Selamat Datang!

T.T. Suan: “CU Melayani Anggota Sampai ke Pedalaman”

Usia tidak menghalangi seseorang produktif dalam menulis. Ini dibuktikan oleh ayah dari 4 anak sekaligus bue dari 6 cucu ini, masih sering tulisannya kita baca di koran-koran lokal di Kalteng. Terkait CU, saat ditemui penulis ia mengatakan bahwa kepercayaan masyarakat kepada CU kelihatannya semakin meningkat dan saya mau orang Dayak membangun CU agar tidak hanya besar tetapi kokoh.

Timotheus Tenggel Suan atau lebih dikenal dengan nama T.T. Suan  merupakan salah satu tokoh masyarakat Kalteng yang masih hidup. Beliau ini di tetapkan oleh PWI Pusat sebagai wartawan nomor 1 artinya wartawan seumur hidup.

Di saat umurnya yang sudah memasuki usia 80 tahun, beliau masih aktif mengikuti seminar, lokakarya dan kegiatan kegiatan yang dilakukan di kota Palangka Raya. Di tahun 2008 beliau mendaftar  menjadi anggota CU Betang Asi dengan nomor buku anggota KP. 108.412

Menurut ayah 4 orang anak ini “CU menolong orang Dayak, terutama yang tinggal di pedalaman, yang tidak  punya akses ke lembaga keuangan, mereka bisa mengakses dana ke CU Betang Asi. Sehingga perekonomian mereka meningkat, asal kalau mereka meminjam pemanfaatannya tepat guna. CU ketika mencairkan pinjaman juga harus tepat sasaran," jelas T.T Suan.

Manfaat CU secara pribadi bagi T.T. Suan, tabungan bisa di tarik kapan saja dan bisa pinjam setara simpanan, sementara simpanan masih di beri bunga. Selain itu, CU memiliki keunggulan lain, kalau anggota memiliki simpanan di Duit Turus, anggota bisa klaim untuk biaya berobat dan kalau opname bisa di bantu yang jumlahnya di sesuaikan dengan besarnya simpanan. Tabungan juga banyak jenisnya ada yang untuk harian, untuk wisata, untuk hari raya dan untuk lansia dengan bunga yang sangat layak.

Kakek 6 orang cucu ini berharap, agar masyarakat bisa menjadi anggota CU dan memanfaatkan CU untuk hal-hal yang baik, agar hidup mereka semakin baik dan bisa mewujudkan cita-cita dan harapan mereka. “Ela sampai tempun petak manana sare, tempun kajang bisa puat, tempun uyah batawah belai  yang artinya punya tanah tetapi berladang di pinggiran, punya atap tetapi barang muatan kehujanan, punya garam tetapi hambar rasa," pungkasnya.

Sumber tulisan dan foto: Sepmiwawalma.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Monday, August 20, 2012
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved