Selamat Datang!

Harpie Kaler: “CU Memotivasi Saya Sukses Keuangan, Keluarga dan Rohani”

“Saya merasakan betul manfaat CU dalam menolong, mengembangkan usaha” kata Harpie Kaler membuka pembicaraan dengan penulis. Ditemui saat RAT konsolidasi di Palangka Raya Pebruari lalu, pria Dayak kelahiran Tumbang Samue, 2 Desember 1976 ini, menegaskan impian terbesarnya adalah sukses di bidang keuangan, keluarga dan rohani.

Pengakuan suami dari Ilun, sejak tahun 2007 ia sudah mengenal CU. Awalnya hanya mendengar cerita soal keberadaan CU Betang Asi di Malahoi yang di anggap sebagian orang sebagai bank gelap. Istrinya penasaran dan ingin masuk jadi anggota. Akhirnya, ketika sudah jadi anggota istrinya melihat untung ruginya bergabung menjadi anggota CU.

Bermodalkan simpanan 33 juta, istrinya meminjam 70 juta untuk menambah modal membeli karet. Menariknya, ketika pinjaman lunas, simpanan bertambah dan pinjaman yang diberikan tanpa agunan. Selanjutnya, pinjaman di percepat pembayarannya, lalu meminjam lagi untuk membeli kebun karet. Setelah lunas, untuk membuka toko sembako  TIGA PUTRA ia meminjam lagi, kemudian karena ada keperluan membeli rumah di Palangka Raya Harpie Kaler meminjam lagi di CU.

Cita-cita lainnya pemilik No. BA 600.419 ini,  mempunyai pensiun dari bunga simpanan di CU minimal Rp 10 juta perbulan. Sekarang  ia dipercaya sebagai kolektor desa Tumbang Samue yang melayani 60 anggota.

Terkait upaya memotivasi anggota Harpie Kaler mengungkapkan, untuk memotivasi calon anggota ia menyampaikan bahwa masuk CU bisa dengan cara tunai maupun dengan pinjaman kapitalisasi. “Di Tumbang Samue ada sekitar 800 jiwa dengan 400 KK. Artinya masih banyak masyarakat yang belum menjadi anggota CU. Dan ini tugas kita semua untuk memotivasi mereka agar menjadi anggota CU,” kata Harpie.

Kepercayaan masyarakat mulai terlihat ketika tahun 2012 ada 2 orang anggota yang meninggal, pengurusan soldukanya tidak memerlukan waktu lama. “Karena yang meninggal tidak ada utang maka tidak ada penghapusan utang,” jelasnya.

Menceritakan pengalamannya sebagai kolektor, Harpie mengatakan, banyak suka dukanya menjadi kolektor. “Salah satunya saat memberi penjelasan tentang peluang di CU, kolektor harus memahami banyak hal di CU agar anggota dan calon anggota mengerti”.

Hal lainnya, ada anggota yang datang dan ingin membayar solkes dan soldukanya separo dulu, ini memerlukan  kolektor harus lemah lembut memberi penjelasan. Dan kalau kolektor memahami Poljak dengan benar maka akan lebih mudah memberi penjelasan,” ungkap Harpie  menutup perbincangan.

Sumber tulisan dan foto: Sepmiwawalma, penggiat di CU Betang Asi.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Saturday, March 2, 2013
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved