Selamat Datang!

Betang Asi Ikuti CU Marketing

Sebanyak 57 orang terlibat aktif dalam Credit Union Marketing. Kegiatan ini di selenggarakan oleh Badan Koordinasi Credit Union Kalimantan (BKCUK) yang dilakukan selama 3 hari dari tanggal 23-25 Agustus lalu di hotel Colombo Yogyakarta.

Sebagai fasilitator di percaya kepada Dede Fahrian Aulawi yang telah lama bermitra dengan BKCUK, Pontianak. Peserta yang mengikuti, berasal dari utusan masing-masing CU yaitu,  Sabhang Untung, Prima Danarta, Sumber Rejeki, Sempekat Ningkah Olo, Pangudi Luhur Kasih, Cindelaras Tumangkar, Remaung Kecubung dan Semangat Warga.

CU betang asi mengutus 11 orang dari manajer masing-masing bidang yaitu Yahya, Sri Wulan, Esti V. Kasih, Yohanes Changking, Sylvester Suanda, Junaidi, Yosi Monalisa, Yepta Diharja, Ezra M. Levi, Andika Harianto dan Udasco.

Penulis menyempatkan diri berdiskusi dengan Yahya dan Wulan, usai mereka pulang dari pelatihan. Menurut Yahya, tujuan dari pelatihan adalah untuk meningkatkan penjualan produk dari CU Betang Asi.

“Yang terpenting dari pemasaran adalah network dan relasi,” ungkap Yahya. Lebih jauh ia menjelaskan pentingnya penguasaan pengetahuan dari produk itu sendiri, adanya identifikasi yang jelas dari kebutuhan dan segmentasi pasar, perencanaan dan strategi yang matang untuk memenuhi kebutuhan pasar dan strategi pelaksanaan untuk menembus pasar sesuai dengan segmentasinya.

Sedangkan menjadi pemasar yang baik, Yahya menyampaikan syarat-syarat antara lain senang traveling/ mobilitas tinggi, luwes dalam pergaulan/ fleksibel/ tidak kaku, memiliki keahlian komunikasi dan menguasai produk yang dipasarkan.

Dalam proses pelatihan Yahya mengungkapkan hanya ada 1 kali kerja kelompok. “Kami berdiskusi tentang SWOT dari masing-masing kelompok dan dibagi menjadi 4 kelompok, dengan jumlah peserta dalam satu kelompok berkisar 12  orang,” jelas pria yang menduduki posisi staf audit internal di CU Betang Asi.

Terkait implementasi di CU Betang Asi, Yahya mengharapkan  harus ada tim marketing yang merumuskan kebutuhan pelanggan, bisa di sebut LITBANG, dan ke depan pelatihan sebaiknya lebih mengarah ke produk dan gerakan CU, materi yang disampaikan tidak terlalu luas, supaya gambaran orang/ peserta dapat sampai ke arah lebih baik.

Berbeda dengan Yahya, dari sisi pemasaran Wulan menceritakan kepada penulis, bahwa tidak semua materi yang disampaikan dapat diterapkan di lembaga masing-masing. “Lembaga credit union agak berbeda karena bersifat terbatas sedangkan bank melayani menengah ke atas, sehingga tim marketing harus punya manajemen sendiri dan tidak nyambi” ungkap perempuan yang menjabat sebagai manajer DIKLAT dan LITBANG di CU Betang Asi.

Wulan juga menceritakan ada perbedaan antara sales dan marketing. Marketing mesti dapat berkomunikasi bagus, namun secara adminisrasi tidak terlalu pandai, sedangkan sales ke administarsi dan follow up dari kerja yang dilakukan oleh marketing.

Wulan berharap, ada ada produk yang harus disesuaikan dengan kebutuhan anggota. “Salah satunya, harus ada produk berpasangan, dan ada pinjaman untuk perumahan dan ini dibedakan dengan buku di duit turus.Pelatihan ini sangat membantu untuk bagian marketing secara umum di CU diklat dan kredit,” tutup Wulan kepada penulis

Sumber tulisan: Rokhmond Onasis; Sumber foto: Dokumen CU Betang Asi.



Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Wednesday, September 4, 2013
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved