Selamat Datang!

Angkatan ke-10 Training Center Staf Baru ...(1)

“Kring... kring...kring”. bunyi pesan whatsapp terdengar masuk di smartphone yang saya gunakan. Di tengah jalan menuju Tumbang Miri, hulu sungai Kahayan, sinyal telpon seluler menjadi sulit di dapatkan bila sudah melewati daerah tersebut. Pagi itu saya melakukan tugas penagihan ke lapangan untuk memastikan pembayaran dari anggota CU yang telah mendapatkan pinjaman dan mesti mengangsur.

Pada Senin, 25 Juni 2018. Saya bersama kepala kantor CU di TPK Tewah sudah mengendarai kuda besi ke arah hulu sungai Miri. Segera saya membaca pesan yang masuk. Ternyata dari kepala divisi diklat di TP Kantor Pusat Palangka Raya mengirimkan kerangka acuan pelatihan. “Anda diminta untuk siap-siap berangkat ke Pontianak untuk mengikuti pelatihan” begitu pesan yang terbaca di smartphone saya. Sebelumnya Yepta Diharja sebagai manajer TP Betang Batarung (BB) Kuala Kurun telah memberikan info sekilas.

Untuk memastikan pesan yang tertulis saya menelpon Lili Veronika sebagai Kadiv, dan menanyakan langsung, apa-apa saja persiapan yang mesti di lakukan. Cuaca terlihat mendung. Awan hitam mulai berkumpul di atas wilayah kecamatan Kahayan Hulu Utara Kemungkinan hari akan turun hujan.

Saya dan Ellia Sujiyono akhirnya menghubungi Frande yang dalam perjalanan ke Tumbang Sian bersama Haga dan menanyakan apakah ia juga diminta untuk berangkat dan memperkaya pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola CU dan bila bersedia mengkonfirmasi persiapannya ke Lili Veronika serta menunda keberangkatan mereka ke Tumbang Napoi. Kami melanjutkan tugas penagihan sampai sore hari dan kembali kekantor. Mereka memutuskan melanjutkan perjalanan ke Tumbang Sian dan menginap disana karena terkendala jalan licin akibat hujan. Beberapa pekerjaan yang tersisa di kantor TPK Tewah, kami lakukan untuk merapikan pekerjaan administrasi yang ada.

Keesokan harinya, Selasa 26 Juni 2018. Hujan membasahi Tewah dan sekitarnya. Namun, perjalanan mesti dilanjutkan. Barang-barang yang di bawa sudah termuat di tas punggung yang telah saya kemas dengan rapi. Menempuh waktu 40 menit saya menuju kantor TP Betang Batarung, Kuala Kurun bersama Frande.

Setelah semua perbekalan masuk di mobil, kami bergerak menuju kota Palangka Raya untuk bertemu dengan volunter lain yang diminta juga  berangkat. Selain saya dan Frande, ada Acong, Robi dan Nopriasi ikut berangkat menimba ilmu CU ke kota khatulistiwa, Pontianak. (bersambung)

Sumber tulisan: Rokhmond Onasis; hasil interview pada 17 Agustus 2018.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Thursday, August 23, 2018
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved