Selamat Datang!

Catatan Diklat Calon Staf 2012

Setelah menjalani serangkaian ujian secara tertulis, administrasi dan psikologis. Sebanyak 30+1 calon staf CU Betang Asi akhirnya melewati pendidikan dan pelatihan sebagai pembekalan awal.

Dari 31 peserta pelatihan harus mengikuti pembekalan yang dilakukan selama 21 hari. Kegiatan ini dipusatkan di aula kantor pusat CU Betang Asi, lantai-3. Walaupun ada di beberapa sesi fasiltator mengajak peserta untuk melakukan kegiatan di luar ruangan. Di akhir kegiatan, sekaligus penutupan dilakukan di taman Wisata Kum-Kum, Palangka Raya seberang.

Berikut catatan kegiatan yang dilakukan oleh Atir dan Dewi sebagai peserta dari pembekalan dengan kalimat bertutur:

Kami memulai pelatihan calon staf CU Betang Asi Angkatan Tahun 2012 pada tanggal 20 September – 13 Oktober 2012. Ini merupakan pelatihan yang baru dan menyenangkan, kami di latih dan di didik supaya menjadi kader-kader CU yang professional dan bertanggung jawab di masa yang akan datang.

Menurut kami, diklat ini di fasilitasi oleh sejumlah fasilitator yang sudah sangat profesional dan berpengalaman di bidangnya. Kami sangat bersyukur dapat di ajarkan banyak hal baru, sehingga ilmu-ilmu yang diajarkan tersebut berguna untuk pelayanan terhadap anggota maupun masyarakat yang berdomisili di Kalimantan Tengah.

Materi ke-1, dimulai pada 20 September 2012, tentang Citra Diri dan Costumer Relationship Management (CRM), difasilitasi oleh Pastur Timotius. Sebelumnya dilakukan acara pembukaan kegiatan diklat calon staf. Ditandai dengan sambutan dari GM, Ethos HL, dilanjutkan ketua pengurus CU Betang Asi, Ambu Naptamis sekaligus membuka secara resmi kegiatan.

Pengalaman yang dapat petik dari pelajaran Citra Diri dan CRM adalah kami di bimbing supaya membangun citra diri yang positif, mampu memberikan pelayanan yang terbaik dan menjaga hubungan komunikasi yang baik dengan konsumen/ anggota.

Materi ke-2 tanggal 21 September 2012, tentang Manajemen Administrasi Anggota, difasilitasi Manager Diklat dan Perlindungan, Sri Wulan. Kami diberikan pemahaman untuk mengelola administrasi anggota CU.

Mengacu pada Pola Kebijakan 2012 revisi 2, kami di ajak untuk belajar mengisi SPMA, Surat Pengajuan Permohonan Kredit Kapitalisasi, dan Surat Perjanjian Kredit, mengisi dan membuat rincian slip uang masuk untuk pinjaman kredit kapitalisasi dan membuat slip uang keluar untuk piutang anggota kredit Kapitalisasi, pengenalan program SIKOPDIT serta membuat data induk anggota di SIKOPDIT SP.

Masih di fasilitasi oleh Wulan, memasuki pada hari ke-3, 22 September 2012, kami belajar bersama tentang memfasilitasi pendidikan dasar (PENDAS). Pengalaman yang kami dapatkan, kami di ajar dan di bimbing supaya dapat melayani anggota CU dan calon anggota dengan sepenuh hati. Wulan juga berbagi cerita pengalaman dalam melayani anggota selama bekerja menjadi tenaga volunter CU Betang Asi. Wulan mengharapkan pengalaman yang diceritakan dapat dipraktekkan oleh kami. Menjelang berakhirnya sesi ini kami di ajak untuk berpasang-pasangan dan praktek menjadi Costumer Servis untuk melayani anggota/ non-anggota CU.

Materi ke-4, pada 24 September 2012 difasilitasi oleh Ambu Naptamis. Kami di ajak untuk memahami tentang pengenalan dan gerakan CU, dari pengertian dan sejarahnya, Undang-Undang Koperasi, dan lembaga-lembaga mitra yang bekerja sama dengan CU Betang Asi.

Materi ke-5, pada 25 September 2012, kami difasilitasi Ethos H. Lidin. Dari materi yang disampaikan kami di ajak untuk mengetahui dan memahami tentang SOP staf CU Betang Asi dan JOB Description yang sudah ditetapkan oleh Pengurus CU Betang Asi.

Di sesi ini kami mengetahui bahwa SOP menjadi pedoman bagi calon staf untuk melakukan pekerjaannya. Fasilitator juga memberikan kesempatan kepada kami untuk menceritakan pengalaman dan perjuangan kami hingga menjadi Calon Staf CU Betang Asi.

Materi ke-6, pada 26 September 2012, tentang Kepemimpinan. Sesi ini masih difasilitasi oleh  Ethos H. Lidin, kami di ajar dan di bimbing supaya dapat mengetahui dan memahami tentang ciri-ciri dan karakter seorang pemimpin masa depan, supaya dapat meneruskan dan memimpin CU Betang Asi sehingga tetap selalu terpercaya, abadi dan terbesar di Kalimantan Tengah

Selanjutnya, sebagai gambaran untuk memahami sensitifitas gender, materi ke-7, pada 27 September 2012, kami diberikan Pengenalan dan Pemahaman Gender di Credit Union. Sesi ini difasilitasi aktivis CU Betang Asi, Mastuati. Menurut Mastuati yang juga bekerja di Lembaga Dayak Panarung (LDP) penting untuk calon staf mengetahui dan memahami persamaan hak antara laki-laki dan perempuan dalam berkarir di dunia kerja, terutama di Credit Union.

Materi ke-8 dan ke-9 berturut-turut di fasilitasi oleh sekretaris pengurus, Gregorius Doni Senun. Pada tanggal 28 September 2012, Goris menyampaikan Kebijakan Kepegawaian dan Administrasi Pekerjaan Staf. Kami diajak untuk mengetahui dan memahami tentang aturan, kebijakan, pedoman dan tanggung jawab pekerjaan sebagai calon staf. Kemudian dilanjutkan pada tanggal 29 September 2012, Goris menyampaikan materi terkait Undang-Undang Tenaga Kerja. Kami menjadi paham mengenai  aturan perundang-undangan yang mengatur dan melindungi tenaga kerja/ calon staf.

Memasuki materi ke-10,  pada 1 Oktober 2012, kami diberikan perhitungan teknis terkait pembukuan dasar di CU Betang Asi. Sesi di fasilitasi oleh Deputy GM, Leani, kami di ajar dan di bimbing supaya dapat mengetahui dan memahami tentang pembukuan dasar keuangan CU Betang Asi.

Kami harus menyelesaikan pembukuan dalam sehari dan bulanan. Fasilitator mengajak kami untuk menghapal dan memahami letak nomor perkiraan yang akan masuk pada aktiva, pasiva, modal, dan biaya/ beban, dan kami di tugaskan untuk menyelesaikan soal cerita, kuis, dan latihan mencari jalan untuk menghubung angka-angka secara teratur yang sudah diacak.

Materi ke-11 sampai ke-14 masih terkait pelaporan keuangan yang ada di CU. Materi ini difasilitasi oleh Manajer Keuangan, Ensy Veronika. Dari tanggal 2-5 Oktober 2012 fasilitator mengajak kami untuk melakukan simulasi pembukuan di CU. Dalam praktek yang kami lakukan adalah mengelola Slim Uang Masuk (SUM)  dan Slip Uang Keluar (SUK),  masuk ke dalam program (SIKOPDIT SP, SKA, SOLIDARTAS, GL), kemudian masuk dan dicetak ke Buku Anggota dan KSPA, kemudian membuat DUM dan DUK, menjadi RDUM dan RDUK, membuat Slip Memo, kemudian membuat Buku Kas Harian (BKH), dan Buku Jurnal Kas (laporan keuangan ini harus diselesaikan dalam sehari), mereindex program SIKOPDIT, memposting seluruh program sikopdit ke SIKOPDIT GL dan memback-up data.

Sedangkan untuk pembuatan laporan di Buku Besar, Neraca Saldo dan LKSB dikerjakan pada akhir bulan. Kemudian kami juga mendapat kesempatan praktek sebagai kasir dan anggota dengan menerpakan 3 S (Senyum, Sapa dan Salam). Di akhir sesi ini kami menjawab beberapa soal/ evaluasi terkait pelajaran yang kami terima.

Memasuki materi ke-15 pada 6 Oktober 2012, kami belajar bersama mengenai Pengenalan Jurnalistik. Fasilitator pada sesi ini adalah aktivis dan pengelola web di CU Betang Asi, Rokhmond Onasis. Fasilitator mengajak peserta praktek meliput berita dengan aturan-aturan jurnalistik dan di hubungkan dengan pengembangan CU Betang Asi. Kami di ajar dan di bimbing supaya dapat mengetahui dan memahami tentang peran sebagai seorang jurnalis. Menjelang tengah hari, hingga berakhir sesi, peserta di bagi menjadi 4 kelompok untuk membuat dan menulis berita tentang KPD Rajawali, KPD Tilung dan pelaksanaan pendas di aula Nazaret kemudian dibahas secara bersama-sama bersama fasilitator.

Selanjutnya, pada materi  ke-16-18 kami di ajak untuk memahami manajemen kredit di CU Betang Asi. Fasilitator pada sesi ini adalah Manager Kredit dan Pemasaran, Yohanes Changking. Selama 3 hari dari tanggal 8-10 Oktober 2012 fasilitator mengajak kami untuk mengetahui dan memahami teori-teori kebijakan kredit, Poljak bagian kredit, manajemen kredit, staf CU kredit dan peran kami sebagai konsultan, pengusaha serta tips untuk melakukan wawancara dengan anggota. Di sesi ini kami juga dibagi menjadi 5 kelompok untuk melakukan cerdas cermat terkait materi yang telah disampaikan fasilitator.

Dari cerdas cermat yang dilakukan, masing-masing kelompok mendapatkan 5 pertanyaan, salah satunya adalah tentang Visi dan Misi Credit Union Betang Asi serta terkait materi kredit dan pemasaran. Hasil akhirnya kelompok 3 menang sebagai juara satu, kemudian peserta diklat diberikan hadiah sebagai pemenang juara cerdas cermat bagian manajemen kredit.

Masih Yohanes Changking sebagai fasilitator, pada tanggal 11 Oktober 2012, materi ke-19 kami di ajak untuk praktek menagih kredit lalai. Kami dibagi menjadi 15 kelompok, 1 kelompok 2 orang, masing-masing kelompok menerima 4-7 surat tagihan.

Sebelum berangkat ke lapangan, fasilitator memberikan beberapa arahan. Wilayah penagihan dalam kota Palangka Raya, waktu penagihan dari pukul 08.30– 15.00 WIB. Pada pukul 15.30 – 18.00 WIB kami diminta untuk menceritakan pengalaman-pengalaman yang dialaminya selama di lapangan sewaktu menagih.

Menurut kami, pengalaman yang kami terima adalah mengetahui dan memahami tentang keadaan di bagian lapangan waktu menagih anggota yang lalai membayar angsuran kreditnya.

Materi ke-20, pada 12 Oktober 2012, kami melakukan kunjungan ke LDP dan KPD. Kami di dampingi oleh Esti dan Asep. Kunjungan di awali ke Lembaga Dayak Panarung (LDP). Pengalaman yang kami dapatkan adalah mengetahui dan memahami tentang tujuan, visi, misi, dan program kerja dari gerakan LDP, kami di ajak berdiskusi bagi-bagi pengalaman dan pendapat selama 2 jam dari pukul 08.00-10.00 WIB.

Dari LDP kami melanjutkan kunjungan ke Koperasi Persekutuan Dayak (KPD), dari pukul 10.00 – 12.00 WIB, pertama kami mengunjungi  KPD Rajawali,  kemudian dilanjutkan ke KPD Tilung dan melakukan diskusi bersama Ethos selaku kepala manajemen di KPD. Seusai makan siang di kantor CU, kami melakukan simulasi mengenai Praktek Make Up,  untuk merias wajah baik laki-laki maupun perempuan, sebagai modal untuk bekerja nantinya.

Di akhir pelatihan pada hari ke-21, 13 Oktober 2012, kami diajak untuk Outbond sekaligus Penutupan Pelatihan Staf, di Wisata Kum-Kum Palangka Raya dari pukul 08.00 - 13.00 WIB. Dalam kegiatan outbond kami dibagi menjadi 5 kelompok, kemudian masing-masing kelompok menuju 3 pos panitia.

Setelah selesai menyelesaikan dan menjawab seluruh soal dari semua pos, masing-masing kelompok melakukan lari membelakangi balon berpasangan, dan sebagai pemenangnya dengan waktu tercepat adalah kelompok 5.

Pada permainan kedua semua kelompok mengumpulkan tangan kiri menjadi satu lingkaran kecil, kemudian tangan kanan mengambil acak sepotong tali yang sudah di ikat di tangan kiri dan membuat lingkaran besar kelompok, kali ini kelompok  yang tercepat membuat lingkaran besar adalah kelompok 2.

Kemudian permainan ketiga adalah lari cepat mengambil lidi di botol, sebagai halang rintang kami harus berlari di antara 6 ban mobil, permainan kali ini di menangkan kembali oleh kelompok 5.

Panitia juga mengajak kami untuk memilih peserta laki-laki dan perempuan yang menjadi pilihan favorit, yang terpilih adalah Gaus Hend dan Kristinawati. Kami juga di minta untuk memberikan kata-kata positip ke sesama peserta dengan menggunakan metode rolling dan di tulis di atas kertas.

GM, Ethos di berikan kesempatan untuk memberikan hadiah kepada masing-masing pemenang, dan memberikan sambutan. Acara di tutup secara resmi oleh ketua pengurus, Ambu Naptamis.

Catatan lain, menurut Dewi Purnama, ia mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa, setiap materi yang dipaparkan begitu memperkaya secara pribadi dan banyak hal baru yang bisa diterima untuk mengubah pola pikir saya tentang bagaimana mengelola keuangan dengan cara sederhana namun sangat butuh kebenaran, ketekunan dan kesetiaan untuk melakukannya hingga pada akhirnya akan membuahkan hasil yang besar dan luar biasa.

Dewi mengungkapkan setiap pengajar/narasumber selalu berusaha memberikan yang terbaik dan maksimal untuk memperlengkapi peserta diklat. Terkait perasaan Dewi mengatakan menyenangkan sekali karena saya bisa bertemu dengan teman-teman, dengan karakter yang beragam dan unik serta ia merindukan para pengajar yang luar biasa dan teman-teman yang menyenangkan, mereka adalah pribadi-pribadi yang berjiwa pejuang dalam pemandangan saya. “Saya katakan semuanya sangat luar biasa,” ungkapnya.

Dewi berpesan, fasilitator dapat menyiapkan permainan yang cukup untuk menghindari rasa kantuk dan kejenuhan peserta diklat, itu akan membuat suasana menjadi lebih menyenangkan dan sebaliknya mengikuti diklat bukan menjadi hal yang membosankan atau menegangkan.

Selanjutnya fasilitator dapat menyampaikan materi yang menarik disertai dengan semangat yang tinggi membuat suasana menjadi hidup dan terasa menyenangkan, sehingga mampu menarik para peserta untuk aktif dalam tanya jawab.

Sumber tulisan: Atir dan Dewi Purnama

Sumber Foto: Rokhmond Onasis

Keterangan Foto: Saat melakukan kunjungan ke LDP


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Thursday, October 25, 2012
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved