Selamat Datang!

Dr. Stepanus “Bagaimana Kita Mengelola CU supaya Menjadi Role Model Kepada Anggota”

Bulan Februari 2018 lalu pria ini baru saja di percaya menjadi anggota pengurus terpilih, periode 2018-2021. Bersama pengurus dan pengawas yang dilantik mereka memberikan gagasan terbaik untuk membangun lembaga milik masyarakat Kalteng. Ia menyelesaikan gelar akademik, doktor pada Universitas Negeri Jakarta.

Ditemui di lantai 2, ruang rapat pengurus Kantor Pusat Kopdit CU Betang Asi. Jarum jam di ruang rapat baru saja menunjukkan pukul 1.30 siang. Pada Selasa, 14 Agustus 2018, dengan ramah ia mengajak penulis berbincang terkait pentingnya pendidikan dan komitmen untuk melayani anggota CU secara profesional. Perbincangan selama 11 menit tidak terasa berlalu cepat bersama Dr. Stepanus, pria yang menyenangi berkepala plontos ini. Berikut petikannya:

Bagaimana penilaian anda terhadap pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) di CU Betang Asi? 

Apabila bicara pelaksanaan diklat, saya perhatikan materi diklat kita memang tidak up to date lagi, terutama dalam pendidikan CU. Baru-baru ini ditemukan oleh pengawas, terutama untuk modul Anggaran Belanja Keluarga (ABK), peserta merasa tidak nyaman dengan materi itu, artinya kita cari solusi materi yang serupa tapi tidak terlalu membebani kepada peserta. Jadi seharusnya arah pendidikan mengarah ke visi misi CU, dan diharapkan lebih banyak muatan teknis pada materi diklat ke depannya.

Sekarang ini bagus, hanya saja memang perlu kita evaluasi lagi modul-modul yang ada, kita upgrade dan ditambah lagi dengan muatan-muatan yang ada sentuhan teknologinya. Karena mau tidak mau, suka tidak suka teknologi sudah begitu membumi dan tidak lagi sesuatu yang wah. Semua orang bisa mengakses teknologi informasi saat ini.

Sebagai doktor di bidang SDM, apa masukan-masukan positip anda kepada Kopdit CU Betang Asi? 

Kita melihat dari beberapa segi. Pertama, adalah bagaimana Sumber Daya Manusia (SDM). Manajemen disiapkan untuk pelayanan yang profesional, untuk menjadikan profesional perlu dibangun kompetensi yang harus dimiliki seorang pegawai berupa pengalaman, keahlian dan sikap dalam pelayanan.

Kedua, melibatkan lebih banyak anggota dalam pengembangan CU kedepan. Ketiga, tatakelola lembaga yang baik dan sehat untuk menuju Access Branding maka diperlukan evaluasi terhadap perspektif keuangan,anggota,bisnis internal, pembelajaran dan pertumbuhan.

Lembaga Kopdit CU Betang Asi tidak sendiri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan bersaing dengan lembaga lain. Apa solusi kongkrit dari anda sehingga dapat sejajar, bahkan memimpin?

Kalau kita berbicara pelayanan sudah pasti pelayanan yang terbaik, itu yang di dikehendaki oleh anggota/ masyarakat. Salah satu adalah service excellent, kita ini kan pelayan masyarakat,kita juga pelayan terhadap anggota kita. Sehingga ketika kita memberikan pelayan yang tidak excellent mereka akan mencari alternatif lembaga lain yang pelayanannya jauh lebih baik.

Yang kedua, orientasi pelayanan adalah anggota. Karena bagaimanapun, maju mundurnya satu organisasi, terutama CU adalah anggota. Meminta masukan-masukan dan feed back dari anggota berkaitan pelayanan yang sudah kita lakukan.

Baru-baru ini kita sudah melakukan indeks kepuasan anggota terhadap pelayanan yang sudah kita lakukan. Ada banyak hal yang kita dapat dari beberapa indikator penilaian yang dilaku. Ada beberapa yang memang baik, ada juga yang memang harus kita perbaiki. Terutama sisi pelayanan, karena kita sudah mendekati access branding, online system, anggota juga diberi pembelajaran berbasis online.

Pandangan anda terkait konsep helping people help themself

Menurut saya, kita ditakdirkan untuk selalu berkelompok, tidak pada tatanan sendiri menyendiri. Sejak jaman purba ada kelompok-kelompok dan membentuk satu komunitas. Dari satu komunitas ini muncul ide-ide, kreatifitas dan inovasi sehingga mereka dalam hal pengembangan atau pemberdayaan, mereka sepakat secara bersama-sama untuk mencapai tujuan.

Di Kopdit CU Betang Asi, peran anggota memang sangat diperlukan dan sangat berperan. Karena, 1 komunitas 1 tujuan. Apabila ada di dalam 1 komunitas, tidak lagi punya 1 tujuan maka akan menghambat pencapaian tujuan, sehingga diperlukan persepsi yang sama serta visi misi yang sama. Sehingga nantinya lembaga kita tidak milik golongan tertentu saja. Semua elemen masyarakat bisa tergabung dan terlibat dalam pengembangan. Karena, mau tidak mau pengembangan kita ke arah pemberdayaan masyarakat terutama melewati lembaga keuangan yang kita kelola secara profesional.

Menurut anda, terkait maju mundur suatu CU, faktor apa yang paling menentukan? 

Faktor yang paling menentukan dalam perkembangan CU adalah SDM. Pengelolaan yang profesional dan anggota yang berkualitas. Sebagai manajemen, pengurus dan pengawas  CU maka diperlukan totalitas, keputusan-keputusan yang diambil oleh pengurus, manajemen, selalu keberpihakannya kepada anggota. Tadi saya katakan pelayanan kita harus service excellent.

Berikutnya, lebih ke intergritas, ini menyangkut tentang kredibilitas, etika, perilaku. Bagaimana kita mengelola supaya kita sebagai pengurus, pengawas dan manajemen, menjadi role model , terutama bagi anggota, sehingga menjadikan lembaga yang terpercaya dan bertahan sepanjang masa.

Terkait feed back dari anggota, sepengetahuan anda, Kopdit CU Betang Asi, serius dalam mendalami feed back? 

Kita serius dan berkomitmen dalam menanggapi feed back dari anggota, ada 9 pengurus dan 3 pengawas dan tatanan manajemen. setiap ada feed back dari anggota, kita cepat melakukan reevaluasi, bagian-bagian mana yang harus diperbaiki, termasuk juga aturan-aturan kita yang tidak pro kepada anggota.

Pesan anda kepada Kopdit CU Betang Asi? 

Pesan saya terutama kepada pengurus, bagaimana kita meningkatkan sinergitas dalam membangun lembaga ini menjadi lembaga yang membumi dan bermanfaat bagi banyak orang. Itu kita perlihatkan melewati pemberdayaan yang sudah dilakukan. Masyarakat memerlukan ini, kita memfasilitasi dan mereka merasa kehadiran CU ditengah-tengah masyarakat memang berdampak baik. Jadikan CU  menjadi lembaga keuangan yang profesional sehingga tercapai good governance.

Sumber tulisan: Rokhmond Onasis; Sumber fofo: Stepanus


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Thursday, August 16, 2018
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved