Selamat Datang!

Rangkaian Kegiatan di Akhir Februari 2018


FL di Tumbang Hiran

Masyarakat di Kecamatan Marikit, tepatnya di Desa Tumbang Hiran, Kabupaten Katingan beruntung. Mengapa beruntung?. Karena 1 dari 161 desa/ kelurahan yang ada di antara 13 kecamatan mendapatkan pendidikan cakap keuangan.

Walaupun berawal dari 34 orang saja. Ini akan menjadi pertanda baik. Desa yang terletak di pinggir sungai Katingan di akhir tahun 2017 lalu terkena musibah. Air sungai Katingan yang meluap hingga menyentuh pinggang orang dewasa.

Kopdit CU Betang Asi sebagai lembaga milik masyarakat menjadi penggagas pendidikan ini. Cakap keuangan atau sering disebut juga Finansial Literacy (FL) adalah salah satu modul pendidikan yang wajib diberikan kepada anggota. Pendidikan ini disebut pendidikan wajib-2. Setelah anggota dewasa mendapatkan pendidikan wajib-1 di lanjutkan dengan pendidikan cakap keuangan.

Pentingnya pendidikan ini terungkap dari salah seorang peserta yang mengikutinya. “Saya rasa pendidikan ini harus diwajibkan untuk seluruh anggota, visi- misi CU akan tercapai jika ini dilaksanakan oleh seluruh anggota,” ungkap Victoria Mediwati.

Senada, Yansen Tawung, seorang peserta berterima kasih karena telah diberikan dalam mengolah, mengelola keuangan rumah tangga. “Saya menghimbau kepada generasi muda jangan bosan-bosan menimba ilmu yang memperjuangkan kehidupan kita, selama kita masih bisa berkarya, masih bisa bergerak, masih bisa berfikir,” jelasnya.

Pendidikan yang dilaksanakan selama 2 hari (22-23/2) di pusatkan di aula kecamatan Marikit, desa Tumbang Hiran. Dari 8 pagi hingga pukul 4.30 sore peserta diajak untuk mengolah keterampilan mengelola keuangan, membentuk dana darurat, pendalaman visi misi CU, apa hubungan produk CU dengan tahap kehidupan mereka.

Berbagai metode interaktif dilakukan fasilitator untuk membangun kebersamaan peserta. Ada games dengan hadiah menarik diberikan kepada peserta yang dibagi menjadi 5 kelompok. Semua terlibat aktif, untuk mengumpulkan nilai kelompok. Walaupun, diakui dari beberapa peserta, pada bagian akhir sesi di hari kedua cukup kesulitan dalam mengikuti perhitungan kalender manajemen keuangan keluarga.

Adapun ke-34 peserta adalah sebagai berikut: Indri Yuniati; Mislawati; Kasniyati; Nonie; Lahap G. Kunum; Wiwin Susiana P; Murse; Heniwatie; Rusanie; Bilem; Marniwati; Massie; Dorce; Norzulaiha; Antarisna; Pisih Murni; Rita; Murdiana; Talko; Loamin Lolomsait; Maslunggi; Johan, S.Pd; Anee; Rinduwati; Hida; Fatmawatie; Megawati; Rusni; Nia, SE; Laniyah; Saly dan Kusmawati.

Semoga bukan pandai berdebat di kelas, tapi aksi yang tegas dapat diterapkan untuk kemajuan keuangan. Sehingga, semakin cakap dalam mengelola keuangan pribadi dan keluarga.

Keterangan Foto: Semua peserta FL dan panitia

***

RAT KPD Kalteng TB 2017 Tetapkan Program Kerja

Peningkatan pembelian harus dimulai dari anggota. Mari berbelanja di KPD Swalayan saja. Itulah yang tersirat oleh Cici, manajer swalayan KPD Rajawali. Kalimat ini terungkap saat ia memaparkan grafik penjualan yang cenderung stagnan di akhir tahun 2017.

Paparan data ini muncul ketika peserta RAT KPD Swalayan Tahun Buku 2017 menanyakan perkembangan usaha bersama yang telah dilakukan. Cici salah satu manajer dari 3 manajer yang dipercaya untuk mengelola KPD Swalayan. Tatau, sebagai Manajer KPD Swalayan Tilung dan Untung, Manajer KPD Swalayan Hiu Putih turut hadir dalam RAT tahun ini.

Tepat pukul 9.20 pagi acara RAT yang dibuka oleh Ambu Naptamis sebagai ketua pengurus. Acara ini juga dihadiri oleh 48 peserta dari 256 orang yang diundang. Tahun ini RAT KPD mengambil tema “Memperkuat Tata Kelola, Membangun Jaringan Usaha yang Terpercaya dan Berkelanjutan”.

Dilaksanakan di Aula Kopdit CU Betang Asi, Palangka Raya (28/2). Tahun ini Yuseprin Cecep menjadi ketua panitia pelaksanaan RAT KPD. Ia melaporkan persiapan yang dilakukan hingga RAT dapat berlangsung dengan lancar.

Layaknya Rapat Anggota Tahunan, ada unsur Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Pengurus dan Laporan Hasil Kepengawasan (LHP) Pengawas. Semua di tanggapi dengan positip oleh peserta yang hadir. Di akhir sesi sebelum penutupan, dimandatkan dari peserta kepada pengurus untuk membuat Pola Kebijakan (Poljak) dan diagendakan membahas terkait anggota baru. Hal lain yang menjadi catatan juga ada dibuatnya jadwal olahraga bersama yang dilakukan manajemen KPD Kalteng.

Terkait anggota baru, dalam program kerja di tahun 2018 disepakati akan dibuat kantor untuk melayani anggota KPD yang baru. Akan diputuskan oleh pengurus dimana tempat yang layak menjadi kantor. Hal lainnya, akan dibuka gerai ke-4 untuk pelayanan lebih optimal. Penetapan balas jasa yang diberikan kepada anggota dengan pembagian keuntungan yang memadai juga disampaikan dalam RAT. Acara yang diselingi dengan pengundian doorprize dan voucher belanja di tutup dengan foto bersama.

Keterangan Foto: Saat penandatanganan berita acara RAT.

Sumber foto dan tulisan: Rokhmond Onasis.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Thursday, March 1, 2018
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved