Selamat Datang!

84 Anggota TPK Sangai Ikuti Pendas

Supaya anggota dan calon anggota CU Betang Asi di TPK Sangai semakin memahami hak dan kewajibannya, selama enam hari berturut-turut TPK Sangai mengadakan Pendidikan Dasar (Pendas).

Pendas ini dilakukan di 3 desa berturut-turut selama 6 hari dari tanggal 14-19 September 2012. Dimulai dari desa Tumbang Sepayang, Luwuk Sampun dan Sangai. Dari 3 desa ini masing-masing dilakukan selama 2 hari.

Pendas di Tumbang Sepayang dilaksanakan di Gereja Tumbang Sepayang dengan peserta 30 orang, baik yang sudah jadi anggota maupun calon anggota. Dari keseluruhan peserta yang hadir sangat antusias mengikuti kegiatan. Bahkan ada 3 orang dari peserta pendas yang keluarganya meninggal di kampung lain, memilih tidak ikut pemakaman karena ingin menyelesaikan proses pendas.

Malam harinya (14/9) pukul 19.00 WIB dilaksanakan pendidikan penyegaran bagi anggota lama. Penyegaran untuk memberikan informasi  mengenai kebijakan terbaru di CU Betang Asi dan menggali kendala-kendala masyarakat dalam ber-CU. Peserta yang hadir dalam pertemuan penyegaran ini berjumlah 28 orang. Kehadiran peserta tidak maksimal karena turun hujan yang sangat lebat dan sampai kegiatan selesai hujan belum berhenti. Kegiatan di akhiri pukul 21.45 WIB yang di tutup dengan doa yang dipimpin oleh Pdt. Denis.

Dari proses pendas dan pendidikan penyegaran ini, terjawab beberapa penyebab masyarakat di Tumbang Sepayang tidak segera ber-CU. Salah satunya adalah masyarakat memahami CU hanya sebagai lembaga simpan pinjam. Artinya, kalau punya simpanan dalam jumlah tertentu yang menjadi fokus adalah berapa bisa pinjam di CU. Bagi yang merasa punya uang, nanti-nanti saja ikut CU, karena tidak ada rencana untuk pinjam.

Tempat lain, di balai desa Luwuk Sampun peserta pendas lebih sedikit dari Tumbang Sepayang. Kebanyakan masyarakat desa adalah karyawan perkebunan kelapa sawit dan bersamaan dengan acara menanam padi milik salah satu warga di sana, sehingga hanya dihadiri 24 orang saja.

Malam harinya (16/9) dilaksanakan pendidikan penyegaran untuk anggota lama di tempat yang sama dengan dihadiri 34 orang dari Luwuk Sampun dan desa Merah. Dalam pertemuan penyegaran ini, beberapa peserta menanyakan kebijakan berubah-ubah. Slah satunya adalah sebelumnya kalau masuk jadi anggota dengan kapitalisasi, sekarang bisa lagi dengan tunai.

Setelah diberi pemahaman soal kapitalisasi dan penjelasan administrasi lainnya, mereka menyimpulkan bahwa CU bisa menolong di saat kesulitan, terutama saat ada yang meninggal dunia. Karena CU berkewajiban menyerahkan Solidaritas Dukacita (Solduka) untuk ahli waris anggota yang meninggal dunia yang terbukti cukup meringankan bagi ahli waris.

Selanjutnya, pendas di Sangai dihadiri 30 orang peserta. Termasuk yang datang dari luar Sangai dari pagi hingga sore harinya. Kemudian, diadakan pendidikan penyegaran pukul 19.00- 21.50 WIB.

Peserta penyegaran yang diikuti 37 orang salah satunya mengungkapkan pertanyaan terkait pembangunan kantor TPK Sangai. Menjawab pertanyaan tersebut, fasilitator mengajak peserta menghitung kemampuan Sangai jika ingin membangun kantor saat ini. Secara aturan untuk asset tetap, termasuk membangun kantor, dana yang dialokasikan maksimal 5% dari total asset.

Maka dengan asset sekarang, TPK Sangai hanya memiliki kemampuan maksimal Rp 500 juta untuk membangun gedung dan di tambah dengan dana gedung Rp 100 ribu/ anggota, maka total dana gedung dari kontribusi  anggota di TPK Sangai belum sampai Rp 75 juta.  Sedangkan jika membangun kantor sendiri CU Betang Asi sudah punya standard nilai bangunan kantor.

Solusinya, jika ingin segera membangun kantor, bisa dengan cara anggota yang ada sekarang membantu menambah jumlah anggota dengan mengajak saudara, teman, kenalan untuk menjadi anggota CU Betang Asi TPK Sangai. Dengan bertambahnya jumlah anggota maka asset akan naik sehingga alokasi 5% untuk asset memadai.

Dari keseluruhan proses pendas dan penyegaran di 3 desa fasilitator kadang menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Dayak Ngaju. Karena tidak semua peserta mengerti bahasa Indonesia. Terungkap, selama ini pemahaman anggota dan calon anggota tentang CU hanya sebatas ‘kalau saya menabung, berapa saya bisa pinjam.’

Namun setelah di jelaskan kalau CU adalah alat atau kendaraan anggota mewujudkan kesejahteraan, ada pemahaman baru dari peserta pendas dan penyegaran  bahwa CU tidak hanya tempat meminjam tetapi bagaimana anggota bisa merancang masa depan termasuk pensiun bersama CU.

Sumber: Sepmiwawalma, penggiat di CU Betang Asi.

Foto: Peserta pendas berfoto bersama di depan Gereja di Tumbang Sepayang (atas); Peserta pendas sedang diskusi kelompok di ruang SMP Sangai (bawah).


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Tuesday, September 25, 2012
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved