Selamat Datang!

TP BM Pendas di Tumbang Muroi

Sumber Pendapatan

Tumbang Muroi merupakan sebuah desa di tepian sungai Kapuas, berseberangan langsung dengan muara Sungai Muroi. Belum ada jalan darat menuju desa ini, karenanya kami masuk dari jalan trans Kalimantan Palangka Raya-Timpah. Dari Jembatan Muroi, masuk jalan rintisan masyarakat menuju desa Danau Rawah sekitar 90 menit. Perjalanan dari Danau Rawah, di lanjutkan menyusuri Sungai Muroi dengan kelotok menuju muara sungai dan tiba di desa Tumbang Muroi, memakan waktu sekitar 45 menit.

Pekerjaan masyarakat Tumbang Muroi lebih banyak nelayan dan petani karet. Ketergantungan mereka pada alam terbilang tinggi dan sangat berpengaruh terhadap penghasilan mereka. Jika pada curah hujan rendah, mereka bisa bekerja menyadap karet. Namun, jika curah hujan tinggi mereka berhenti bekerja dan tidak memiliki penghasilan.

Sama halnya dengan petani karet, nelayan juga tergantung musim. Kalau musim kemarau, tidak ada ikan yang ditangkap. Namun, pada musim banjir/ air dalam, hasil tangkapan ikan cukup banyak tetapi harga ikan juga menjadi turun.

Pelaksanaan Pendas

Pada Selasa-Rabu (6-7/11), bertempat di Balai Desa Tumbang Muroi, dilaksanakan Pendidikan Dasar (Pendas) untuk anggota dan calon anggota CU Betang Asi yang dihadiri 36 orang peserta. Pendas ini di laksanakan oleh CU Betang Asi Tempat Pelayanan Batuah Marajaki (TP BM) Petuk Liti.

Dari 36 peserta kesemuanya orang Dayak, sehingga fasilitator menggunakan bahasa Dayak Ngaju walaupun ada beberapa peserta yang buta aksara sehingga fasilitator melakukan trik tertentu. Walau demikian, mereka tetap semangat mengikuti, meskipun ada beberapa yang mengeluh lelah, akibat tidak biasa ikut kegiatan seperti ini.

Dari sisi peserta yang mengikuti pendas tercatat sudah ada 5 orang yang masuk anggota di Mantangai, Kapuas. Sedangkan di hari kedua pendas, 15 orang langsung mendaftar jadi anggota baik dengan setor tunai maupun kapitalisasi. Bahkan ada 3 orang peserta yang datang dari desa Taburu.

Dari keseluruhan proses Pendas selama 2 hari ini, yang menarik bagi mereka, kalau mau menjadi anggota CU tidak harus menunggu uang terkumpul dan cukup. Ini bisa diatasi dengan cara kapitalisasi. Mereka menyadari bahwa selama ini masyarakat giat mencari uang, tetapi tidak tepat dalam penggunaannya.

Selama ini ada beberapa masyarakat yang sudah mendengar bahkan menjadi anggota CU, namun pemahamannya hanya sebatas menabung karena belum ikut Pendidikan Dasar. Setelah ikut Pendidikan Dasar banyak hal yang mereka tahu tentang Credit Union dan bagaimana mereka secara pribadi masing-masing berbenah menata hidup agar masa depan mereka lebih baik lagi.

Nanang Karyadi salah satu peserta menyampaikan “Dulu waktu musim kayu, kami berjaya, kami bisa bangun rumah, membeli kelotok, sekarang musim kayu sudah berlalu, kami tidak punya tabungan. CU ini membuat kami bersemangat bekerja dan merancang masa depan anak-anak kami, agar kehidupan mereka terarah” katanya kepada penulis.

Sumber tulisan dan foto: Sepmiwawalma, penggiat di CU Betang Asi

Foto: Peserta Pendas berdiskusi kelompok


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Tuesday, November 13, 2012
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved