Selamat Datang!

Pelatihan Budidaya Ikan Lele

Adaptasi adalah salah satu cara manusia untuk bertahan hidup. Hal ini disampaikan oleh Bambang Mantikei, Wakil Ketua Bidang  Diklat Credit Union Betang Asi. Pernyataan yang disampaikan  saat membuka kegiatan pelatihan kewirausahaan budidaya ikan lele baru-baru ini. Pelatihan ini untuk anggota CU sebagai bentuk pelaksanaan program pemberdayaan berbasis komunitas. Budidaya ikan lele menjanjikan untuk dikembangkan sebagai sumber penghasilan tambahan bagi anggota.

Kegiatan ini difasilitasi oleh tiga orang fasilitator yaitu Muhamad Muhyi, Supri dan Frind Imanuel.  Muhamad Muhyi sebagai fasilitator utama dibantu oleh Supri sebagai Co fasilitator adalah praktisi lokal yang telah sukses baik dalam pembibitan maupun pembesaran ikan lele, sedangkan Frind Imanuel memfasilitasi analisis kelayakan usaha.

Selama 3 (tiga) hari  (29-31/3) pelatihan di pusatkan di Palangka Raya. Dibagi dalam tiga tahap, materi in class, praktek dan kunjungan lapangan. Saat materi in class peserta diberikan berbagai materi tentang teknik budidaya ikan lele yang baik dan benar. Mulai dari cara membuat kolam sampai teknik pemanenan. Sayangnya, saat praktek tidak semua materi in class dapat di praktekan, karena keterbatasan waktu. Namun, disiasati dengan praktek pada materi utama saja.

Di hari terakhir saat pagi hari, usai praktek dilanjutkan dengan kunjungan lapangan. Kunjungan lapangan melihat model kolam berupa kolam persegi dengan bahan dari tanah, beton dan terpal. Model kolam bundar berbahan terpal dan kolam persegi dengan kombinasi aquaponik berbahan beton dan terpal.

Dalam proses pembelajaran para peserta sangat antusias mengikuti sesi demi sesi. Diskusi berjalan sangat dinamis. Terkadang muncul candaan yang membuat suasana pelatihan menjadi cair. Setelah kunjungan yang dilakukan para peserta semakin diyakinkan bahwa budidaya ikan lele bisa dilakukan dan sangat menguntungkan asalkan sesuai dengan apa yang telah disampaikan para fasilitator.

Ethos H.L, GM CU Betang Asi dalam sambutannya saat penutupan pelatihan menyampaikan bahwa pelatihan seperti inilah yang akan terus dikembangkan oleh CU. Pelatihan mesti difasilitasi oleh ahlinya bukan hanya dalam ruang saja. Beliau juga menyampaikan harapan agar peserta yang telah mengikuti peltihan ini dapat menggunakan dan menularkan ilmu yang telah diperoleh.

Adapun peserta pelatihan di ikuti sebanyak 21 orang, yaitu Leani, ST,Deputi GM; Yulius Langkah A. Djinar, Ketua Komite Pemberdayaan CU; Riro Harianto, Sekretaris Komite Pemberdayaan CU; Damianus Kartiman, Anggota Komite Pemberdayaan CU; Junaedi A. Mahin, Manager TP. PHS; Aeroporto, Kabag Diklat TP. Pujon; Rosdiana, Kolektor di Bereng Rambang; Rodi, anggota CU di Tumbang Tambirah; Uniwiranita, anggota CU di Tumbang Jalemu; Gasie TP, anggota CU di Jangkit; Salumbu W. Ugang, anggota CU di Buntoi, Sintawaty, anggota CU di Pulang Pisau; Paul Bernard, anggota CU di Pulang Pisau; Gimin, anggota CU di Buntoi; Susance, anggota CU di Bahu Palawa; Sadi Udit, anggota CU di Pujon, Wartati, anggota CU di Tumbang Sangai; Miring J. Thero, anggota CU di Tangkiling; Derlie, B.Sc, anggota CU di Palangka Raya; Timotius Guruh, anggota CU di Pulang Pisau dan Suroto, anggota CU di Tangkiling.

Sumber berita dan foto: Riro Harianto.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Monday, April 4, 2016
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved