Selamat Datang!

Betang Asi Lakukan Pra BP

Monitoring Dilakukan Secara Estafet


Orang bijak bertutur, jika kita sudah melakukan perencanaan, maka 50% pekerjaan yang kita lakukan sudah berhasil.

Penuturan ini sejalan dengan yang dilakukan Kopdit CU Betang Asi. Terhitung sejak tanggal 7-17 Nopember di akhir tahun ini, berkomitmen melakukan pra Business Plan (BP) yang lebih di kenal dengan perencanaan bisnis untuk tahun 2017.

Kegiatan selama 10 hari ini di lakukan secara estafet di masing-masing tempat pelayanan. Terbagi dalam beberapa tim, manajemen dan pengurus melakukan kunjungan di 11 titik pelayanan kopdit CU Betang Asi.

Monitoring akhir tahun yang mesti dilakukan sebagai tugas pengurus, berjalan bersamaan dengan kegiatan ini. Keterlibatan semua pengurus yang tercatat melakukan monitoring yaitu Ambu Naptamis, Gregorius Doni Senun, Bambang Mantikei, F.X Manesa, Karna Sophia Sihombing,  Dominggus Neves, Sewantapuja, Julius Langkah dan Gimmak Bulinga. Sedangkan dalam pelaksanaan pra perencanaan bisnis di tahun 2017 dipimpin langsung oleh manajemen yaitu Ethos H. Lidin, Leani, Andika Harianto dan Yohanes Changking.

Tempat pelaksanaan dimulai dari wilayah pelayanan terluar dari Kopdit CU Betang Asi yaitu Tumbang Sangai. Dilanjutkan ke Sepang Kota, Pulang Pisau, Kasongan, Kuala Kurun, Tumbang Malahoi, Kuala Kapuas, Pujon, Telok dan diakhiri di kantor pusat Palangka Raya. Dari pantauan di lapangan, khusus TP Batuah Marajaki melakukan kegiatannya di aula kantor pusat Palangka Raya.

Kegiatan ini sebagai penjajakan awal dan pelibatan secara mendalam kolektor dan aktivis yang diundang. “Ini akan menjadi model baru bagi Kopdit CU Betang Asi sehingga sejak awal keterlibatan kolektor, aktivis dan penggiat CU untuk keberlangsungan kopdit CU Betang asi,” kata Gregorius kepada penulis.

Pra BP dan Monev TP BM

“Kami memilih untuk tempat di aula kantor pusat, Palangka Raya sehingga peserta dapat merasakan kepemilikan bersama,” ungkap Esti Vetra Kasih, Manajer Tempat Pelayanan Batuah Marajaki (TP BM) kepada penulis saat ditemui pada (14/11) di Palangka Raya.

Esti panggilan akrabnya menambahkan bahwa di Petuk Liti dan Timpah belum ada ruangan yang cukup representative sehingga panitia memilih di Palangka Raya yang tetap mudah di jangkau peserta.

Transparansi program kerja dan target pencapaian di tahun 2017 menjadi titik tolak pelaksanaan kegiatan yang dilakukan selama ½ hari pada Senin lalu, ungkap perempuan beranak satu ini. Semua aktivis dan kolektor yang ada di wilayah TB BM duduk bersama, sehingga penyusunan sejak awal di libatkan. Diharapkan persiapan dan pelaksanaan program yang akan dilaksanakan pada tahun buku 2017 bisa berjalan baik.

Ada 19 orang yang hadir dalam kegiatan. Walaupun panitia telah mengundang 28 orang, namun beberapa peserta berhalangan hadir karena ada acara keluarga yaitu pernikahan keluarga mereka di kampung.

Monitoring dan evaluasi di pandu oleh pengurus yang ditunjuk yaitu Gregorius Doni Senun dan Karna Sophia Sihombing. Sedangkan Pra BP di pandu Leani Deputy GM, Leani yang berpasangan dengan pengurus yang hadir. Sejumlah kolektor yang hadir pada acara ini yaitu Sulang Enus dari Bahu Palawa; Yuhani dari Pamarunan; Uan dari Balukon; Nadie A .Gasan dari Parahangan; Latih dari Manen Panduran; Jemi Y. Dasi dari Manen Kaleka; Idoe dari Lawang Uru; Muliadi B.Ganti dari Hanua; Mahing U.Ranying dari Lahei Mangkutub; Sadie F. Mahin dari Tumbang Muroi; Bener I. Daniel dari Aruk; Hernalisa Gaman dari Tumbang Randang; Heriyudi Tindun dari Petak Puti.

Adapun kolektor yang tidak hadir berasal dari kampung Bukit Bamba, Lawang Kamah, Lungkuh Layang, Danau Pantau dan Batapah. Namun, aktivis dari Bukit Liti, Duyan J. Anggen; dari Bahu Palawa, Yoprin dan Lilis Hastari; dari Lahei Mangkutub, Fiter Boy; dari Bukit Liti, Heri Tuah; dari Sei Gawing Boyanto, hadir dan berkomitmen mengikuti kegiatan hingga selesai. Kampung Tuwung, dan Lawang Uru tidak mengirimkan perwakilan dalam pertemuan ini.

Dalam salah satu diskusi yang mengemuka adalah akan turunnya jasa simpanan produk unggulan di Kopdit CU Betang Asi di tahun 2017 ke depan. Tentu pertimbangan yang matang di jalankan semua pengambil keputusan sehingga hasil final yang akan diputuskan bersama dapat diterima semua anggota.

Kegiatan yang dilakukan dari pukul 9 pagi sampai 5 sore ini menghasilkan beberapa catatan terkait turunnya balas jasa pinjaman hingga 1,5%, balas jasa simpanan hingga 12%. Juga terungkap adanya pertumbuhan anggota yang tidak ideal dari analisa PEARLS sehingga mesti di jalankan strategi jitu pada tahun 2017 mendatang.

Sumber Berita: Rokhmond Onasis; Sumber Foto: Kopdit CU Betang Asi


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Monday, November 14, 2016
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved