Selamat Datang!

Ambu: “Kita Mengangkat Kearifan Lokal Dalam Pengembangan Credit Union”

Sepuluh tahun yang lalu, merupakan momentum yang berharga bagi penggiat gerakan ekonomi kerakyatan (baca Credit Union). Berawal dari gagasan dan pengalaman yang telah di lakukan di Kalimantan Barat, muncul ide serupa untuk membangun dan mengembangkan lembaga yang sama dari sisi ekonomi dan sosial masyarakat yang ada di Kalimantan Tengah, khususnya di Palangka Raya dan sekitarnya.

Aula Nazaret, kompleks gereja Katolik Santa Maria, Palangka Raya menjadi saksi bisu dari sejarah ini. Rabu, 26 Maret 2003 menjadi titik awal dari Kopdit CU Betang Asi berdiri. Sebagai pelaku sejarah, Ambu Naptamis ketua terpilih periode 2012-2014, tentu mempunyai pandangan dan pemikiran yang positif sebagai refleksi 10 tahun CU Betang Asi.

Bertempat di kantor Lembaga Dayak Panarung (LDP), penulis berkesempatan mewawancarai advokat  yang juga anggota pengurus dari BKCUK pada 21 Maret lalu, berikut petikannya:

Dilihat dari sisi gerakan ekonomi kerakyatan, bagaimana anda memandang 10 tahun perjalanan CU Betang Asi?

Sebagai latar belakang lahirnya gerakan CU, secara khusus CU Betang Asi adalah terpinggirkannya orang-orang lokal dalam hal ini di Kalimantan Tengah, Masyarakat Adat Dayak. Belajar dari tempat lain, seperti di Kalimantan Barat bahwa  melalui gerakan CU sebagai alat untuk mengorganisir masyarakat terutama kelompok-kelompok yang termarginalkan/ menengah ke bawah untuk mengorganisasi diri untuk saling membantu, saling tolong menolong di dalam suatu sistem yang sekarang namanya Credit Union Betang Asi.

Sejak awal kita pahami bahwa gerakan CU disamping membantu diri sendiri juga membantu saudara kita yang lain dalam suatu sistem. Bisa kita bayangkan kalau semakin banyak anggota bergabung dengan semangat, motivasi, latar belakang ia bergabung dengan CU Betang Asi, menolong dirinya sendiri sekaligus ia menolong saudara-saudaranya yang  lain. Dapat kita bayangkan pergerakkan masyarakat ini khususnya di sektor keuangan/ ekonomi yang kita kenal dengan gerakan ekonomi kerakyatan.

Selama 10 tahun ini apa saja prestasi yang telah dicapai dari CU Betang Asi 

Yang pasti, mendorong, menyadarkan bahwa berjuang untuk  hidup yang lebih baik harus di lakukan secara kolektif tidak akan dapat dilakukan jika sendiri-sendiri. Sejarah juga membuktikan melalui Credit Union. Di CU Betang Asi menunjukkan itu, dengan bergabung di organisasi ekonomi dapat mengangkat secara bersama, melalui CU gerakan kolektif dilakukan.

Kebijakan apa yang telah dibuat pengurus yang pro terhadap masyarakat lokal?

Kebijakan afirmatif, prioritas pengembangan. Ini menjadi keberpihakkan dan komitmen dari gerakan CU, bahwa CU itu untuk kelompok orang-orang miskin,  CU Betang Asi konsisten dengan itu dan di kaitkan pada pengembangan di daerah-daerah pedalaman yang relatif masyarakatnya kurang akses ke lembaga-lembaga keuangan/ pemberdayaan.

Selain pengembangan ke pelosok-pelosok apa kebijakan lainnya?

Kita mengangkat kearifan lokal dalam pengembangan Credit Union, itu kita terjemahkan di dalam produk-produk, dalam motivasi. Mengkombinasikan ajaran dari Credit Union yang bersifat universal dengan kearifan dan ajaran lokal yang sejalan dengan nilai-nilai dan ajaran-ajaran dari gerakan CU, tampaknya ini sungguh menyentuh dan mengena di hati anggota dan calon anggota.

Dalam menggunakan aksi-refleksi, selama 1 0 tahun ini, apa yang harus tetap kita ingat dan kita refleksikan?

Satu, apa yang menjadi latar belakang, melahirkan, menumbuhkan dan mengembangkan dari CU adalah kepedulian terhadap kemiskinan yang ada, yang terpinggirkan, marginalisasi. Ini menjadi motivasi, khususnya di CU Betang Asi, kalau kita belajar sejarah demikian juga yang terjadi di Jerman.

Ini harus tetap di jaga semangat, keberpihakan, nilai-nilai dari gerakan Credit Union. Betang Asi harus tetap konsisten ke depan menjaga semangat ini. Salah satu yang membedakan karakteristik CU dari lembaga-lembaga yang lain adalah keberpihakkan ini.

Tantangan terbesar agar CU Betang Asi menjadi lembaga yang abadi, sesuai visi/ misi?

Menjaga keberpihakkan dan semangat dari koperasi yaitu kemandirian dan keswadayaan

Dalam proses 10 tahun pengalaman yang paling berkesan dan selalu diingat?

Pada cerita duka, awalnya   orang memandang koperasi ini skeptis karena pengalaman-pengalaman buruk yang di lakukan oleh koperasi yang salah kaprah. Itu memunculkan komentar-komentar minor terhadap koperasi.

Kebanggaannya, pada saat RAT kita melihat antusias anggota yang hadir, terutama di TP-TP dan tidak hanya dihadiri kelompok2-kelompok tertentu dan bermacam-macam. Termasuk juga dihadiri oleh para pejabat-pejabat, ini mengindikasikan gerakan ini sudah diakui eksistensinya.

Harapan dan ucapan selamat ulang tahun dari anda?

Kepada Kopdit CU Betang Asi, selamat ultah yang ke-10. Kita harus tetap mengingat apa yang menjadi jati diri gerakan CU, kita tetap menjaga sampai kapanpun karena itu yang membedakan gerakan koperasi dan CU dengan lembaga keuangan yang lainnya, dengan misinya yang mulia bergerak di aspek sosial, bergerak di aspek ekonomi. Tidak cukup hanya bergerak di aspek sosial kalau tidak bergerak di aspek ekonomi, juga tidak cukup bergerak di ekonomi tapi harus juga memperhatikan aspek-aspek sosialnya.

Sumber tulisan dan foto: Rokhmond Onasis


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Tuesday, March 26, 2013
Share this post :

1 comment:

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved