Selamat Datang!

CU dan KPD Ikuti Leadership Excellent

Apakah anda pernah mendengar ungkapan, tidak ada pengikut yang salah, yang salah adalah pemimpin?. Apa yang penting makna dari ungkapan ini?. Jawaban pertanyaan ini terbahas tuntas saat pelatihan leadership excellent baru-baru ini di Kopdit CU Betang Asi.

Senada, bukan bawahan yang menyesuaikan atasan, tapi atasan yang menyesuaikan dengan bawahan. Itulah kalimat kunci yang mesti dipelajari dalam pelatihan yang diikuti manajemen kopdit CU Betang Asi dan KPD Kalteng di penghujung tahun 2017.

Pelatihan yang berlangsung selama 3 hari ( 11-13/ 12) di fasilitasi oleh Agustinus Alibata. Bertempat di aula pertemuan, lantai-3 kantor Kopdit CU Betang Asi. Fasilitator memiliki pengalaman cukup dalam memberikan pelatihan terkait pengembangan sumber daya manusia di lingkup nasional juga di lingkungan PUSKOPDIT BKCUK.

Pelatihan yang berlangsung total 21 jam, mengajak ke 40 peserta memahami  konsep dasar leadership, peran pemimpin, kompetensi pemimpin, situasional leadership dan kualitas pemimpin. Manajemen waktu di atur dengan baik, kesemua modul di berikan sejak pukul 8 pagi hingga 5 sore, diselingi ice breaking yang menarik dari fasilitator.

Penggunaan media pelatihan yang variatif, membuat peserta aktif. Dari pengisian kusioner, kliping koran, visual digital printing hingga metode presentasi kelompok yang interaktif. Salah satu yang terpantau oleh penulis, pentingnya mengenal gaya kepemimpinan supportive behavior berbanding dengan directive behavior dari skala rendah ke tinggi, penilaian skala development descriptors dari D1-D4 dan leadership style descriptors dari S-1 sampai S-4.

Salah seorang peserta pelatihan yang ditemui penulis, Julianus Oraplean, mengungkapkan sebagai kepala divisi di unit usaha KPD Swalayan Kalteng, materi pelatihan terasa sangat berguna. “Kami mempelajari dan memahami tugas pemimpin adalah Planning, Leadership, Organizing, Controlling yang disingkat PLOC,” jelas Juli.

Terkait dampak pelatihan, Alibata mengungkapkan ini sangat ditentukan dengan action plan setelah pelatihan. Pentingnya penerapan ini sudah terlihat pada CU yang dipimpinnya yaitu, CU Pancur Dangeri, Ketapang di Kalimantan Barat. Ia menceritakan, manajer yang menerapkan pelatihan ini bagus dalam pembuatan target, TP yang mereka pimpin menjadi baik, pertumbuhan anggotanya, jika terjadi stagnant dilakukan terobosan dan adanya pertumbuhan asset.

“Yang paling terlihat, SHU tidak minus, saat diajak monitoring, evaluasi teman-teman mau terlibat, hubungan interpersonal di TP jauh lebih baik, konflik internal di TP yang dapat merusak dapat diikelola dengan baik, rasa memiliki lembaga tinggi, tingkat fraud mengecil,” jelas ketua pengurus CU Pancur Dangeri ini.

Ia menyampaikan gagasan perlunya dibuatnya selebrasi. Ini hal sederhana, namun penting. Contohnya, saat kredit lalai turun, dapat dilakukan memancing bersama-sama. “Menghargai diri sendiri, memberikan keteladanan dalam memimpin, modeling the way, konsisten menerapkan hal-hal yang baik dari atasan,” jelasnya.

Adapun peserta yang mengikuti pelaitihan kali ini adalah, Harti Rayani; Elka; Erikson; Shiawan Etora; Erwin Harefa; Herie U. Daud; Navila; Solbimar Karau; Eniwati Estuti; Ellia Sujiono; Lilie Veronika; Litra; Bernandus Hendi; Edy Suyadi; Yeyen Susanti; Dessy Natality; Jantang Matudy; Longgor; Thomas Fajar; Neneng Triono; Arisalie; Asep Nana Sumpena; Erwin F. Mahin; Merry Normawati; Aditya Wanto Yosep; Lono; Wardalely; Saluh; Lolie; Martha Sarimasayu; Aeroporto; Donny; Agusianto; Milo Karni; Yuliani; Rama; Memeiliana; Yuseprin Cecep; Apriano dan Julianus Oraplean.

Semoga gaya kepemimpinan peserta menjadi optimal menuju capaian terbaik. Handep Hapakat Sewut Batarung.

Keterangan foto: Suasana saat pelatihan

Sumber foto dan tulisan: Rokhmond Onasis.
***


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Thursday, December 14, 2017
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved