Selamat Datang!

Pilih T. Manan “Masuk CU Tidak Ada yang Sesat”

Rambutnya belum sempat disisir rapi. Hanya berkaos coklat bergaris dan berkerah ia menemui penulis. Alis matanya tebal. Ada sejumput janggut menghiasi dagu pria yang biasa dipanggil Bapa Ayi ini. Arloji hitam terlihat di pergelangan tangan kirinya. Celana pendek biru selutut di pakainya saat duduk di hadapan penulis pada (4/10) lalu.

Rumah panggung berdinding kayu ini dihiasi kalender CU di bagian depan dan bagian tengah. Sejumlah foto dan hiasan dinding juga terpasang rapi di rumah yang memang bersebelahan dengan rumah pimpinan administrasi kampung Tumbang Anoi.

Sebelumnya saat penulis mencoba berbincang dengan pria ini masih tertidur. “Bapak masih tidur karena kelelahan,” ungkap anaknya. Pria bernama lengkap Pilih T. Manan ini dipercaya menjadi kolektor Kopdit CU Betang Asi Tumbang Anoi sejak tahun 2012. Bertepatan dengan Pumpung Hai dan Napak Tilas Tumbang Anoi 120 tahun lalu ia terlibat mendukung kegiatan bersejarah yang mencatat pertemuan orang Dayak se-Kalimantan pada tahun 1894 dulu.

“Awalnya saya senang ikut pelatihan dengan Yayasan Tambuhak Sinta (YTS) dan juga CU. Saya diajak masuk CU oleh Yudis dari YTS kemudian Pak Yepta mendatangi saya dan pada tahun 2012. Saya dipercaya sebagai kolektor oleh orang kampung ketika ada pertemuan di Tewah,” ungkap pria berusia 37 tahun ini mengawali cerita.

Lebih dari 100 orang yang dilayani oleh Pilih. Wilayah pelayanannya mencakup kecamatan Damang Batu dan Kahayan Hulu Utara (Kahut). Di Tumbang Anoi sendiri ada 73 anggota CU Betang Asi, Karetau Sarian 44 orang dan Tumbang Mahuroi ada 30 orang.

Saat ditanya pengalaman menarik menjadi kolektor, Pilih mengungkapkan ia bisa mengelola uang (baca pinjam uang). Mengawali masuk CU dengan kapitalisasi akhirnya ia lanjutkan dengan membeli sepeda motor dan pinjam tunai untuk mengembangkan usahanya. Tentu saja setelah pengembalian pinjaman ia lakukan dengan tepat waktu.

Sisi buruk juga sempat ia ceritakan kepada penulis. “Di Tumbang Anoi ada kolektor sebelum saya yang juga dipilih oleh orang kampung, namun karena ada masalah maka saya ditunjuk untuk menggantikan. Awalnya saya dibenci oleh orang kampung dan saya mengatasinya dengan berdiam saja dan secara berlahan-lahan anggota percaya,” ungkapnya dengan nada semangat.

Pilih tetap berupaya menyampaikan motivasi CU. Ia selalu memperlihatkan bahwa pengalamannya ketika melakukan pengembalian pinjaman. “Saya katakan bahwa uang kita terjamin di CU, tidak hilang. Jika kita ada uang 1 juta kita bisa pinjam 1 juta, kita bayar lunas, uang kita yang ada sebelumnya tetap utuh bahkan bertambah,” jelasnya.

Tidak mudah percaya menerima informasi yang tidak jelas, ia melakukan konsultasi dengan petugas CU yang ada di Tempat Pelayanan Khusus (TPK) Tewah, karena sempat terjadi isu ada bunga simpanan lembaga lain yang lebih besar. Terkait acara Napak Tilas, Pilih bercerita keramaian di Tumbang Anoi saat ini mengalahkan ketika pesta Tiwah. Bedanya, jika Tiwah banyak orang menonton ketika binatang akan di bunuh, sedangkan sekarang pusat keramaian ada di Betang Damang Batu.

Ia berharap sebagai kolektor tetap mencoba memotivasi dan melanjutkan tugas agar anggota semakin mengerti, bagi yang berminat dapat masuk dan masyarakat Tumbang Anoi banyak masuk CU. “Menurut saya yang masuk CU tidak ada yang sesat, kecuali dia sendiri yang menyesatkan diri,” tutupnya kepada penulis.

Sumber foto dan berita: Rokhmond Onasis


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Tuesday, October 7, 2014
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved