Selamat Datang!

CU BESI Ikuti Pelatihan CUCCC


“CEO yang pandai itu banyak, CEO yang efektif sangat jarang namun CEO tidak dibayar untuk pengetahuannya melainkan dibayar untuk apa yang dilakukannya dengan benar.” Itulah kutipan kata bijak dari Peter F. Drucker yang disampaikan fasilitator pelatihan CUCCC di Pontianak.

Pelatihan Credit Union CEO and Competency Course (CUCCC) dilaksanakan oleh Puskopdit Badan Koordinasi Credit Union Kalimantan (BKCUK) di Wilayah Barat dari tanggal 26 hingga 29 Juni lalu, bertempat di wisma KFS Pontianak. Pelatihan ini diikuti oleh CU anggota Puskopdit BKCUK.

Ada 42 orang peserta dari utusan masing-masing CU Betang Asi, CU Bonaventura, CU Khatulistiwa Bakti, CU Muara Kasih, CU Sari Intugin, CU Tilung Jaya dan CU Usaha Kita. Pelatihan ini dikhususkan untuk manajer, koordinator, kepala bagian dan kepala divisi pada masing-masing CU. Utusan dari CU Betang Asi ada 6 orang terdiri dari Yepta Diharja, Yahya, Ensy Veronika, Andika Harianto, Arpiano Udasco dan Ezra Mardoni Lewi.

Herculanus Cale dan Frans Laten dipercaya menjadi fasilitator dalam pelatihan ini. Menurut Cale, mewakili pengurus BKCUK materi yang akan disampaikan terdiri dari 10 (sepuluh) modul. “Kalau dalam perkuliahan waktu pembelajarannya satu (1) semester, tetapi di CU cuma empat (4) hari saja,”  jelas Cale saat sesi pendahuluan berlangsung.

Cale menjelaskan tujuan khusus dari pelatihan ini adalah memahami Credit Union dalam dunia pasar sehingga  Chief Executive Officer (CEO) Credit Union akan bisa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai dunia pasar, membangun kesadaran dan kepekaan terhadap tantangan-tantangan yang dihadapi oleh CU-CU  di dunia pasar.

Selain hal tersebut Cale juga menambahkan tujuan lainnya adalah memperoleh pengetahuan tentang pendekatan-pendekatan untuk memanfaatkan keunggulan yang kompetitif dalam menempatkan credit union di dunia pasar dan memperkuat prinsip-prinsip operasional CU sebagai landasan inti dalam dunia pasar.

Terkait pada materi Credit Union yang aman dan sehat, Cale menjelaskan ciri-cirinya adalah mengacu pada citra Credit Union di dunia pasar seperti lembaga yang aman seperti sistem yang terpadu – monitoring dan evaluasi; disiplin keuangan dan sistem pengendalian administrasi dan pola kebijkan; kekuatan keuangan yang tidak dapat dikompromikan dan pengendalian administrasi; standarisasi  operasional; mutu produk dan pelayanan.

Ciri lainnya, sistem yang terpadu – monitoring dan evaluasi; sistem informasi pasar dan pengembangan produk; pola kebijakan; dorongan pasar, kualitas tinggi, berorientasi pada keuntungan untuk pelayanan yang lebih baik; orangnya terpercaya; sistem terpadu – monitoring dan evaluasi; sistem pengembangan sumber daya manusia,  pola kebijakan; karakter, kompetensi, kompensasi.

Sebagai CEO BKCU, Frans Laten menyampaikan peran serta manfaat dan fungsi mengapa CEO penting bagi Credit Union. Ia menjelaskan, CEO adalah posisi tunggal dalam organisasi yang terutama bertanggungjawab melaksanakan perencanaan-perencanaan dan kebijakan-kebijakan strategis seperti yang telah dibuat oleh dewan pengurus.

Di sisi tanggung jawab CEO berperan atas keberhasilan dan kegagalan credit union. Operasional, marketing, strategi, keuangan, menciptakan budaya organisasi, SDM, pengangkatan dan pemecatan, hal-hal yang berhubungan dengan peraturan-peraturan, penjualan, Publik Relation dan lain-lain.

Dalam pelatihan ini juga di sampaikan materi tentang tugas-tugas CEO, antara lain menyusun strategi untuk mendukung visi, membangun budaya kerja, membangun kerja tim. Sedangkan tugas-tugas Khusus CEO  adalah, memberikan kepemimpinan, memastikan terjadinya perkembangan dari rencana-rencana yang menjadi prioritas, mereview rencana, memperbaiki dan memberikan masukan-masukan bagi pengurus dan lainnya.

Sumber berita dan foto: Arpiano Udasco.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Friday, July 5, 2013
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved