Selamat Datang!

Rapat Koordinasi Komite Pemberdayaan

Kamis, 4 Agustus 2016, Komite Pemberdayaan CU Betang Asi mengadakan pertemuan berkala di kantor CU. Agenda pertemuan adalah mengevaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan termasuk pembagian wilayah dampingan. Rencana kegiatan pendampingan dari masing-masing anggota komite turut dirumuskan dalam pertemuan yang berlangsung hanya ½ hari.

Rapat dihadiri anggota komite untuk berkoordinasi. Pertemuan sekaligus konsolidasi ini juga dihadiri Yulius Langkah sebagai ketua komite pemberdayaan. Riro Harianto sebagai sekretaris, Herry Agus, Damianus, Frind Imanuel sebagai anggota komite. Yohanes Changking dan Silvester Suanda  dari bagian diklat dan litbang turut hadir untuk memberikan masukan.

Kelompok dampingan yang turut hadir dalam pertemuan berasal dari Kabupaten Katingan dan Kabupaten Pulang Pisau. Kedua kelompok ini memaparkan aktivitas yang telah dilakukan. Pertama, Kelompok MAJU BERSAMA yang bergerak dalam usaha pengelolaan karet kering. Awalnya kelompok beranggotakan 5 orang, namun yang aktif saat ini hanya 3 orang. Harga karet yang belum stabil dan cenderung menurun menyebabkan 2 orang anggota tidak aktif.

“Tantangan untuk berkembangnya jumlah anggota kelompok juga dipengaruhi produksi karet kering yang tidak stabil. Namun upaya pendampingan terus dilakukan supaya kelompok tetap bisa berjalan,” papar Herry Agus selaku pendamping kelompok.

Selanjutnya kelompok KAMITAK yang bergerak dalam budidaya ikan, di daerah Pulang Pisau beranggotakan 6 orang. Kelompok ini terorganisir cukup baik, hal ini bisa dilihat dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok.

“Kami melakukan pertemuan rutin yang diisi dengan acara pembahasan permasalahan yang dialami anggota sekaligus arisan. Untuk menopang kegiatan kelompok setiap anggota dikenakan iuran bulanan dan kontribusi biaya panen,” ungkap Damianus selaku pendamping.

Ia menambahkan, permasalahan yang dialami saat ini adalah kesulitan untuk memasarkan hasil panen ikan. Adapun ketentuan untuk iuran mengacu pada jumlah panen ikan yang dilakukan. Jika hasil panen diatas 1 ton dikenakan iuran Rp. 100.000,- sedangkan jika kurang dari 1 ton iurannya Rp. 50.000,-.

Dalam pertemuan ini menghasilkan tindak lanjut untuk kemajuan anggota dan realisasi program dari komite pemberdayaan antara lain melakukan pendekatan kembali kepada pihak perusahaan karet untuk memperoleh kepastian harga ditingkat pabrik terkait permasalahan kelompok pengelolaan karet kering.

Kedua,  akan  melakukan pemetaan hubungan yang saling menguntungkan antara pembibit dan pembudidaya sehingga hasil bisa dipasarkan secara lebih luas pada kelompok budidaya ikan. Ketiga, pendampingan lebih lanjut terhadap dua kelompok baru yang fokus pada kelompok pengelolaan karet kering dan Kelompok Budidaya Ikan. Kelompok BATU SANTAGI ada di Rungan Manuhing dan di Bereng Rambang, Kahayan Tengah nama kelompok belum disepakati. Keempat, pembentukan kelompok Usaha Rumahan berupa anyam-anyaman rotan di daerah Pulang Pisau.

Terkait wilayah pendampingan, anggota komite juga merumuskan pembagian wilayah kerja untuk mengoptimakan komite dalam bekerja. Pembagian ini berdasarkan Daerah Aliran Sungai (DAS). Di wilayah KAHAYAN didampingi oleh Yulius Langkah dan Riro Harianto. Di wilayah PULANG PISAU dan KAPUAS didampingi oleh Damianus. Di wilayah KATINGAN didampingi oleh Herry Agus dan di wilayah RUNGAN-MANUHING didampingi oleh Frind Imanuel.

Setiap pendamping akan menyampaikan laporan perkembangan kelompok dampingan diwilayahnya setiap bulan. Semoga tindak lanjut kegiatan ini dapat berjalan di lapangan dan anggota kopdit CU Betang Asi mempunyai usaha produktif yang ramah lingkungan dan ramah sosial.

Sumber tulisan dan foto: Riro Harianto.



Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Wednesday, August 10, 2016
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved