Selamat Datang!

Pelatihan Konselor CU

Bertempat di lantai 3, aula pertemuan kantor Kopdit CU Betang Asi ‘Pelatihan Konselor CU’ di selenggarakan. Awalnya pelatihan ini diberi nama consulting financial, namun dalam proses diskusi yang dilakukan bersama fasilitator, terjadi perubahan.

Mengapa berubah?. Tidak lain dari proses yang dilakukan selama 2,5 hari, ternyata materi yang diberikan sangat tipis untuk membahas bagian finansial, lebih banyak ke arah konsultasi terkait apa yang dihadapi oleh anggota CU selama ini.

Pelatihan yang dilakukan sejak 9-11 Oktober 2017 difasilitasi oleh Gregorius Doni Senun, S.Pd. Berlatar belakang guru Bimbingan Konseling (BK) pelatihan selama 3 hari berjalan secara baik. Ditambah, sejak tahun 2003-an Pak Goris panggilan akrabnya, menggeluti gerakan Kopdit CU menjadi nilai tambah.

Dalam proses pelatihan Pak Goris memberikan pre test dan post test untuk menilai capaian pemahaman dari peserta. Di hari pertama, teknik-teknik konseling diberikan secara gamblang termasuk adanya kode etik yang harus dipatuhi sebagai seorang konselor. Terungkap bahwa ada 3 hal yang perlu di perhatikan dalam konseling yaitu, empati, refleksi dan eksplorasi. Ditegaskan harus ada 2 kualifikasi seorang konselor yaitu, lulusan  S-1 Bimbingan Konseling (BK) dan Pendidikan Profesi Konselor (PPK). Pada sesi komunikasi efektif Pak Goris mengutip isi buku yang di tulis Calvin, “Kalau karena pikiranmu membuat orang menjadi berubah maka anda akan bahagia”. Perubahan ini mesti dilakukan dengan komunikasi yang efektif.

Ada 7 sesi yang mesti di pahami oleh para peserta. Materi ini berkaitan dengan kondisi sehari-hari yang terjadi di kantor maupun di luar kantor saat melayani anggota. Ke-7 sesi itu adalah Kebutuhan Konsultan Bisnis; Bimbingan Konseling; Syarat-Syarat Konselor; Teknik Konseling; Kode Etik Profesi Konselor; Komunikasi Efektif dan Home Visit. Terkait home visit, salah satu praktek yang sering dilakukan adalah saat survei kredit dan pengamatan langsung. Point penting sebagai konselor, CU harus membangun kesadaran bagi anggota, membangun motivasi untuk usaha dan memenuhi kewajiban secara tepat waktu, tepat jumlah.

Menariknya, pelatihan ini baru pertama kali di sampaikan dalam jaringan BKCUK. Modul dan sesi yang disampakan oleh Pak Goris diambil dari pengalaman selama ini. Juga, di lengkapi dengan referensi yang mendukung yang mengacu pada 4 perspektif Credit Union. Ia berharap output dari pelatihan ini, ke-27 peserta dapat memberikan pelayanan dan konsultasi terhadap anggota baik di Customer Servis (CS) maupun di bagian kredit.

Sekedar mengingatkan bahwa ke-4 perspektif dalam mengembangkan CU adalah sebagai berikut. Pertama, perspektif keuangan, diarahkan kepada keamanan (safety) dan kesehatan (soundness) CU. Diukur dari nilai dari tindakan ekonomi yang telah diilakukan. Ukuran kinerja keuangan ini akan menunjukan apakah, strategi, implementasi dan eksekusi CU berkontribusi pada kemanan dan kesehatan CU. Tujuan Keuangan berhubungan dengan sasaran PEARLS monitoring tools, yaitu Perlindungan (Protection), Stuktur keuangan yang efektif (Effective Financial Structure), Kualitas Aset (Aset Quality) Tingkat pendapatan dan biaya (Rates of Return and Costs), Likuiditas (Liquidity) dan Tanda–tanda pertumbuhan (Sign of Growth). Menganalisa 13 indikator.

Kedua, perpektif pelanggan, ukuran hasil utama dalam perspektif ini adalah kepuasan pelanggan-anggota, produk dan pelayanan berkualitas. Jadi produk dan pelayanan diukur berdasarkan seberapa bagus hal  tersebut dapat membantu meningkatkan kapasitas dan tujuan keuangan anggota. Menganalisa 22 indikator.

Ketiga, perspektif bisnis internal, mengukur keunggulan proses internal agar organisasi menjadi unggul. Proses ini memungkinkan unit bisnis menyampaikan nilai yang menarik dan mempertahankan anggota. Ini akan memiliki dampak besar pada kepuasan anggota dan pencapaian sasaran keuangan CU. Diidentifikasi 2 ukuran kinerja: Efisiensi operasional dan posisi bersaing. Menganalisa 25 indikator.

Keempat, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, yang mengidentifikasi infrasturktur untuk peningkatan pertumbuhan jangka panjang. Juga memiliki 2 ukuran kinerja: Pengurus yang berpengetahuan yang  terlibat aktif  dan kepuasan pegawai. Diukur kapasitas CU dalam menyediakan ketrampilan yang tepat bagi pengurus dan pegawai, memadukan prosedur dan kebijakan sumber daya. Untuk memastikan jajaran pengurus dan pegawai mendapat ketrampilan untuk mengelola lingkungan baru CU, Menganalisa 26 indikator.

Sumber foto dan berita: Rokhmond Onasis.



Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Thursday, October 12, 2017
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved