Selamat Datang!

Rangkaian Kegiatan Akhir Juli 2018

Sosialisasi Biogas

Mahatma Gandhi pernah mengatakan, “Sebenarnya kekayaan alam yang kita miliki, cukup untuk menghidupi seluruh umat manusia, tetapi tidak mencukupi bagi satu orang yang serakah”. Ungkapan ini kembali mengisi benak penulis saat mengikut sosialisasi dari Yayasan Rumah Energi (YRE) dari Jakarta.

Apa hubungan antara energi dan kekayaan alam?. Tentu sangat dekat. Salah satunya, kondisi sekarang kita lebih banyak menguras sumber daya alam tak terbarukan. Gas yang berasal dari minyak bumi, batu bara dan bahan-bahan tambang lainnya. Semuanya akan habis pada waktunya.

Adakah sumber daya alam yang terbarukan?. Adakah yang lebih ramah lingkungan?. Jawaban dari pertanyaan ini penulis dapatkan pada Senin, 31 Juli 2018 lalu. Saat mendengarkan paparan dari Bren Wiratsongko di aula lantai 3 Kopdit CU Betang Asi Palangka Raya.

Pria yang sehari-hari dipanggil Bren salah seorang manajer dari YRE. Ia bertugas membina dengan lembaga keuangan seperti CU, koperasi dan lembaga keuangan lain. Di bawah kementerian Energi Dan Sumber Daya Manusia (ESDM), YRE adalah mitra dari untuk inseminasi dan implementasi dari program sumber daya alam terbarukan. Dukungan pada program ini juga diberikan kerajaan Belanda kepada pemerintah Indonesia.

Bren tidak sendirian, ia bersama Stefanus juga sebagai tenaga pengajar pada saat pelatihan sertifikasi dan uji kompetensi level VI- kepala cabang/ manajer. Yayasan ini juga bekerja sama dengan Yayasan Biru Indonesia, yang berfokus pada pengembangan Biogas. Lebih dikenal dengan Biogas Rumah disingkat BIRU.

Kopdit CU Betang Asi sangat beruntung, karena Yayasan Biru Indonesia baru pertama kali masuk ke wilayah Kalimantan. Sejak tahun 2009, mereka sudah memulai program ini dan mencakup 10 provinsi. Bren mengungkapkan Kalimantan sangat potensial pada energi terbarukan khususnya biogas, karena tanah dan kebun masih luas. Memulai pada tahun 2014, mereka sudah melakukan kerjasama dengan Induk Koperasi Kredit (INKOPDIT), Jakarta.

Sejak pukul 3 sore hingga 5 sore kegiatan ini berlangsung efektif. Banyak informasi terkait biogas dan potensi yang dapat dikembangkan sehingga berdampak bagi kesejahteraan anggota CU. Paparan yang lugas, di sertai film-film pendek yang menceritakan manfaat dari penerapan biogas di rumah-rumah dampingan dari Yayasan ini. Hitung-hitungan investasi diberikan secara tepat.

Yayasan Biru Indonesia Biru menerapkan untuk 1 rumah tangga 1 reaktor biogas. Diketahui bahwa gas metan (dari biogas) yang dihasilkan sama dengan gas LPG, mengeluarkan api berwarna biru (biogas rumah) tidak berbau dan hemat secara ekonomi dan lingkungan.

Kegiatan ini dihadiri tidak kurang dari 30 orang. Dari pengurus Ambu, Yulius, Damianus Kartiman dan pengurus, pengawas lainnya. Nampak juga para manajemen dan pegiat CU. Karena acara ini sebagai salah satu rangkaian acara pada pelatihan sertifikasi manajer, sudah tentu semua peserta pelatihan sertifikasi dan uji kompetensi level VI- kepala cabang/ manajer ikut hadir.

Saat menjelaskan terkait keuangan, Stephanus menegaskan bahwa pengalaman selama ini, mereka menerapkan sistem pembayaran tidak tunai, lewat rekening CU menggunakan jasa transfer. Sebagai penguatan teknis mereka menerapkan pelatihan untuk melihat potensi yang ada terkait biogas. Mesti ada tukang ada khusus yang akan mendapatkan sertifikasi tukang setelah membangun 5 reaktor tanpa cacat. Ini disebut tukang (reaktor) biogas bersertifikasi.

Secara konsep CU, Stephanus mengatakan biogas telah teruji bahwa akan ada pengurangan pengeluaran dan akan menambah penghasilan. Efek positif dari dari limbah biogas dapat digunakan untuk pupuk padat dan pupuk cair. Selain itu, dapat menjadi campuran tambahan pakan bagi ternak ikan, membantu reklamasi pasca tambang; ternak cacing dan lainnya. Ampas biogas di sebut, bio slurry.

***
Pelatihan Sertifikasi Dan Uji Kompetensi 

Bertempat di aula Kopdit CU Betang Asi Palangka Raya Pelatihan Sertifikasi dan Uji Kompetensi di laksanakan. Pelatihan kali ini diikuti sebanyak 23 peserta yang berasal dari 2 CU, yaitu Kopdit CU Betang Asi dan Kopdit CU Remaung Kecubung.

Sebagai tenaga pelatih dipercayakan kepada Stephanus T. Siagian, S.IP dan Getri Anania Simbolon, S.Pd, dari INKODIT Jakarta. Mereka berdua memandu dan menyampaikan materi sejak pagi hingga sore hari. Dimulai pada 23 Juli 2018 dan berakhir pada 31 Juli 2018.

Materi-materi yang disampaikan adalah Kebijakan Sertifikasi; Menyusun Perencanaan Strategis; Menganalisis RAPB; Melaksanakan Teknik Negosiasi; Mengamankan Aset dan Infrastruktur; Memberikan Motivasi; Melakukan Kontrak Pinjaman/ Pembiayaan dan Pengikatan Agunan; Menilai Tingkat Kesehatan; Menyajikan Presentasi; Melakukan Prinsip Pengelolaan Organisasi dan Manajemen KJK; Melaksanakan Pengendalian Intern; Melakukan Kemitraan; Rencana Tindak Lanjut dan Evaluasi; Pengakuan Kompetensi Terkini; Ujian Tertulis dan Ujian Wawancara.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini akan di test diakhir kegiatan dan mendapatkan sertifikasi jika melewati proses ujian yang dilakukan oleh assesor. Adapun peserta dari Kopdit CU Betang Asi sebagai berikut: Yahya, Andika Harianto, Ensy Veronika, Yosi Monalisa, Junaedi, Ezra Mardoni Lewi, Valentinus Jeghau, Arpiano Udasco, Sylvester Suanda, Erwin Harefa, Harti Rayani, Eni Wati Estuti, Erikson, Elka, Shiawan Etora, Herie U. Daud, Ernesto Kardinal, Solbimar Karau dan Navila

Sedangkan dari Kopdit CU Remung Kecubung, Pangkalanbun, hanya diikut 3 orang. Ketiganya yaitu, Naftali Ukur, Rena dan Didi.

Semoga pelatihan ini memberikan inspirasi bagi pimpinan di tingkat TP dan TPK. Implementasi hasil pelatihan sangat di tunggu untuk kemajuan lembaga milik masyarakat ini. Handep Hapakat, Sewut Batarung.

Sumber tulisan dan Foto: Rokhmond Onasis.

***


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Tuesday, July 31, 2018
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved