Selamat Datang!

Pelatihan Cash Flow Pra BP

Bertempat di aula lantai-3 kantor pusat Kopdit CU Betang Asi, Pelatihan Cash Flow Pra Bussines Plan (BP) di pusatkan. Kegiatan yang difasilitasi oleh Antonius Anyu melibatkan semua peserta yang berasal dari manajer, kepala divisi, kepala bagian dan koordinator TP/ TPK se-CU Betang Asi.

Keterampilan dalam penyusunan cashflow diperdalam, mengacu pada standar manajemen akutansi. Dari ke 27 peserta yang mengikuti kegiatan selama 3 hari (10-12/10) tidak semuanya ikut secara penuh.

Semua peserta di wajibkan membawa laptop yang berisi cashflow dari masing-masing tempatnya bertugas. Semenjak pagi pukul 8 pagi hingga sore pukul 5 sore, semua peserta terlibat aktif mengisi tabel dan angka pada excel, sebagai gambaran perjalanan CU ke depan. Bahkan dari pantauan penulis kegiatan dilanjutkan hingga pukul 9 malam.

Dari penjelasan kepada penulis, Anyu sebagai fasilitator mengungkapkan jika ia diminta bantuan memfasilitasi di CU Betang Asi, dia akan datang. Ia menegaskan bahwa sebagai anggota dan mempunyai pinjaman dan simpanan di CU, ia mempunyai beban moral untuk datang.

Pria yang juga dipercaya sebagai bendahara BKCU Kalimantan, Pontianak menjelaskan seringkali dalam  pelatihan yang ia fasilitasi menemukan titik-titik lemah pada sumber daya manusia yang mengikuti pelatihan.

“Saya bukan auditor, tapi jika kebetulan membaca data saya harus beritahukan bahwa jika menemukan hal aneh akan saya tegur. Bedanya jika saya auditor saya akan komentar jauh-jauh hari dan bukan pada saat pelatihan,” jelas pria beranak dua ini.

Sebagai salah satu pengurus BKCUK, ia menilai cukup banyak pelatihan yang di fasilitasi oleh BKCUK untuk meningkatkan kapasitas auditor di CU. Anyu juga melihat ada tantangan yang dihadapi gerakan CU yaitu orang yang mengaudit belum punya standar tinggi.

Lebih dalam ia menjelaskan bahwa belum diterapkan standar audit untuk kapasitas manusianya. “Kalau standar format pelaporan audit ada di sediakan jaringan CU, tapi standar orang yang melakukan pekerjaan itu tidak ada, sementara CU semakin besar, tapi belum tentu kapasitas yang melakukan itu setingkat dengan besar lembaga CU,”jelasnya.

Hal lainnya menurut Anyu belum tersedianya pendidikan formal untuk peningkatan kapasitas dari CU, sistem pengkaderan yang belum ada. Salah satu solusi yaitu menggunakan jasa dari luar seperti akuntan publik. Seharusnya punya CU dengan standar pekerja yang bagaimana. “CU harus meningkatkan kualitas pekerja sehingga CU menjadi besar, ini mengacu juga pada pimpinan. Kalau pimpinannya stagnan, nyata kader di bawahnya mengikuti standar di atasnya,” tegas Anyu.

Sebagai catatan, peserta yang mengikut pelatihan adalah Yohanes Changking, Shiawan Etora, Elka, Erwin Harefa, Ezra Mardoni Lewi, Yuliani, Ellia Sujiyono, Yepta Diharja, Martha Sarimasayu, Syvester Suanda, Sri Wulan, Ensi Veronika, Yeyen Susanti, Merry Normawaty, Harti Rayani, Wardalely, Estie, Vetra Kasih, David Dibiciang, Herie U. Daud, Arpiano Udasco, Donny, Yosi Monalisa, Longgor, Junaidi, Memeiliana, Valentinus Jeghau, dan Yahya.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Monday, October 13, 2014
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved