Selamat Datang!

Nor Abdiansyah: “Saya Merasa Bangga Melayani Walaupun Habis Tertimpa Musibah”

Ada ungkapan bahwa Credit Union hanya melayani agama tertentu saja, hal ini menjadi pemikiran dan ditanggapi secara beragam oleh anggota maupun non anggota CU. Salah satu penggiat CU Betang Asi yang berada di wilayah Katingan hilir, Nor Abdiansyah menegaskan bahwa itu tidak benar.

Ditemui penulis saat mendukung proses pendidikan CU bagi anggota di desa Petak Bahandang, Katingan, Selasa, 20 Agustus 2013 lalu. Ia menjelaskan bahwa siapa saja yang mau maju dapat memanfaatkan CU untuk berkembang tanpa memandang agama dan suku tertentu.

Pa Nonoi panggilan akrabnya juga menceritakan pengalamannya semenjak ia dipercaya sebagai kolektor di wilayah desa Talingke dan sekitarnya.  Walaupun banyak tantangan di wilayah kerjanya, pria yang mempunyai 3 anak ini tetap bersemangat mengembangkan CU. Berikut petikan wawancaranya bersama penulis:

Sudah berapa lama anda menjadi kolektor di wilayah ini?

Saya sudah menjadi kolektor 5 bulan terhitung dari bulan Maret 2013, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) yang ada.

Wilayah yang anda layani di mana saja?

Untuk sementara wilayah yang kita layani desa Talingke, Asem Kumbang dan Petak Bahandang.

Arah pengembangan pelayanan lainnya?

Ke poros Selatan yang di bantu oleh Pak Tomy, di desa Luwuk Kanan dan Tewang Tampang dan alhamdulilah di sambut baik oleh masyarakat 

Tantangan yang anda hadapi?

Pertama, kita kesulitan dalam masalah medan. Arah ke poros selatan menuju desa-desa yang lain, jalan darat (lintas) sama sekali belum tersentuh, kita banyak menggunakan transport air yaitu ces.

Peluang-peluang dari wilayah pelayanan anda sekarang ini?

Kita mencoba pendekatan secara kekeluargaan dan juga pendekatan kepada teman-teman bagaimana kita mensosialisasikan CU, kita berbicara tentang CU, walaupun hanya sebatas pengetahuan kita atau selayang pandang.

Anda pernah mengalami musibah perahu tenggelam bersama fasilitator CU Betang Asi, saat menuju Talingke, hikmah yang bisa diambil?

Ketika kami berangkat pukul 4 sore, kami sampai di terusan Talingke hampir mendekati malam/ magrib dan tertabrak tunggul akhirnya kita terbalik dan tenggelam. Kami tetap pantang mundur dan CU tetap bisa berjalan di masyarakat sehingga tetap terlayani. Saya merasa bangga bisa melayani masyarakat walaupun habis tertimpa musibah   Saya merasa bersyukur selama saya masuk CU anak saya dapat bersekolah dengan biaya cukup tinggi dan terbantu dengan mendapatkan pinjaman dari CU.

Ada ungkapan CU milik orang Kristen dan hanya melayani orang Kristen, tanggapan anda?

Itu sama sekali tidak benar, saya juga sebagai orang muslim itu hanya pembicaraan masyarakat pinggiran. Kenyataannya setelah saya mengikuti CU sama sekali itu tidak benar dan di tahun 2012 di RAT di aula Soverdi saya bertemu dengan Ibu Mastuati, ia mengatakan tolong jangan pandang agama, tapi pandang demi kemajuan kita bersama.

Senangnya anda menjadi kolektor?

Saya setiap bulan bisa berkunjung ke daerah-daerah lain dan bisa silahturahmi dengan teman dan keluarga yang ada. Misalnya di Talingke, Petak Bahandang, Asem Kumbang dan mungkin ke daerah-daerah desa lain yang akan kita kembangkan CU ke daerah-daerah itu.

DAS Katingan hilir agak lambat mengembangkan CU, strategi anda sebagai kolektor supaya ini dapat lebih cepat?

Kita mendekati pendekatan-pendekatan keluarga seperti di Luwuk Kanan, Tewang Tampang. Di arah poros selatan ini saya di lahirkan, khususnya Telaga, Tewang Kampung dan sebagainya itu merupakan tempat tinggal saya, jadi basis keluarga dan pendekatan terhadap keluarga dan teman-teman saya rasa itu tidak terlalu sulit.

Kita secara perlahan-lahan berbicara dengan teman-teman dan keluarga, walaupun secara kolektor belum menguasai sepenuhnya tentang CU, tapi tetap saya sampaikan secara selayang pandang kepada teman dan keluarga.

Harapan anda kepada lembaga CU sebagai kolektor CU?

CU tetap eksis di mata masyarakat

Harapan anda kepada anggota dan calon anggota CU, sebagai kolektor CU?

Kita merasakan dapat melayani anggota dan tidak bosan-bosannya dan pantang menyerah dalam segala sesuatu hal masyarakat dapat berminat, kita tetap murah senyum dan ramah tamah dalam menyampaikan.

Target anda ke depan untuk wilayah Katingan hilir/ poros Selatan ini?

Kita dapat memasuki desa Tewang Kampung dan Insya Allah akan tetap kita perkembangkan CU.

Sumber foto dan tulisan: Rokhmond Onasis


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Monday, August 26, 2013
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved