Selamat Datang!

Sosialisasi Pengolahan Bokar Di Gunung Mas.

Sebanyak 145 orang terlibat dalam sosialisasi pengolahan bahan olah karet (Bokar) bersih. Jumlah ini merupakan gabungan dari kampung Tumbang Baringei, Tumbang Kajuei dan Tumbang Kuayan, kabupaten Gunung Mas.

Kegiatan di fasilitasi oleh Lembaga Dayak Panarung (LDP) bekerja sama dengan kopdit CU Betang Asi Palangka Raya berlangsung secara estafet. Dimulai pada Rabu- Jumat, 5-7  Nopember 2014. Marchony dan Tevitius dari LDP memandu diskusi terkait pengolahan bokar.

Marcony menjelaskan LDP merupakan mitra CU yang bekerjasama untuk meningkatkan pendapatan petani karet yang merupakan anggota CU. Walaupun saat ini, petani karet mengalami penurunan penghasilan karena harga karet yang tidak menentu.

Dalam kegiatan ini juga Marchony menyampaikan tahapan cara pengolahan Bokar karet yang diinginkan oleh pabrik melalui kelompok yang sudah terbentuk. Dalam penyampaian materi tersebut, digunakan media gambar yang sudah disiapkan untuk memudahkan pemahaman peserta.

Dari informasi yang didapatkan penulis, tujuan dari pertemuan ini adalah untuk membentuk  sebuah kelompok usaha bersama (KUB) di bidang karet. KUB sebagai organisasi di tingkat desa yang akan menjadi tempat berkumpul dan menjadi jembatan bagi petani karet menjalin relasi dengan pembeli di tingkat pabrik. Kelompok usaha ini nantinya akan menjadi penjamin kualitas karet yang diperdagangkan ke pabrik adalah sesuai dengan syarat produksi yang ditetapkan oleh pabrik sehingga pendapatan petani meningkat.

Kegiatan ini cukup terbantu dengan adanya kerjasama yang baik antara kolektor dan staf CU yang ikut mendampingi. Valentinus Jeghau, Adit dan  Erwin Harefa ikut aktif dalam diskusi yang terjadi.

Pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam pada masing-masing kampung di lakukan di rumah-rumah penduduk yang bersedia, bahkan ada yang dilakukan di gereja untuk menampung masyarakat yang 80% di dominasi sebagai penyadap karet. Kampung-kampung yang berdekatan ikut hadir seperti dari  kampung Luwuk Tukau, Mantuhe, Gohong, Tumbang Oroi, Tumbang Samue, Putat Durei dan Tehang.

Adapun pengurus-pengurus kelompok yang terbentuk sebagai berikut: Diron S. Gaman sebagai koordinator, Kurisanto sebagai bendahara dan anggotanya adalah semua anggota CU petani karet di Kampung Tumbang Kajuei. Di tempat yang sama, kelompok lainnya adalah Yuhanson sebagai ketua, Delvina sebagai sekretaris, Saernanti sebagai bendahara dan anggotanya adalah anggota CU petani karet dan masyarakat Tumbang Kajuei.

Di kampung Tumbang Kuayan Darmadi dipercaya sebagai koordinator,  Uga sebagai bendahara dan anggotanya adalah anggota CU petani karet dan masyarakat Tumbang Kuayan.

Di kampung Tumbang Oroi, Ria dipercaya sebagai ketua,  Suhardi sebagai sekretaris dan Manis sebagai bendahara. Sedangkan di Kampung Samui, Eko dipercaya sebagai ketua, Slamet sebagai sekretaris dan Herpi sebagai bendahara. Berikutnya di kampung Tehang, Triana dipecaya sebagai ketua, Tesu sebagai sekretaris dan Simpun sebagai bendahara.

Di Kampung Luwuk Lingkau, Titioe S. Aman dipercaya sebagai ketua, Ajo Milono sebagai sekretaris dan Herdijoyo sebagai Bendahara. Di kampung Putat Durei Rada Ikat sebagai ketua, Saprin sebagai sekretaris dan Upiana sebagai bendahara. Di kampung Mantuhe, Kastor sebagai ketua dan di kampung Gohong, Baheri sebagai ketua.

Mengutip sebuah kata bijak, jika kamu beri saya ikan, kamu sudah memberi saya makan untuk 1 hari; jika kamu ajari saya memancing, maka kamu sudah memberi saya makan sampai sungai itu tercemar atau garis pantainya menyusut karena pembangunan.

Namun, jika kamu ajari saya bagaimana berorganisasi, maka apapun tantangannya saya dapat bergabung dengan rekan-rekan saya dan kami akan berupaya mencari solusi kami. Semoga kelompok yang terbentuk semakin berdaya!.

Sumber tulisan: Diringkas dari notulensi dan laporan kegiatan.
Sumber foto: LDP.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Monday, November 24, 2014
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved