Selamat Datang!

Pelatihan Kepemimpinan CU BESI 2012

“Memastikan kader-kader dan aktivis di CU Betang Asi bisa mengimplementasikan aspek loyalitas, profesionalitas, dan aspek solidaritas sehingga dapat dipahami, dihayati dan dipraktekkan,” kata Mathus Pilin saat penulis menanyakan tujuan dari pelatihan kepemimpinan CU Betang Asi Tahun 2012.

Lebih jauh pria yang dipercaya sebagai main fasilitator pada pelatihan ini mengatakan, karena apapun kehebatan pemimpin kalau ketiga hal ini tidak menjadi perhatian, apalagi CU Betang Asi akan menjadi 10 tahun, jadi membutuhkan 3 aspek itu, ungkapnya.

“Tujuan kedua dan ketiga adalah sebagai persiapan proses regenerasi aktivis CU Betang Asi serta dapat memahami bagaimana menjadi pemimpin, karena kata pemimpin ini kan luas, dan sekarang lebih spesifik pada bagaimana harus memimpin di CU Betang Asi di Kalimantan Tengah,” kata Pilin.

Pelatihan yang diikuti oleh 17 peserta, dipusatkan di ruang Keruing, hotel Luwansa Palangka Raya, dilangsungkan selama 3 hari dari tanggal 11-13 Oktober 2012. Selain Matheus Pilin sebagai main fasilitator, pelatihan juga di fasilitasi oleh GM CU Betang Asi, Ethos H.L, sebagai co fasilitator.

Ethos mengungkapkan, peserta kali ini merupakan orang-orang level ketiga di CU Betang Asi dalam konteks struktur, semuanya di isi oleh kepala divisi, kepala bagian dan koordinator TPK.  “Karena mereka belum pernah mendapat pelatihan yang bertujuan untuk memberi pemahaman leadership, kita sengaja memberi pelatihan ini dan fasilitatornya Bang Pilin yang langsung memfasilitasi dan mendalam dari sisi pemimpin, persoalan idiologi, ritualitas, komitmen dan sebagainya,” kata Ethos.

Ethos menambahkan, konteksnya adalah menyiapkan dan regenerasi terus dilakukan di SDM internal CU bisa jadi persoalan ke depan CU dan di tingkat eksternal dan internal tergantung kebutuhan pen gurus. “Tapi paling tidak di tingkat manajemen sudah kita siapkan regenerasinya walaupun dalam konteks kepemimpinan level pengurus juga tidak statis, bisa terjadi perubahan setiap saat,” kata pria yang sudah menjadi anggota CU Betang Asi sejak tahun 2003 ini.

Serupa dengan pendapat Pilin dan Ethos, salah seorang peserta yang ditemui penulis, Lili Rusani mengungkapkan keinginannya untuk lebih mengetahui, bagaimana sikap sebagai seorang pemimpin, apa yang harus dimiliki dan bekal yang ada supaya dapat memimpin orang lain dan kepemimpinannya itu dapat menciptakan pemimpin yang baru kembali.

Terkait materi yang diberikan selama 3 hari, perempuan berkulit putih ini mengatakan, fasilitator menyampaikan hal-hal yang harus dimiliki sebagai seorang pemimpin yaitu, di dalam bekerja harus ada loyalitas, profesionalisme dan solidaritas. “Dari ke-3 hal ini harus lebih dipahami apa yang dimaksud dengan loyalitas, profesionalisme dan solidaritas sehingga dapat diaplikasikan ke sesama rekan kerja,” kata perempuan yang menjabat sebagai Kabag keuangan TP. Betang Sinta Sepang Kota, Gunung Mas.

Pemimpin di ciptakan

Ada ungkapan bahwa seorang ‘pemimpin di ciptakan dan bukan dilahirkan’. Tentu pendapat ini tidak 100% benar seperti yang dijelaskan oleh Pilin. Ia menjelaskan kata diciptakan dan dilahirkan itu mirip-mirip.

”Tapi ada istilah lain, pemimpin dan pengikut, saya lebih setuju dengan kata menciptakan dan melahirkan pemimpin, bahwa nanti akan ada pengikut ya, tapi agenda yang penting bagi seorang pemimpin adalah ia menciptakan pemimpin, sehingga tercipta pemimpin-pemimpin, karena orang bisa memimpin dirinya sendiri, mengelola dirinya sendiri, dengan begitu ia bisa memimpin orang lain,” jelas pria Dayak kelahiran Ketapang, Kalimantan Barat.

Pilin juga menegaskan, menciptakan pemimpin berarti  pemimpin yang mempunyai ideologi, perspektif kerakyatan, pemberdayaan dalam konteks seperti ini orang menjadi banyak salah kaprah bahwa yang diurus CU ini adalah uang. CU itu mengurus, mengelola manusia makanya yang dilakukan oleh CU itu adalah memanusiakan manusia yang disebut dengan humanisme sosial.

Di tempat yang sama, Ethos, mengatakan, pendapat yang menyetujui ungkapan di atas. Ia mengatakan pemimpin itu diciptakan bukan dilahirkan. “Artinya dalam konteks kepemimpinan itu pengaruh dan tidak dilihat dari lahir dan langsung bertabiat jadi pemimpin. Seorang pangeran Kerajaan Inggrispun harus dilatih militer dan merayap untuk melahirkan kepemimpinan dan mereka anggap disiplin militeri itu menjamin untuk menjadi seorang leader inilah yang harus di didik,” jelas Ethos.

Pendapat lain dari Lili bahwa, jika seorang pemimpin di ciptakan berarti ia di arahkan. “Tapi kalau pemimpin di lahirkan berarti ada niat di dalam hati orang tersebut bahwa ia mau menjadi pemimpin dengan meneladani pemimpin-pemimpin sebelumnya,” kata perempuan berkacamata ini.

Sumber foto: Rokhmond Onasis

Keterangan Foto: Fasilitator Pilin dan Ethos


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Monday, October 22, 2012
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved