Selamat Datang!

CUSCC Bagi 3 CU

Benarlah kata seorang pegiat Credit Union, Romo Fredy. “Mengurus CU harus di lakukan dengan 100% dan mengurus pekerjaan kantor tempat kita mengabdi juga harus 100%”. Kalimat ini terdengar menggelitik saat diucapkan fasilitator pelatihan CU SCC yang dilaksanakan di Palangka Raya belum lama ini pada 31 Mei hingga 3 Juni 2017.

Di penghujung kegiatan kalimat ini sungguh diterapkan bagi peserta pelatihan. Peserta sungguh merasakan makna dari kalimat ini. Dari 34 orang pelatihan beberapa peserta harus dengan hati lapang tidak menerima secarik kertas yang menandakan peserta telah mengikuti pelatihan secara penuh selama 4 hari tanpa pengecualian.

Ada 5 peserta, mesti dengan alasan masuk akal tetap dinyatakan belum layak menerima sertifikat. Tidak hadir penuh (baca melewati beberapa sesi pelatihan) menjadi penguat fasilitator untuk menerapkan komitmen di atas. Harus 100% kehadiran saat pelatihan.

Pelatihan yang diikuti oleh 3 CU di wilayah Kalimantan Tengah di fasilitasi oleh Susi yang telah bekerja sejak 14 tahun lalu di Puskopdit BKCU Kalimantan. Ia menjelaskan budaya ini memang dipelihara untuk menjaga komitmen gerakan CU di lingkup kerja BKCUK. Saat sekarang Susi sebagai Manajer Akutansi dan Keuangan.

Remaung Kecubung, Pangkalan Bun mengirimkan 5 orang utusan dalam pelatihan kali ini. Sumber Rejeki, Ampah mengirimkan 14 orang dan Betang Asi, Palangka Raya sebagai tuan rumah mengirimkan 15 orang utusan. Pelatihan dipusatkan di aula pertemuan Wisma Unio, Jalan Tjilik Riwut Km. 7 Palangka Raya.

Wisma Unio dan Pusat Pembinaan Iman di berkati secara langsung oleh duta besar Vatikan, Mgr. Leopoldo Girelli 12 tahun silam pada Jumat, 8 Mei. Dari prasasti yang ada di halaman depan terukir Uskup Palangka Raya, Mgr. A.M Sutrisnaatmaka, MSF dan Teras Narang selaku gubernur Kalteng saat itu turut menjadi saksi sejarah saat peresmian wisma.

Selama 4 hari pelatihan Credit Union Supervisory/ Audit Committee Competency Course (CUSCC) berjalan efektif. Sejak pukul 8 pagi hingga 5 sore semua peserta mendapatkan tugas dan kewajiban dan berperan aktif. Ada 8 modul yang mesti di pahami peserta pelatihan. Di hari pertama Susi mengajak peserta melakukan orientasi kelompok, pengaturan jadwal, kesepakatan pelatihan dan penggalian gambaran umum peserta terkait materi pelatihan.

Menariknya, Susi meminta peserta menempel gambar buah apel dengan 3 jenis warna. Merah berarti matang dan memahami dari penerapan CUSCC. Kuning, kurang memahami dan Hijau belum memahami. Dari buah yang ditempel kebanyakan peserta memilih warna hijau. Perubahan warna buah kembali diajak Susi setelah peserta menerima materi secara penuh. Dan, perubahan terjadi semakin banyak buah warna kuning yang telah ditempel oleh peserta usai pelatihan.

Di hari pertama, peserta diajak untuk bermain games menyusun tugas dan tanggung jawab dari pengawas, manajemen dan auditor. Sebelum pulang Susi menyinggung sekilas jenis dan kategori audit. Beberapa catatan untuk penerapan usai pelatihan di kumpulkan di action wall yang telah disiapkan panitia.

Di hari kedua, peserta di bawa untuk memahami komponen apa saja yang ada dalam format laporan keuangan. Hasil komponen ini di sesuai dengan format laporan yang menyesuaikan dengan SAK-ETAP. Ada 5 jenis laporan keuangan yang tergabung dalam 1 paket pelaporan yaitu, Neraca, Laporan Rugi Laba, Perubahan Equitas, Laporan Arus Kas dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK).

Masih di hari kedua, peserta diminta untuk memahami kebijakan dan prosedur terkait 5 bagian dari SPI (Sistem Pengawasan Internal) yaitu, lingkungan pengendalian, penilaian resiko, informasi dan komunikasi akutansi, kegiatan pengendalian internal dan pemantauan.

Pada sesi memahami 5 bagian asersi yang harus dilakukan terkait laporan keuangan di pelajari pada hari ketiga. Aktivitas yang harus dilakukan adalah keberadaan dan kejadian, kelengkapan, valuasi dan alokasi, hak dan kewajiban serta penyajian dan pengungkapan. Sehingga, jika dibagi akan ada 3 kategori yaitu laba rugi, neraca dan CALK.

Diskusi kelompok antar CU dan sesama CU yang mengutus juga dilakukan saat pelatihan. Termasuk saat memahami prosedur audit, apa yang mesti dilakukan dan dilihat pada kejadian, kelengkapan, ketepatan, otorisasi, ketaatan waktu transaksi dan klasifikasi.

Pada hari terakhir, ke-4 peserta memahami audit kinerja sosial. Pemahaman ini didasarkan dari misi masing-masing CU. Dengan cara apa misi dapat dilakukan?, apa bentuk dari keberhasilan misi CU?. Ini sejumlah pertanyaan yang mesti di jawab. Kemajuan CU dapat dilihat dengan kasat mata. Muara dari segala aktivitas yang dilakukan CU adalah perubahan kinerja sosial.

Sebelum penutupan peserta melakukan penilaian efektivitas pengawas dan komite audit dengan metode games memasangkan apa saja 7 tugas utama seorang pengawas. Metode ini sangat efektif memaksa peserta aktif dan mendorong komunikasi positif antar peserta dan fasilitator. Pemberian sertifikat di pandu oleh Santa sebagai co fasilitator.

Sumber Foto: Panpel
Sumber Tulisan: Rokhmond Onasis


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Wednesday, June 7, 2017
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved