Selamat Datang!

TPPH Lakukan Pertemuan di Betang Toyoi

Sejak CU masuk ke wilayah DAS Rungan dan Manuhing tahun 2006, masyarakat menyambut secara antusias. Ada anggapan dari sebagian masyarakat, CU adalah malaikat penyelamat bagi perekonomian mereka.

Kondisi sekarang di Tempat Pelayanan Penyang Hatampung (TPPH) ada 27% dari total anggota sudah mempunyai tabungan lebih dari 10 juta bahkan mencapai 150 juta. Dari pengakuan kolektor dan aktivis yang hadir di pertemuan di Betang Toyoi menyebutkan angka 100 juta untuk tabungan yang dimilikinya

Selain keuntungan sebagai tempat menabung bagi masyarakat di sana, mereka juga memahami bahwa keuntungan lainnya akan diperoleh apabila bergabung menjadi anggota CU, seperti fasilitas pinjaman untuk anggota, solidaritas sesama anggota, santunan simpanan, perlindungan piutang bagi anggota, bahkan hingga fasilitas pendidikan dan pelatihan bagi setiap anggota CU dewasa.

Pertemuan yang dilakukan pada Kamis, (23/8) sengaja di pilih di Betang Toyoi, Tumbang Malahoi, Gunung Mas karena cukup besar untuk mengumpulkan 15 peserta pertemuan. Sejak pukul 09.00-14.30 WIB pertemuan dilakukan dengan suasana hangat dan akrab. Ezra Mardoni Lewi sebagai Manajer TPPH memandu diskusi di bantu, Ellia Sujiyono kabag kredit dan pemasaran, Wardaleli, kabag keuangan dan akutansi serta Yuliani, koordinator TPK Tumbang Talaken.

Selain dari unsur manajemen, ada 9 kolektor dan 1 aktivis yang hadir, yaitu Suley Medan, Ambrin E. Inus, Suparto, Gunawan N. Inoy, Drs. Aldeno, Setriawan Geter, Diron S. Gaman, Simpun, Harpie Kaler dan Set, S.Pd. Namun, karena kesibukan kolektor Karwanso, Hartono Iawan, Saernanti, S.Pd dan Manis tidak dapat menghadiri pertemuan yang bertajuk pertemuan kolektor & aktivis ini.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari TP Penyang Hatampung setiap tahun rutin dilakukan, sebagai media untuk mengevaluasi perkembangan dan mengevaluasi pencapaian program kerja Kopdit CU Betang Asi TP Penyang Hatampung.

Dalam pertemuan ini juga dilakukan sharing mengenai pengalaman yang dialami saat melakukan pelayanan terhadap anggota maupun calon anggota di lapangan, serta mencari solusi apabila terjadi kendala saat melakukan pelayanan di lapangan.

Dari proses pertemuan sebagai kolektor Tumbang Bahanei, Suley Medan mengungkapkan bila ada anggota yang tidak  mau masuk itu dikarenakan kurang pemahaman saja. Sedangkan kolektor Tumbang Baringei, Diron S. Gaman, menyampaikan pengalamannya ketika memberikan pemahaman kepada masyarakat desa Tumbang Baringei terkait keuntungan-keuntungan yang diperoleh apabila bergabung dengan CU dan cara bergabung dengan CU.

Dari sisi kendala, kolektor kelurahan Tehang, Simpun mengungkapkan cara masuk menjadi anggota baru yang harus melalui jalur kredit kapitalisasi. Simpun menjelaskan, kendala ini dikarenakan masyarakat didominasi pada kelas ekonomi menengah ke atas. “Mereka memiliki pemikiran untuk apa masuk menjadi anggota buat utang saja sedangkan mereka sendiri punya uang cash/ tunai untuk ditabung,” kata Simpun.

Simpun berharap, untuk mengatasi kondisi tersebut, di kelurahan Tehang diadakan pendidikan motivasi bagi para calon anggota serta pendidikan dasar agar pemahaman mereka terhadap CU semakin baik dan kuat.

Sumber berita dan foto: Ezra kontributor TPPH.

Keterangan foto: Ezra memandu diskusi (atas); foto bersama seusai pertemuan (bawah).


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Wednesday, September 12, 2012
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved