Selamat Datang!

CU, Solusi dari Kemiskinan

Sebanyak 35 orang peserta dari 7 Credit Union yang tergabung dalam jaringan BKCU Kalimantan mengikuti Pelatihan Pendalaman Nilai-Nilai Credit Union di Balai Diklat PU Wilayah IV Surabaya.

Fasilitator pelatihan ini adalah Marselus Sunardi, ketua BKCU Kalimantan. Pelatihan ini memiliki arti penting dan harus dipahami secara komprehensif tidak hanya bagi Pengurus, Pengawas dan Manajemen sebagai pengelola tetapi juga oleh anggota Credit Union itu sendiri. Karena gagasan Credit Union itu didasari oleh rasa saling membantu, swakelola, solidaritas, sukses berkelanjutan, subsidiaritas dan prinsip identitas.

Tujuan dari pelatihan peserta dapat memahami pengertian dan sejarah CU, perbedaan CU dengan lembaga lainnya, misi gerakan CU. Tidak kalah pentingnya, peserta dapat melakukan internalisasi nilai-nilai dan prinsip CU, serta mendalami transformasi sosial melalui CU.

Selama 3 hari mulai tanggal 18-20 Agustus 2014  peserta pelatihan menerima 7 sesi diantaranya CU  sebuah pilihan; CU solusi yang memandirikan; Misi CU; Pondasi, Prinsip dan Nilai-Nilai CU.  Supaya berjalan efektif, peserta dibagi dalam 6 kelompok selama pelatihan berlangsung. Nama kelompok di ambil berdasarkan pondasi utama CU yaitu Sikap, Visioner, Kejujuran, Keberanian, Pengorbanan, dan Integritas.

Setiap peserta diminta untuk menggambar dalam kertas kosong, apa itu CU?. Menariknya peserta ada yang menggambar CU sebagai  tiga lingkaran yang saling berkaitan dan tidak terpisahkan, kemudian ada yang menggambar CU itu bagaikan semut yang berbaris didinding menuju tempat makanan, ada pula yang menggambar CU itu bagaikan kendaraan baik mobil ataupun perahu naga yang membawa anggotanya menuju tujuan keuangan (financial goal).

Dari semua gambar yang ada ternyata mempunyai makna tersendiri mengenai CU. CU itu adalah sebuah pilihan bagi anggotanya. CU bukan lembaga keuangan yang mirip BANK, BPR, Asuransi, NGO, BMT dan lain-lain. CU juga tidak identik dengan koperasi simpan pinjam. Perlu di ingat, CU menganggap lembaga lainnya bukan pesaing, bukan tandingan juga bukan musuh.

Ketika orang telah bergabung   menjadi anggota CU maka ia memilih untuk peduli dengan orang lain, karena apa ?, karena CU adalah soal kepedulian, CU adalah soal aliran sistem ekonomi, CU bicara soal cara pandang, soal cara  kerja, keterpanggilan, CU soal keberpihakan, CU soal paradigm dan ideologi.

Bicara target, tentu CU untuk kalangan menengah ke bawah dan terpinggirkan, kaum perempuan dan kaum muda serta masyarakat yang berada dalam kelompok usaha-usaha kecil dan menengah. Karenanya, dengan ber-CU maka kita siap mandiri dan berdikari dalam hidup.

Sejarah juga telah membuktikan bahwa CU solusi membangun kemandirian. Hal ini diungkapkan oleh Raiffeisen selaku tokoh CU di dunia. Raiffeisen menekankan pentingnya 3S: Self-Help (menolong diri sendiri), Self-Governance(mengelola diri sendiri) dan Self-Responsibility (bertanggungjawab terhadap diri sendiri). 

Untuk hidup lebih baik dan bermartabat, mari bergabung bersama CU.

Sumber Tulisan dan Foto: Rita Sarlawa; peserta pelatihan; anggota badan pengawas Kodit CU Betang Asi.

***

 



Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Sunday, August 24, 2014
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved