Selamat Datang!

Bendahara BKCUK, Antonius Anyu: “Masih Banyak Anggota BKCUK Terabaikan”

Usianya belum genap 40 tahun, namun pemuda Dayak ini sudah banyak berkiprah di gerakan Credit Union Indonesia. Sekarang ia dipercaya sebagai bendahara BKCUK periode 2012-2015, sebuah jabatan strategis terkait pengambilan kebijakan di bagian keuangan di sebuah lembaga.

Anyu panggilan seharinya, bersedia menerima penulis di antara kesibukannya memfasilitasi kegiatan akhir tahun di CU Betang Asi. Kamis (22/11) bertempat di aula CU Betang Asi, lantai-3 Palangka Raya penulis berbincang dengan pria ramah ini. Berikut kutipannya:

Sudah berapa bulan anda duduk sebagai bendahara BKCUK?

Sampai sekarang sudah 5 bulan

Selama 5 bulan ini apa analisa anda untuk kendala-kendala utama di dalam kepengurusan?

Kalau dari fungsi dan tanggung jawab, kita kan tahu BKCUK dalam kesulitan keuangan dan ada di lingkup keuangan itulah kapasitas saya. Disinilah ada pertanyaan bagaimana menyelesaikan masalah-masalah keuangan, lebih spesifik lagi adalah kerugian-kerugian investasi BKUCK.

Dengan adanya kerugian-kerugian itu konsekuensinya adalah bagaimana mengefisienkan segala biaya sehingga biaya tidak terlalu besar dan tugas kita adalah menyelesaikan kerugian-kerugian itu.

Terobosan-terobosan apa yang telah dilakukan untuk menyelesaikan kerugian-kerugian itu?

Terakhir kita sudah melakukan RAKER yang membahas keuangan, Jaminan Perlindungan Kalimantan (JALINAN), Silang Pinjam Daerah (SPD) dan Iuran Solidaritas (IS). Pertama, kita mengembalikan produk SPD, dalam RAT terakhir SPD dinyatakan bangkrut tidak berproduksi sama sekali. Tugas kita sekarang adalah mengembalikan SPD dengan harapan jika SPD dapat kembali, setidaknya operasional SPD dapat didanai dari SPD itu sendiri.

Yang kedua, menata ulang alokasi penggunaan IS yang kita atur sedemikian rupa. Beberapa kegiatan harus dipikirkan dan dengan pembagian alokasi/ jatah yang benar. Hal yang paling sulit kita buat adalah bagaimana kita sedikit mengefektifkan DIKLAT untuk anggota tapi anggota harus menerima DIKLAT secara maksimal. Harapannya adalah budget-budget tertentu, sedikit demi sedikit mampu mengurangi kerugian yang ada, istilah lain adalah memutihkan.

Begitu juga JALINAN, sekarang kita berusaha menginvestasikan dana likuid JALINAN menjadi produktif sehingga diharapkan juga mampu menyuplai bidang lain seperti SPD, sekarang sudah terjadi bahwa hampir 40% biaya rutin manajemen mampu di danai JALINAN, gaji di biayai oleh jalinan.

Dilihat dari sisi usia anda yang paling muda dalam kepengurusan BKCUK, bagaimana perasaan anda menghadapi pengurus-pengurus yang lebih tua.

Yang pertama, tentu harus hormat. Baik mereka sebagai orang tua dan juga mereka sebagai atasan, bagaimanapun saya harus hormat. Situasi ini akhirnya membuat kita bekerja mau membicarakan sesuatu itu harus betul hati-hati dulu.

Dalam pergaulan tidak terlalu bermasalah karena teman-teman yang tua tidak melihat kita sebagai orang muda mereka menghargai kita baik karena di lingkungan BKCUK tidak melihat tua muda, itu hanya soal psikologi saja. Saya berterima kasih kepada mereka yang tua, selayaknya mereka melihat sebagai teman.

Pelayanan keuangan BKCUK belum maksimal, tanggapan anda?

Dalam hal transfer sebelum pengurus di ganti oleh periode pengurus yang baru ini sudah ditangani. Kalau dulu itu asal ada kegiatan pelayanan libur, perubahan yang terjadi sekarang adalah tetap dilakukan pelayanan.

Kami membuat aturan tidak ada BKCUK libur lebih dari 3 hari, maksimal 3 hari, itupun untuk kegiatan yang melibatkan manajemen dan pengurus BKCU. Tapi kalau kegiatan lain, seperti RAT BKCUK tidak libur kami sudah atur itu untuk pelayanan kepada anggota.

Lalu pada masalah DIKLAT, yang langsung diberikan kepada anggota/ CU primer, itu masih sulit. Tapi ini sebenarnya ada di 2 sisi, BKCUK tidak tahu persis kepentingan anggota, di sisi anggota saya kira belum proaktif juga untuk berkoordinasi kepentingan-kepentingan CU primernya kepada BKCUK, oleh sebab itu maka dalam tahun ini di programkan forum-forum di District Office (DO) dulu.

Di forum ini akan mengakomodir anggota menginginkan apa, mana yang bisa ditangani oleh BKCUK, mana yang harus kita carikan solusi bersama, tujuan untuk memperbaiki anggota.

Harapan anda untuk kemajuan CU di Indonesia

Dalam rapat terakhir kita sudah menjadwalkan 10 rangking CU terbesar harus mendapatkan sertifikasi Access Branding. Belajar dari program yang lalu kita mengevaluasi bahwa akreditasi itu tidak terkoordinir dengan baik. Mulai tahun ini BKCUK akan mengkoordinir secara khusus yang menjadi  target akreditasi itu, harapan akan lebih baik jika mendapat akreditasi dari pihak luar.

Persoalan yang terjadi di hampir seluruh anggota BKCUK sekarang adalah tata kelola, ini masih dalam pembahasannya BKUCK di harapkan membantu pengurus menyelesaikan regulasi-regulasi di CU, di tahun ini kita jarang membicarakan pertumbuhan lagi tetapi soal tata kelola/ sistem di dalam, masih banyak sekali anggota BKCUK yang terabaikan.

Sumber tulisan dan foto: Rokhmond Onasis


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Monday, November 26, 2012
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved