Headlines News :
Home » » Yohanes Changking, SE : “Hidup Adalah Perjuangan”

Yohanes Changking, SE : “Hidup Adalah Perjuangan”

Written By Fidelis Harefa on Monday, August 20, 2012 | 8:01 AM

Salah satu bagian yang sering dikunjungi oleh anggota di CU Besi adalah bagian kredit dan pemasaran. Untuk mengenal lebih dekat siapa manager kredit dan pemasaran, tugas dan tantangan di bagian ini, penulis berkesempatan mewawancarai Yohanes Changking, SE, manajer kredit dan pemasaran CU Besi di ruang kerjanya.

Suami dari Sri Rosnita dan ayah dari 2 putra, Aloysius Philiano dan Jastin Chandra Winata menerima penulis pada 14 Agustus 2012 lalu. Dengan ramah pria Dayak kelahiran Riam Tinggi, 30 Mei tahun 1977 menjawab pertanyaan yang diajukan penulis, berikut petikannya:

Sejak kapan mengenal CU dan apa yang membuat anda tertarik pada CU?

Saya mengenal CU sejak saya kuliah tahun 2003. Dikenalkan oleh teman yaitu Ethos H. Lidin. Saat itu Ethos sudah bekerja di CU Besi. Awalnya saya tidak tahu, apa itu CU. Saya bersama teman saya Jat, di paksa oleh Ethos untuk mendaftar jadi anggota. Mendaftar jadi anggota itupun melalui kredit kapitalisasi sebesar Rp.160.000,-, dengan angsuran Rp.16.000,- perbulan selama 60 bulan.

Membayarnya dengan membagi uang kiriman orang tua, karena status masih mahasiswa. Setelah menjadi anggota di minta mengikuti pendidikan dasar di aula Nazaret dan saya banyak mendapat pelajaran berharga mengenai CU dan keuangan.

Pemahaman awal saya tentang CU saat itu, CU sebagai alternatif pilihan untuk menabung, aksesnya tidak sulit. Selain itu saya tertarik dengan prospek tabungan yang di ajarkan CU. Konsep Cashflow Quadrant Robert Kiyosaki, bagaimana uang bekerja untuk kita. Saya sering membuat hitungan ratusan juta bahkan sampai milyaran di komputer, sampai sering di olok teman.

Apa manfaat yang anda rasakan saat ber-CU?

Manfaat yang saya dan keluarga rasakan, selain saya mendapat pekerjaan di CU, banyak masalah keuangan yang di bantu oleh CU, mulai dari saya menikah dan adik-adik saya menikah, bisa mengembangkan aset, bisa membeli mobil dan membeli rumah.

Manfaat CU bagi anggota?

CU ini bagi anggota merupakan alat atau tempat untuk berinvestasi. Apalagi CU ada sampai ke daerah atau desa. Selain itu kehadiran CU dapat menunjang usaha dan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Banyak anggota yang sudah terbantu dan sukses berkat kehadiran CU.

Untuk masyarakat menengah ke bawah, tidak banyak pilihan lembaga keuangan tempat mereka bisa berinvestasi. Sedangkan kalau masyarakat menengah ke atas, mereka punya banyak pilihan. Namun ada juga masyarakat menengah ke atas yang memilih bergabung dengan CU.

Dari pengamatan anda, apa penyebab orang tidak mau bergabung menjadi anggota CU?

Ada beberapa faktor penyebabnya. Ada yang karena pemahamannya sepotong, ada juga karena mendapatkan informasi dari barisan yang kecewa pada CU, karena pinjamannya tidak di cairkan sesuai keinginannya.

Sebetulnya apa tugas dan juga tantangan di Kredit dan Pemasaran?

Kalau tugas antara lain melakukan koordinasi dengan tim kredit serta dengan pimpinan yang lebih tinggi. Kemudian menjaga stabilitas rasio kredit, baik piutang anggota maupun mengendalikan kredit lalai atau macet. Selain itu memutuskan permohonan kredit anggota.

Untuk tantangannya, bila terjadi kredit macet sehingga harus di cari segala upaya untuk dapat menyelesaikannya. Ketika memutuskan kredit anggota yang nilainya cukup besar serta menjaga rasio kredit, karena merupakan sumber pendapatan CU.

Untuk mengatasi kredit lalai atau macet sesuai Poljak untuk 1-2 bulan, di buat surat pemberitahuan, 3 bulan surat panggilan, 4 bulan peringatan pertama, 5 -6 bulan peringatan penyitaan. Namun pendekatan yang kita lakukan tetap secara persuasif atau kekeluargaan karena yang kita urus ini anggota bukan nasabah atau pelanggan. Jika semua prosedur sudah kita lewati, pilihan terakhirnya sita jaminan dengan cara penjualan untuk mengurangi atau menutupi sisa kredit. Jika kurang itu menjadi resiko lembaga.

Kalau untuk pemasaran, kita masih mengacu pada rambu-rambu di Poljak yaitu melalui Pendidikan Dasar dan juga sosialisasi produk baru. Kita belum melakukan pemasaran dengan door to door untuk sosialisasi produk karena belum di atur dalam Poljak.

Kita juga  mendata anggota potensial. Anggota potensial ini kategorinya sudah pinjam berkali-kali dan tidak pernah lalai, sudah di kenal oleh lembaga, ada usaha yang berkelanjutan, ada sumber pembayaran dan ada simpanan yang besar.

Kita juga pernah mengundang anggota potensial dalam temu anggota untuk melihat peluang usaha bersama CU. Mereka ini punya simpanan yang besar, tetapi pinjamannya tidak ada. Mungkin masih bingung mencari usaha. CU memamparkan peluang usaha kepada mereka, siapa tahu mereka tertarik. Dari pertemuan itu sudah ada anggota potensial ini yang meminjam untuk usaha.

Pasca pencairan kredit, CU melakukan monitoring untuk melakukan evaluasi berapa persen anggota yang telah berhasil dan juga yang bermasalah atau gagal. Untuk pendampingan CU belum bisa melaksanakannya karena ini sudah menyangkut hal yang sangat teknis. Idealnya pendampingan itu dilakukan oleh pihak ketiga misalnya universitas yang memang ahli di bidangnya dan biayanya di tanggung oleh peminjam.

Kalau untuk persentase tujuan kredit 40-50% untuk usaha, 20% konsumtif, 10–15% perumahan, menyusul kendaraan, proyek, ganda dan pendidikan. Kalau untuk kredit yang sering bermasalah, ya kredit usaha dan konsumtif.  Penyebabnya ada yang menyalahgunakan tujuan kredit, tujuannya untuk usaha ternyata tidak di jalankan, banyak pinjaman di tempat lain dan juga kegagalan usaha.

Kalau untuk anggota yang usahanya gagal bahkan yang mengalami musibah seperti kebakaran, CU tetap memberikan pinjaman kepada mereka dengan melihat jenis usaha yang  akan dijalankan, apakah ada kemungkinan gagal lagi atau tidak, ini untuk mengurangi resiko, kesungguhannya, ada agunannya dan anggota seharusnya lebih terbuka. Jadilah anggota yang aktif dan peminjam yang baik, jalankan komitmen, jika di ajak menyelesaikan masalah, melaksanakan seperti komitmen yang dijanjikan.

Apa tantangan CU Betang Asi ke depan?

Secara pribadi saya melihat, karena CU Betang Asi merupakan CU terbesar dalam gerakan CU Kalimantan Tengah dan dalam keanggotaan BKCUK, sehingga dinamika pasti menjadi perhatian banyak kalangan. Persaingan di dunia industri keuangan dewasa ini juga sangat pesat sehingga berpengaruh pada CU Betang Asi. Semakin besar CU masalah eksternal dan internal juga makin kompleks. Untuk internal, jumlah staff CU makin banyak. Kebijakan kebijakan CU harus relevan dengan kondisi kekinian, harus melakukan inovasi-inovasi.

Untuk tantangan eksternal berkaitan dengan pajak dengan masalah hukum perjanjian seperti adanya kasus wan prestasi (ingkar janji) dan jaminan kredit. Pajak juga menjadi tantangan buat CU. Karena kita ini negara hukum, pajak tidak bisa di hindari. Bagaimana CU mensosialisasikan kepada anggota.

Saya secara pribadi melihatnya pajak ini berkeadilan saja. Pajak yang dikenakan itu untuk bunga tabungan di atas 25 juta atau yang mendapat bunga minimal Rp.250.000 perbulan dikenakan pajak 10%. Yang dikenakan pajak bukan organisasi tetapi anggota. Karena untuk mereka yang punya tabungan di atas 25 juta itu dianggap mampu.

Harapan kepada anggota CU?

Jadilah anggota CU yang baik. Artinya menjadi penabung yang aktif dan peminjam yang baik. Kelola keuangan dengan sebaik-baiknya, hindari belanja-belanja yang konsumtif.

Rahasia sukses CU Besi?

Menurut saya CU Besi bisa seperti sekarang karena soliditas tingkat pengurus dengan manajemen. Ada masalah segera di selesaikan. Selain itu selalu melakukan perubahan dan inovasi baik atas produk layanan maupun kebijakan selalu disesuaikan dengan kebutuhan anggota. Selalu meningkatkan kapasitas pengurus, pengawas dan staff dan aktivis melalui pendidikan dan pelatihan. Sehingga dengan kapasitas yang meningkat mampu mengimplementasikan kebijakan yang di buat.

Apa motto hidup anda?

Motto hidup saya dari kuliah dulu tidak pernah berubah “Hidup Adalah Perjuangan”. Bagi saya kalau mau mempertahankan hidup kita harus berjuang. Saya berangkat dari nol, bahkan pernah ikut orang, tetapi saya tidak pernah berhenti berjuang, Sehingga saya bisa seperti sekarang. Bahkan saya memotivasi staff untuk disiplin, menjaga kepercayaan, berkomunikasi dengan baik, ikuti aturan yang ada, jalankan tugas dan fungsi masing masing, fungsi saya hanya sebagai kontrol saja.

Sumber tulisan dan foto: Sepmiwawalma.
Share this article :

0 comments:

Silahkan berkomentar menggunakan Akun Google...

 
Copyright © 2009. CU Betang Asi | berbasis masyarakat Dayak yang terpercaya dan abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved
Palangkaraya - Kalimantan Tengah
Proudly powered by Blogger
Re-designed by Fidelis Harefa