Selamat Datang!

CU Sudah Masuk Desa Hapalam

Desa Hapalam dapat ditempuh selama 30 menit menggunakan motor roda dua dari Kasongan. Berjarak 27,2 km kita akan menempuh ¼ perjalanan aspal mulus dan selebihnya jalan tanah yang sudah di bersihkan di kiri kanannya dengan melewati jembatan gantung, kebun-kebun milik masyarakat dan jika beruntung kita akan melihat kumpulan ternak sapi yang ada di lahan-lahan peternakan milik masyarakat.

Desa Hapalam berada di wilayah kecamatan Tewang Sangalang Garing, kabupaten Katingan. Ketika penulis berada di rumah kades, titik koordinat yang ada di GPS menunjukkan S 01° 48' 32.19", E 113° 18' 46.31".

Seusai melakukan pendidikan dasar, pada awal bulan Maret lalu (9-10/3), penulis menyempatkan diri untuk melakukan perbincangan dengan kepala desa Hapalam, sekaligus pengumpul (baca kolektor) CU Betang Asi. Bapak Hero Walter Jangkan (35), itulah nama kades yang menerima penulis dengan ramah. Berikut petikannya:

Sudah berapa lama anda menjadi kolektor di desa Hapalam?

Kalau dipercaya sebagai kolektor baru 2 bulan, dan masih belum ada SK dari GM, untuk sementara saya masih disebut pengumpul.

Pengalaman dan kendala apa saja yang menarik selama 2 bulan ini menjalani tugas sebagai pengumpul?

Pertama, kendala yang di hadapi, karena desa Hapalam ini masih baru, permasalahannya masih banyak masyarakat yang tidak mengerti. Kedua, kebetulah saya baru juga masuk menjadi anggota dan masih kurang mengerti, permasalahannya di situ. Ketika saya menjelaskan masih ada kekurangan dan biasanya ada staf yang datang setiap tanggal 13 dari kantor TPK Kasongan. Saya hanya bisa memberikan bayangan-bayangan sementara seberapa yang saya bisa.

Terkait jabatan kepala desa, sejak tahun berapa menjabat sebagai kades?

Saya menjabat sebagai kades dari bulan Oktober 2011.

Berkaitan dengan tugas dan kades ditambah sebagai pengumpul CU, bagaimana anda membagi waktu?

Saya rasa, waktu tidak menjadi permasalahan karena kebetulan di desa Hapalam belum ada kantor kades, jadi saya berkantor di rumah. Sebagai kolektor juga di rumah, jadi kantornya buka 1x24 jam, jadi tidak ada masalah.

Ada pernyataan CU hanya bagi kalangan dan komunitas tertentu, bagaimana anda menanggapinya?

Kalau di desa Hapalam tidak ada pernyataan seperti itu, seberapa yang saya dengar tidak ada, tapi kalaupun ada seperti itu saya rasa tidak benar. Yang jelas sejak pendidikan dasar pertama dan kedua masyarakat desa Hapalam banyak mengikuti, dari mulut ke mulut. Walaupun dari kurang mengerti, demikian berminat karena mendengar cerita dari pendas pertama, meskipun ada juga yang masih belum mengerti setelah mengikuti pendas pertama, karena CU masih baru pembukaan saja.

Sebagai pengumpul dan calon kolektor, harapan anda terhadap CU dan keberadaan masyarakat di sini?

Yang jelas harapan saya sebagai pengumpul CU dan sebagai kepala desa di sini, pertama, meminta kesadaran dari masyarakat desa Hapalam untuk bisa semuanya masuk CU, karena saya lihat dari desa-desa yang lain sangat membantu sekali baik dari segi modal, dari berbagai macam kredit, kredit konsumtif dan lain sebagainya sangat membantu sekali.

Apabila di ukur kemampuan masyarakat desa Hapalam ini, untuk membeli secara kontan dan memodali usaha dengan uang sendiri itu masih tidak mampu, tanpa bantuan dari CU, karena bisa diangsur per bulan itu sangat membantu baik perumahan atau mobil. Apabila jalan tembus nanti, saya yakin banyak yang berminat kredit mobil truk dan sebagainya.

Sumber foto dan tulisan: Rokhmond Onasis.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Thursday, March 14, 2013
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved