Selamat Datang!

Dehen Erang, Doktor CU Ke II


Kopdit (baca Credit Union) yang dulunya hanya dipandang sebelah mata, kini menjadi salah satu pilihan dan menjadi alat untuk mencapai kesejahteraan. Bukan hanya di habitat ekonomi saja, juga bukan pula hanya di bicarakan di pasar-pasar yang becek. Sekarang sudah memasuki ranah pendidikan.

Setelah almarhum Dr. Amu Lanu A. Lingu, SE, M.Si telah berani mengambil langkah Credit Union dapat di uji secara akademik, berikutnya ada salah seorang putra Dayak yang kembali mengangkat Credit Union menjadi salah satu tulisan disertasinya sebagai syarat untuk mengambil gelar doktor.

Dr. Dehen Erang, M.Si, pria kelahiran Tumbang Bunut, 28 September 1959 ini dengan bersemangat telah melewati uji disertasi pada Kamis, 1 Nopember 2012 lalu. Dengan judul disertasi “Aksi Interaksi Dalam Konstruksi Partisipasi Masyarakat untuk Berkoperasi (Kajian Fenomenologi Tindakan Sosial Masyarakat pada Credit Union Betang Asi Palangka Raya)”.



Menurut wikipedia.org, partisipasi adalah suatu keterlibatan mental dan emosi serta fisik peserta dalam memberikan respon terhadap kegiatan yang melaksanakan dalam proses belajar mengajar serta mendukung pencapaian tujuan dan bertanggung jawab atas keterlibatannya (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Partisipasi)

Bagaimana hasil kajian yang telah dilakukan oleh Dehen mengacu pada partisipasi masyarakat untuk berkoperasi di CU Betang Asi, berikut petikan abstrak dari disertasinya:

Penelitian ini berupaya mengungkapkan secara komprehensif aksi interaksi dan konstruksi partisipasi masyarakat untuk berkoperasi dari perspektif emik dan selanjutnya dibahas agar dapat mengungkap makna aksi interaksi yang dilakukan pimpinan CU “Betang Asi” serta implementasinya.

Dari fakta-fakta dapat diungkapkan bahwa Credit Union “Betang Asi” adalah koperasi yang tebesar di Kalimantan Tengah, baik dari segi keanggotaannya, permodalannya dan usahanya. Perkembangan CU “Betang Asi” yang luar biasa tesebut karena adanya partisipasi seluruh anggota.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan aksi interaksi pimpinan/ pengurus Credit Union “Betang Asi” Palangka Raya dalam membangun dan membentuk partisipasi anggota dan masyarakat untuk berkoperasi dan menganalisis dan mendeskripsikan konstruksi partisipasi masyarakat yang terbentuk dalam berkoperasi.

Untuk mengungkapkan fenomena-fenomena di atas peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengedepankan pemberian makna terhadap kajian tesebut. Penelitan ini memakai metode grounded dan bersifat induktif karena dibangun dari data atau mendasar di dalam data, dimana peneliti langsung terjun ke lapangan dengan ruang lingkup Koperasi Credit Union “Betang Asi” Palangka Raya.

Fokus penelitian ini meliputi: (1) Aksi interaksi pimpinan dengan anggota Koperasi CU “Betang Asi” Palangka Raya dengan indikator: (a) Interaksi pimpinan dengan anggota dan calon anggota CU “Betang Asi”, (b) Kebijakan pimpinan atau pengurus dan (c) Kesadaran untuk ikut serta dalam berkoperasi.

Fokus ke-2, Kontruksi partisipasi masyarakat yang terbentuk dalam berkoperasi dengan indikator: (a) Konstruksi masyarakat untuk berkoperasi, (b) Pertimbangan masyarakat untuk berkoperasi, (c) Tindakan masyarakat dalam partisipasi, (d) Relasi anggota dengan masyarakat lokal dan (e) Opini yang berkembang di kalangan anggota dan masyarakat.

Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan instrumen bantu ialah alat-alat yang digunakan untuk membantu kegiatan penelitian seperti handycam, tustel, recorder dan alat tulis.

Analisa data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa prosedur yaitu melalui proses pengkodean (coding), pengkodean terbuka (open coding), pengkodean terpusat (axial coding), pengkodean terpilih (selective coding), komparasi secara konstan (constan comparative) dan selanjutnya  menganalisis keabsahan dan penelitian melalui empat kriteria yaitu: (1) Standar kredibilitas (kepercayaan), (2) Standar tranferbilitas (keteralihan), (3) Standar dependenbilitas (ketergantungan) dan (4) Standar konfirmabilitas (kepastian)

Selanjutnya untuk memeriksa keabsahan data dilakukan teknik triangulasi melalui proses: (1) Triangulasi teori dengan teori, (2) Triangulasi data dengan data dan (3) Triangulasi pakar dengan pakar

Berdasarkan data dan fakta aksi interaksi dalam konstruksi partisipasi berkoperasi pada CU “Betang Asi” Palangka Raya adalah sebagai berikut: interaksi pimpinan/ pengurus dan tim manajemen CU “Betang Asi” dengan calon anggota dan anggota supaya masyarakat yang belum memperkenalkan atau menjelaskan tentang keberadaan, tujuan dan manfaat CU “Betang Asi”, selanjutnya memotivasi atau mendorong supaya mereka yang telah menjadi anggota dapat melaksanakan kewajiban dan haknya dengan baik serta disiplin.

Interaksi yang dilakukan pimpinan Credit Union “Betang Asi” yaitu karena adanya kesadaran dan keyakinan dari pimpinan CU “Betang Asi” apabila seseorang menjadi anggota dan aktif melakukan hak dan kewajibannya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam AD, ART dan pola kebijakan pengurus, maka anggota tersebut akan memperoleh kesejahteraaan ekonomi dan sosialnya.

Kebijakan pimpinan dalam mengembangkan dan membentuk partisipasi anggota dan masyarakat untuk berkoperasi pada CU “Betang Asi”, dilakukan melalui pola kebijakan pengurus yang ditetapkan secara demokratis dan melibatkan seluruh anggota dalam rapat anggota, kebijakan tersebut meliputi kebijakan tentang keanggotaan, pendidikan,simpanan/ permodalan , kredit, balas jasa, penghargaan kepada anggota berprestasi, jaminan perlindungan terhadap resiko, solidaritas kesehatan dan solidaritas dukacita, promosi, hadiah dan penghargaan serta kebijakan pembangunan kantor, kebijakan tersebut telah memotivasi anggota dan masyarakat untuk aktif barpartisipasi dalam berkoperasi pada CU “Betang Asi”.

Konstruksi partisipasi masyarakat yang terbentuk dalam berkoperasi diawali dari adanya kesadaran dan komitmen selurun pimpinan pengurus dan tim manajemen tentang visi, misi, slogan, AD/ ART, dan pola kebijakan pengurus serta program kerja.

Untuk menyatukan komitmen tersebut diselenggarakan dalam suatu kegiatan yang dinamakan strategic planning atau perencanaan strategis. Penerapan pola kebijakan serta program kerja secara disiplin telah membangun partisipasi anggota dan masyarakat untuk berkoperasi dan menimbulkan kesadaran setiap anggota untuk mensosialisasikan keberadaan koperasi serta mengajak mereka yang belum menjadi anggota untuk ikut serta dalam berkoperasi.

Pertimbangan masyarakat untuk ikut serta dalam berkoperasi dipengaruhi oleh faktor internal yaitu karena adanya pengertian dan pemahaman serta keyakinan anggota dan masyarakat setelah mereka mengikuti pendidikan dasar sehingga terjadi perubahan pola pikir dan pola hidup masyarakat sesuai dengan visi, misi, AD/ ART serta pola kebijakan yang telah ditetapkan bersama.

Selain faktor internal terdapat juga faktor eksternal yaitu karena pengelolaan organisasi, usaha dan permodalan secara profesional, kedisiplinan pengurus dan tim manajemen dalam menjalankan tugasnya, anggota lainnya yang berhasil dan manfaat maksimal yang diterima oleh anggota serta penerapan kebijakan mengembangkan nilai-nilai budaya, kearifan lokal dan memadukan nama lokal dengan nama yang lebih modern untuk produk pelayanan kepada anggota, penerapan nilai-nilai kasih antara sesama sesuai dengan ajaran agama telah menimbulkan perubahan sikap dan kesadaran anggota dan masyarakat dalam berkoperasi.

Sumber: Ringkasan Disertasi “Aksi Interaksi Dalam Konstruksi Partisipasi Masyarakat Untuk Berkoperasi” (Kajian Fenomologi Tindakan Sosial Masyarakat Pada Credit Union Betang Asi Palangka Raya; Oleh Dehen (NPK 09.77.0011); Program Pasca Sarjana Universitas Merdeka Malang; 2012; halaman v-vi.

Sumber foto: www.cubetangasi.com


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Saturday, January 5, 2013
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved