Selamat Datang!

Yuan Dores Kaat, Perantau dari NTT yang Berhasil

Awalnya bapak dari 2 anak ini hanya sebagai kuli. Sekarang setelah 4 tahun sebagai anggota CU ia sudah menikmati bantuan bersama CU. Karena keinginan untuk berubah menjadi lebih baik, ia rela mengikuti pendidikan dasar dari desa Dehes, Katingan ke Kota Palangka Raya Hanya dengan 500 ribu. Di antara kesibukannya sebagai utusan dari TP Telok ke RAT konsolidasi, ia menerima penulis dengan ramah, berikut petikan wawancaranya.

Dari mana asal Bapak?

Saya berasal dari Nusa Tenggara Timur, kabupaten Alor. Sejak kecil pada tahun 1980-an sudah berada di Kalimantan Timur beserta orang tua. Saat bekerja di perusahaan kayu saya ke desa Dehes, Kalimantan Tengah dan istri saya berasal dari sini dan akhirnya menetap di desa Dehes.

Tentu anak istri sudah masuk CU?

Anak saya dua, anak saya yang pertama dan istri sudah masuk CU, dan yang kedua belum.

Sejak kapan anda menjadi anggota CU?

Sejak bulan Juli 2009.

Pengalaman yang paling berkesan selama anda menjadi anggota CU Betang Asi?

Saya mendengar CU Betang Asi dari pendeta saya, beliau sudah masuk anggota sejak CU Betang Asi ada di Telok. Saya mendapatkan informasi kurang jelas sehingga saya harus menelpon kiri kanan dan ingin bergabung di CU. Di tahun 2009 itu saya punya uang 3 juta dan tidak saya gunakan untuk keperluan di rumah. Saya berunding dengan istri dan sepakat untuk memasukkannya ke CU.

Pada waktu itu, pendidikan dasar di tempat kami bisa setahun sekali, saya mencari informasi kembali hingga menemukan nomor telepon kantor pusat. Kebetulan di tahun 2009 ada pendidikan dasar di kantor pusat Palangka Raya. Saya berangkat ke sana dengan modal 500 ribu saja dan mengikuti pendas.Peserta pendas semua berasal dari kantor pusat Palangka Raya hanya saya yang dari TP Telok, karena saya ingin berubah.

Pengalaman yang paling berkesan dan ada hikmah, setelah 3 bulan berjalan saya mengajukan pinjaman 15 juta untuk membeli kebun karet, sebelumnya saya hanya kuli saja. Staf CU menyampaikan informasi bahwa akan ada survei setidaknya 1 bulan sebelum melakukan pencairan, ternyata tanpa survei pinjaman saya dicairkan 12 hari setelah saya mengajukan .

Saya menanyakan hal tersebut, kenapa tidak disurvei, dan staf CU menjawab ada orang yang dapat dipercaya dari omongannya, ada yang harus di survei dan dibuktikan di lapangan. Pada saat pencairan pinjaman 15 juta saya menangis, dan saya pulang ke rumah menemui istri, kami berdua sama-sama menangis berpelukan  karena belum pernah menerima uang sebanyak itu. Berawal dari situ, puji Tuhan kami sudah memiliki kebun dan kehidupan makin membaik, CU memang sangat-sangat membantu.

Pelayanan TP Telok ke desa bagaimana?

Saya kebetulan sebagai aktivis di TP Telok dan tetap mempromosikan CU, pernah saya coba untuk mengumpulkan beberapa orang supaya dapat pendas, tetapi masyarakat kurang merespon dan beranggapan CU punya orang Kristen. Satu kerinduan saya yang belum tercapai ingin pelaksanaan pendas di desa Dehes dan saya yakin suatu saat dapat tercapai.

Bagaiamana cerita anda hingga dapat mengikut RAT konsolidasi?

Kebetulan setelah RAT TP Telok di tahun ini saya bisa datang, tahun sebelumnya saya terkendala tidak dapat hadir karena mengurus kebun. Tahun ini staf menghubungi saya kembali untuk dapat datang dan saya bilang siap, untuk mengikuti dan melihat RAT konsolidasi. Tadi malam kami berkumpul di di tempat ini dan saya teringat seperti sekolah dulu.

Bagaimana anda menyetor setoran anda?

Saya membeli kebun terbantu dengan CU, setelah 7 bulan saya sudah dapat melunaskan pinjaman, kemudian saya diberi kesempatan lagi untuk meminjam. Saya berorientasi dan berinventasi membeli kebun jadi selama 4 tahun ini saya sudah mendapat pinjaman 90 juta. Saya melakukan pembayaran sebelum jatuh tempo dan  saya tidak pernah menunggak, dengan jarak tempuh 30 menit dari Desa Dehes saya langsung setor ke TPK Tumbang Manggu.

Perasaan anda mengikuti RAT Konsolidasi?

Saya baru pertama ikut RAT konsolidasi, sungguh berkesan saya bisa bertemu dari teman-teman di daerah lain, wawasan saya bertambah, mengenal Pak Ethos, Pak Goris dan pengurus yang lain. Ini pengalaman yang cukup buat saya dan ke depan saya harus lebih aktif lagi.

Harapan untuk CU Betang Asi ke depan?

Lembaga keuangan ini baru saya temukan yang benar-benar dekat dengan kami para anggota, dan saya berharap tetap eksis. Perubahan-perubahan poljak yang ada ke depan makin mantap, anggota selalu mensupport dan ke depan lebih bagus seperti kesepakatan kita semula. Kita tetap setia ber-CU sesuai dengan tema rata tahun ini,’Bersama CU hidup lebih baik’.

Saya ingin ke depan semua keluarga saya terlibat, kalau perlu sampai keluarga yang di luar daerah (Kalteng) bisa ikut masuk CU, itu salah satu kerinduan saya. Di kelompok inti saya pernah menanyakan apakah bisa anggota masuk di luar daerah (pengembangan) dan ternyata boleh.

Sumber tulisan dan foto: Rokhmond Onasis


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Monday, February 11, 2013
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved