Selamat Datang!

Vilna Rery: “Membuat Komitmen, Tetap Konsisten dalam Perencanaan Keuangan”

Kali kedua, akhirnya pelatihan Financial Litteracy (FL) di laksanakan. Sebanyak 24 orang penggiat Kopdit CU Betang Asi mengikutinya. Sejumlah kolektor, aktivis dan staf CU terpantau satu per satu naik ke aula pertemuan CU yang terletak di lantai-3 pada 18-20 Februari 2014 lalu.

Pelatihan kali ini tetap difasilitasi oleh Bambang Mantikei, wakil ketua-1 Kopdit CU Betang Asi. Ia di bantu oleh Sri Wulan, Manager Diklat dan Litbang. Salah seorang peserta yang sempat ditemui penulis menceritakan pengalaman dan pemahaman dari materi yang didapatkan selama 3 hari, termasuk mengapa ia tertarik mengikuti kegiatan FL ini.

Vilna Rery (32) menceritakan kepada penulis, awalnya ia di tawarkan mengikut pelatihan ini oleh koordinator TPK Kapuas, Harti Rayani. “Saya harus ambil cuti 3 hari untuk dapat berangkat ke Palangka Raya, karena sehari-hari saya bekerja di Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM,” jelas ibu beranak dua ini.

Di CU Vilna masih belum di tunjuk menjadi kolektor di kecamatan Pandih Batu, ia masih menjadi koordinator pengumpul di tempatnya bekerja. Bisa jadi karena ia dekat dengan masyarakat ia diminta untuk membantu anggota menyetorkan simpanan maupun pinjaman ke TPK Kapuas.

Ibu dari Bestra Resany De Rose dan Geteza Avyona ini mengakui sudah menjadi anggota CU sejak tahun 2012 lalu. Bersama Sandy Suardy, suaminya ia menjadi tim yang baik membantu anggota CU di daerah Pangkoh dan sekitarnya dan seminggu sekali melakukan penyetoran ke TPK Kapuas.

Terkait pelatihan FL Vilna merasa beruntung sudah mendapatkan materi pelatihan. Paling berkesan dari materi pelatihan adalah cara merencanakan anggaran biaya kehidupan rumah tangga dan masa depan. “Kami di latih untuk mengisi aset dan kekayaan sebelumnya saya belum pernah menyadari punya aset yang berharga walaupun tidak punya uang di tangan,” ungkapnya.

Secara pribadi Vilna mengatakan materi yang menarik berikutnya adalah peserta diajak untuk membuat komitmen dan tetap konsisten supaya bisa mencapai dari perencanaan yang sudah dibuat, dan lebih disiplin dalam keuangan.

“Ini akan saya bawa pulang dan mengatur lebih baik lagi, walaupun kondisi masyarakat di Pandih Batu (baca Pangkoh), selama ini pola hidup terkait dari pelajaran FL, mereka terlihat sangat boros. Secara penghasilan mereka kebanyakan PNS, guru, pedagang, petani. Salah satu tantangan di sana masih banyak pinjaman (rentenir) yang diambil secara harian, dengan bunga 20%, dengan adanya CU dan SPP PNPM masyarakat juga terbantu,” jelas Vilna.

Dari suaminya yang bekerja di dinas pertambangan Kapuas ia mengelola pendapatan yang diterima. “Saya akan membuat dan mengatur anggaran keluarga lebih baik dan harus ada yang lebih di prioritaskan. Saya juga berharap dalam waktu dekat ada kantor pelayanan CU di Pangkoh dan sekitarnya,” tutupnya kepada penulis.

Sumber foto dan tulisan: Rokhmond Onasis




Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Sunday, February 23, 2014
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved