di sesuaikan dengan jumlah penduduk, luas wilayah, angka kemiskinan, dan tingkat  kesulitan geografis, diperkirakan dana desa akan turun bulan April 2015 kalau tidak ada kendala.

Dalam UU Desa tersebut terdapat beberapa implikasi untuk desa seperti, kedudukan desa semakin jelas dan kuat, Desa bukan lagi sebagai pemerintahan semu, tetapi sebagai pemerintahan masyarakat atau pemerintahan berbasis masyarakat, Desa mempunyai kewenangan yang jelas dan relevan dengan kepentingan warga masyarakat setempat, Desa mempunyai basis material (terutama dana) yang lebih besar, Satu desa, satu perencanaan dan satu anggaran, Desa akan menjadi lebih demokratis, Pembangunan desa akan lebih dinamis dan maju.

Sedangkan untuk warga meliputi arena dan sumberdaya menjadi lebih besar dan lebih dekat pada warga desa. Warga mempunyai hak yang besar untuk berpartisipasi memanfaatkan bahkan merebut arena dan sumberdaya. tetapi tidak kalah penting  juga bagaimana kesiapan desa untuk membuat dan menyusun Perencanaan pembangunan desa ke depannya.

Dalam pelatihan dikhususkan untuk perempuan di mana dalam UU Desa No. 6 Tahun 2014 perempuan harus memahami isi dari UU tersebut sebab peran perempuan dalam pembangunan desa dan keterlibatan di dalan Ruang partisifasi perempuan di dalam desa sangat terbuka.

Misalnya, partisipasi perempuan di desa dapat dilakukan melalui Pemerintah Desa,BPD, Musyawarah Desa, Penyusunan RPJMDes, Penyusunan APBDes, Penyusunan Perdes, Partisipasi perempuan di desa juga dapat dilakukan melalui Lembaga Kemasyarakatan Desa seperti RT/RW, PKK, Karang Taruna, PKK, LPMD, Lembaga Adat dan kelompok-kelompok yang tumbuh di desa seperti: kelompok petani, peternak dll, Mendudukan keterwakilan perempuan dalam BPD menjadi point vital (sangat penting) untuk memastikan program-program strategis tersebut telah mengakomodir kebutuhan gender strategis yang dijalankan secara partisipatif dan berangkat dari aspirasi kelompok masyarakat tanpa logika mayoritas dan minoritas.

Pentingnya keterwakilan perempuan dalam BPD karena perempuan merupakan kelompok penerima manfaat langsung dari kebijakan BPD. Hadirnya musyawarah desa sebagai bentuk keterlibatan warga dalam pengambilan keputusan, Di dalam musyawarah desa mengikutsertakan unsur perempuan, Perempuan desa juga dapat kesempatan untuk terlibat dalam pemerintahan di desa dengan menjadi kepala desa atau perangkat desa.

Perempuan di desa juga dapat aktif dalam memberikan usulan ataupun tanggapan pada saat penyusunan RPJMdes, APBDes, ataupun Perdes dan lain-lain agar mempunyai keberpihakan pada kepentingan perempuan. Tidak kalah penting, di bahas juga dalam pelatihan ini untuk penyusunan APBDes penggangaran yang pro perempuan dan anak.

Sumber tulisan dan foto: Marchony/ Lembaga Dayak Panarung (LDP).
***



HUT CU Ke-12 Lakukan Sunatan Massal

Written By rokhmond onasis on Thursday, March 19, 2015 | 9:00 AM

Kecamatan Kapuas hulu, tepatnya di Sei Hanyu dipilih panitia menjadi pusat pengobatan gratis. Kampung yang juga diberi nama Sungai Hanyo ini akan dihadiri oleh 5 dokter yang akan bertugas untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis.

Informasi yang dikumpulkan penulis, rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) CU Betang Asi ke-12, dimulai pada tanggal 23 Maret 2015 dengan pengobatan dan sunatan masal. Selanjutnya tepat pada HUT yang jatuh pada Kamis, 26 Maret 2015 di halaman kantor pusat Palangka Raya akan dibuka pelayanan donor darah, bekerja sama dengan PMI Kota Palangka Raya.

Kemudian, pada Sabtu, 28 Maret pegiat CU Betang Asi akan melakukan kebaktian/ misa syukur di aula Diknas provinsi Kalteng. Rangkaian acara HUT ditutup pada tanggal 30 Maret 2105 dengan melakukan kunjungan ke lembaga-lembaga sosial di sekitar kota Palangka Raya.

Semoga dengan semakin bertambahnya usia lembaga milik masyarakat ‘Dayak’ ini semakin melayani anggota dengan professional dan tidak terjebak pada pelayanan yang bersifat karitatif.

Rangkaian RAT CU Betang Asi

Written By rokhmond onasis on Thursday, March 12, 2015 | 3:32 PM

RAT Konsolidasi

”Saya berjanji bahwa dalam menjalankan tugas sebagai pengurus dan pengawas Kopdit CU Betang Asi akan bekerja dengan rajin, jujur, tertib cermat dan bersemangat sehingga anggota akan mendapatkan pelayanan sebaik-baiknya”

Itulah salah satu kutipan sumpah janji yang diucapkan sejumlah pengurus terpilih, periode 2015-2017. Sebagai landasan komitmen dalam bekerja pengurus dan pengawas terpilih dilantik oleh sekretaris BKCUK, Damianus Jampi.

Acara yang berlangsung pada Sabtu (7/2)  merupakan bagian akhir dari rangkaian acara RAT yang dilakukan kopdit CU Betang Asi memulai kegiatannya pada Tahun Buku 2015. Dihadiri 347 peserta yang merupakan utusan yang dipilih pada masing-masing RAT TP.

Adapun dewan pengurus yang terpilih yaitu, ketua: Ambu Naptamis, SH, MH, wakil ketua I: Drs. Bambang Mantikei, M.Si,Wakil ketua II    : Karna Sophia Simbolon, Sekretaris: Gregorius S.Pd, Bendahara: Dr.FX Manesa M.Pd, Anggota: Sewantapuja JB S.Pd, MM; Domingos Neves Jaimito Da Costa S.Hut; M.Si, Gimmak Bulinga , S.Sos dan Pdm. Julius Langkah Awun Djinar S.Th. Sedangkan pengawas yang terpilih yaitu,ketua: Tunjung Amel, S.Pd, MM, sekretaris: Rita Sarlawa, SE, M.Si dan Anggota: Talitakumi, S.AP.

Dalam acara RAT Konsolidasi ini berkesempatan hadir Sekretaris Daerah, Siun Jarias, yang membuka acara secara resmi. Sebagai bagian dari anggota kopdit CU Betang Asi, Siun juga memukul gong menandakan acara RAT di buka.

RAT TP PH

Berselang 11 hari sebelumnya pada Senin (27/1) peresmian RAT Tempat Pelayanan Penyang Hatampung (TP PH) di pusatkan di Tumbang Talaken, Gunung Mas. Arton Dohong selaku Bupati Gunung Mas berkesempatan hadir.

Ia melakukan ritual potong pantan sebelum memasuki lokasi kantor yang baru dibangun. Sedangkan Ibu Bupati melakukan potong pita, menandai kantor dapat digunakan sebagai tempat melayani anggota. Peresmian kantor baru di TP Tumbang Talaken ini di tandai dengan penandatanganan prasasti sebagai tanda dibukanya RAT TP PH yang dilakukan bersama ketua CU Ambu Naptamis.

Dalam sambutannya, Arton mengatakan ia mendapatkan undangan dari CU bahwa ada peresmian kantor CU di Tumbang Talaken. “Masyarakat bagaimana bisa maju, karena mereka berorganisasi, bagaimana bisa berorganisasi, karena mereka bisa bersatu,  bagaimana bisa bersatu, kita saling asah, asih  dan asuh; kita orang Dayak banyak yang pintar tapi tidak harati,” ungkap Arton di atas podium.

Proses RAT berlangsung dinamis, dengan pertanyaan-pertanyaan kritis dari anggota terkait kredit lalai, agunan kredit, pengembangan, pendampingan kelompok petani karet dan pelayanan manajemen yang masih di rasa kurang.

Pertanyaan dan masukan-masukan anggota ditanggapi oleh pengurus dan manajemen yang hampir semuanya hadir karena mengikuti peresmian pembukaan kantor TPK Talaken. Ketua Pengurus,  Ambu Naptamis mengajak semua anggota supaya tepat waktu dalam melakukan pembayaran. Terkait pelayanan, Ethos sebagai GM mengatakan, kapasitas staf akan ditingkatkan dan kelayakannya akan dilihat sehingga ada beberapa staf yang akan dipindah ini bagian dari evaluasi staf.

Acara RAT ditutup dengan pemilihan dan pembacaan utusan yang mengikuti RAT konsolidasi di Palangka Raya.

***




OJK Akan Awasi Credit Union Mulai 2015

Written By rokhmond onasis on Thursday, February 19, 2015 | 11:41 PM

Bisnis.com, PONTIANAK - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan mulai 2015 akan mengawasi lembaga keuangan nonbank, seperti Credit Union yang tersebar di Provinsi Kalimantan Barat, kata Direktur Edukasi OJK, Lasmaida Gultom.

"Di Provinsi Kalbar Credit Union (CU) mengelola aset yang cukup besar dari dana simpanan masyarakat atau anggotanya," kata Lasmaida Gultom di Pontianak, Rabu (15/10/2014).

Dia menjelaskan yang menjadi permasalahan saat ini, apakah Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah mempunyai data seluruh koperasi di Indonesia, sehingga OJK harus memikirkan lagi, mekanisme pengawasan serta sumber daya manusia untuk melakukan pengawasan pada koperasi yang jumlahnya cukup banyak itu.

Menurut dia, koperasi tidak menjadi bagian yang diawasi oleh OJK, meski koperasi terus tumbuh dan berkembang di Indonesia termasuk di Kalbar, salah satunya Credit Union.

"Idealnya, yang mengeluarkan izin untuk mendirikan lembaga keuangan nonbank yang harus melakukan pengawasan," ungkapnya.

Dalam UU No. 1/2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro disebutkan, LKM (Lembaga keuangan masyarakat) berbentuk badan hukum atau perseroan terbatas atau koperasi dan pelaksanaannya diserahkan kepada pemerintah daerah (pemda), seperti gubernur, bupati atau wali kota atau badan usaha milik desa/kelurahan.

"Kami bekerja sama dengan Kementerian Koperasi, Usaha Menengah, dan Kecil, universitas dan pesantren, untuk lebih membuka akses keuangan. Sehingga sistem seluruh kegiatan sektor jasa keuangan stabil, teratur dan akuntabel," ujarnya.

Perkembangan CU di Kalbar cukup pesat dan bisa dikatakan yang terbaik di Indonesia, tercatat ada 21 CU di Kalbar. Anggotanya lebih dari sejuta orang atau sekitar seperlima penduduk Kalbar yang jumlah keseluruhannya sekitar 5,2 juta orang.

Total aset CU hingga akhir 2011 lebih dari Rp3 triliun. Total aset ini setara dengan satu seperempat kali APBD Kalbar tahun 2012.

Pada 2010 tercatat tiga CU terbesar di Kalbar, yakni CU Lantang Tipo, CU Pancur Kasih, dan CU Keling Kumang, tercatat juga sebagai tiga CU terbesar di Indonesia.

CU Lantang Tipo merupakan CU tertua didirikan 1976 dengan anggota awal 27 orang, tahun 2010 CU ini memiliki 107.000 anggota dan tersebar di sejumlah kabupaten di Kalbar, dengan total aset sekitar Rp1 triliun.

Sedangkan CU Pancur Kasih, awalnya hanya memiliki 61 anggota dengan modal awal Rp167.000, pada April 2012, jumlah anggota CU Pancur Kasih mencapai 105.107 orang dengan total aset Rp1,217 triliun. Kemudian CU Keling Kumang, berdiri sejak 20 tahun lalu. Pada akhir 2011 CU ini memiliki 114.377 anggota dengan aset Rp650,26 miliar.

Sumber: http://finansial.bisnis.com/read/20141015/89/265246/ojk-akan-awasi-credit-union-mulai-2015

CU Betang Asi Kuala Kurun Gelar Rapat Anggota Tahunan

Written By rokhmond onasis on Friday, January 30, 2015 | 8:18 AM

Senin 26 Januari GPU Damang Batu dipenuhi ratusan masyarakat yang mengikuti Rapat Anggota Tahun Koperasi Kredit CU Betang Asi Kuala Kurun.

Kopdit CU Betang Asi yang merupakan koperasi daerah ini semakin tahun semakin diminati masyarakat Kabupaten Gunung Mas tampak terlihat dengan adanya 3 (tiga) tempat pelayanan Kopdit CU Betang Asi diantaranya di Sepang Kota, Kuala Kurun dan Tumbang Malahoi dan ada 3 (tiga) tempat pelayanan khusus yaitu di Tewah, Tumbang Talaken dan Tumbang Jutuh.

Hadir dalam acara Pembukaan RAT Kopdit CU Betang Asi mewakili Bupati Gunung Mas staf ahli Bupati Bidang Pemerintahan Siner, S.H, dalam sambutannya menyampaikan bahwa RAT merupakan salah satu bentuk tanggung jawab dari pengurus dan manajemen yang wajib dilaksanakan sebagai wujud kedaulatan anggota melalui forum RAT yang merupakan forum tertinggi dalam pengambilan keputusan di organisasi koperasi.

Bupati Gunung Mas juga memberikan penghargaan dan apresiasi pada keberadaan Kopdit CU Betang Asi Kkuala Kurun yang telah banyak berkontibusi dalam upaya pemerintah untuk pemberdayan ekonomi, namun demikian dihimbau kepada penasehat, pengurus, pengawas, manajemen kolektor dan aktivis maupun anggota agar dapat terus menjaga komitmen dan kosistensi terhadap apa yang dicita-citakan oleh gerakan Credit Union.

Dalam kesempatan ini pula Bupati Gunung Mas berpesan : (1) terus melakukan inovasi dengan kreatif, memperbaiki dan mendekatkan pelayanan kepada anggota. (2) Agar fokus pengembangan kedepan adalah daerah-daerah pedalaman di Kabupaten Gunung Mas.

Bupati berharap agar Rapat Anggota Tahunan ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang baik dan konstruktif bagi kemajuan Kopdit CU Betang Asi dan kesejahteraan masyarakat.

(Bagian Humas dan Protokol Setda Gumas)

Sumber: http://www.gunungmaskab.go.id/berita/cu-betang-asi-kuala-kurun-gelar-rapat-anggota-tahunan.html

Jadwal RAT 2015

Written By rokhmond onasis on Tuesday, January 6, 2015 | 6:46 AM

“Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam CU; Rapat Anggota diadakan sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun”

Itulah salah satu pasal yang ada di Anggaran Dasar (AD) Kopdit CU Betang Asi. Bunyi pasal berikutnya adalah mengatur hak suara dalam rapat anggota.  Pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dalam rangka pengurus  mempertanggungjawabkan pengelolaan organisasi dan usaha kopdit kepada anggota.

Anggota dewasa diharapkan berpartisipasi aktif untuk mendengar dan mengkritisi pertanggungjawaban pengurus juga pengawas. Menariknya tahun ini ada pemilihan pengurus/ pengawas yang akan dilaksanakan pada RAT Konsolidasi. Berikut jadwal RAT Kopdit CU Betang Asi untuk tahun 2015:

Informasi mengenai jam dan tempat yang lebih rinci, anggota dapat mendatangi kantor pelayanan terdekat.

Sumber gambar: http://www.romaincorraze.com
 
Copyright © 2009. CU Betang Asi | berbasis masyarakat Dayak yang terpercaya dan abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved
Palangkaraya - Kalimantan Tengah
Proudly powered by Blogger
Re-designed by Fidelis Harefa