Selamat Datang!

Albinus Awat, Petani Dayak yang Sukses

Bertempat di desa Jabiren, Pulang Pisau kegiatan kunjungan usaha produktif dari anggota CU untuk semua TP di lakukan. Kegiatan ini dalam upaya memberikan pengetahuan dan pemahaman baru untuk anggota CU dalam usaha produktif di bidang pertanian.

Kunjungan kali ini tidak salah, karena langsung di pandu oleh anggota CU yang sudah mempraktekkan usaha produktif di bidang pertanian. Albinus Awat, PNS di dinas pertanian Pulang Pisau ini menceritakan, awalnya ia sebagai PPL perkebunan dan menguji teori yang di di dapatinya dengan mempraktekkan langsung ke lapangan.

Selama ½ hari, 26 Nopember 2013 lalu di lokasi kolam ikan papuyu, kebun sayur-sayuran, kebun karet, peternakan ayam, sapi dan babi sudah di kunjungi semua peserta. Tentu bukan hanya berkunjung dan melihat. Kegiatan ini dipadukan dengan cerita sukses dan tantangan yang dihadapi oleh Awat dalam menjalankan usaha ini. Albinus menceritakan, bagaimana prosesnya ia dapat memiliki tanah untuk lahan pertanian yang ia kelola. CU banyak membantu dalam proses keuangan.

Tampak peserta kunjungan ini, tidak hanya membawa buku catatan saja, ada pocket camera yang di gunakan untuk mengambil gambar dari usaha sukses ini. Bahkan salah seorang peserta membawa handy cam untuk mendokumentasikan kegiatan ini dengan baik.

Mambang Handuran yang juga satu kantor dengan Albinus Awat, turut membagikan pengalaman kepada para peserta kunjungan. Mambang menceritakan dengan dipadukan pengelolaan karakter anggota dalam mengelola uang cu akan meningkatkan taraf hidup. Akan semakin baik jika ini ditambah memanfaatkan dan menanam lahan yang ada dengan karet.

Pertemuan diawali dengan menerangkan kondisi pengeloaan kolam ikan papuyu yang berada di halaman depan. Albinus menerangkan bahwa kondisi kolam yang layak dapat diuji dengan menekan batang eceng gondok (baca ilung) yang dibiarkan hidup dan menimbulkan bunyi ‘prok’. Sebelumnya kolam sudah diberikan tanah setebal 5 cm.

Selanjutnya rombongan di bawa masuk kerumah Albinus Awat untuk melakukan diskusi terpadu. Acara di rumah dimulai dengan doa yang dibawakan oleh Set, S.Pd. acara ini dipandu oleh manajer TP PHS, Junaidi. Dari pengurus menyampaikan sambutan diwakili oleh Atis, S.Sos.

Dalam diskusi ini salah seorang peserta, Kardinal dari TP Betang Sinta, menanyakan bagaimana prosedur jarak tanam tanaman sela karet untuk nenas dan singkong. Terkait hama rayap, Mambang menceritakan dapat di atasi dengan memberikan Tuwe, yang sudah ditanam sebelumnya di lahan karet yang kita olah.

Semoga sekitar 60 peserta kunjungan dapat mempraktekkan pengalaman nyata yang sudah dialami Albinus Awat sehingga menjadi sejahtera secara sosial, ekonomi dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Sumber: disarikan dari DVD audio visual kunjungan; dokumen CU Betang Asi


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Thursday, December 5, 2013
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved