Selamat Datang!

Marselus Sunardi: “CU Betang Asi Harus Jadi Leader”

Semakin CU berkembang baik secara aset dan pertumbuhan anggota, semakin besar juga tantangan yang dihadapi. Berkaitan dengan tantangan CU ke depan, penulis berkesempatan mewawancarai Marselus Sunardi, Ketua BKCU Kalimantan saat menghadiri  acara syukuran atas renovasi Kantor Pusat CU Betang Asi tanggal 17 Juli 2012. Berikut petikan wawancaranya:

Apa tanggapan Bapak atas acara syukuran atas renovasi Kantor Pusat CU Betang Asi?

Pertama, selamat dan sukses atas kemajuannya.  Kedua, penting melibatkan para anggota untuk acara seperti ini agar ada rasa memiliki. Ketiga, dengan melibatkan para anggota berarti kita melibatkan masyarakat sehingga rasa memiliki CU oleh sebuah komunitas semakin tercipta, bahwa CU adalah milik kita bersama dan kita patut berbangga untuk itu semua.

Apa pesan untuk CU anggota BKCU Kalimantan khususnya CU Betang Asi?

Kekuatan kita itu karena kita berjaringan, kalau kita tidak berjaringan kita lemah. Gerakan CU bisa dikatakan berhasil karena bergabungnya banyak orang. Kalau di teori asuransi itu disebut  bilangan besar. Artinya semakin kita bersatu semakin banyak yang bisa kita lakukan.

Contohnya ketika kita mau membangun gedung kantor, biayanya besar tetapi menjadi berbiaya sedikit ketika banyak orang. Kita perlu dana 1 Milyar untuk pembangunan jika dibebankan kepada 1 orang itu berat, tetapi jadi murah ketika dibebankan kepada 100 ribu orang. Sehingga masing masing orang hanya perlu berkontribusi sebesar  100 ribu rupiah.

Untuk bangunan  CU itu penting, bagus untuk pencitraan tetapi itu bukan lambang keberhasilan atau kesuksesan CU. Ukuran berhasil dan sukses CU jika tidak lepas dari nilai-nilai dan prinsip-prinsip CU. Pendidikan yang benar di CU misalnya bukan soal makan dan minum yang enak saat kegiatan tetapi bagaimana memberi pemahaman bahwa manusia itu bermartabat, citra diri Allah dan mereka bisa membuat hidup mereka menjadi baik dan bermartabat bersama CU.

Memberikan kepuasan kepada pelanggan atau anggota itu penting, tetapi tetap ada rambu-rambunya. Bahwa keputusan  yang di buat itu adalah keputusan kolektif  bukan perseorangan, yang kita lihat adalah kebutuhan mayoritas bukan kebutuhan sekian persen anggota saja.

Bisa juga ada muncul persoalan baru ketika CU berdaya dan menjadi kaya maka lupa akan nilai-nilai dan prinsip-prinsip CU. Ada fenomena di CU yang sudah besar, pengurus dan manajemen keliru seolah-olah CU itu milik pengurus dan manajemen saja. Mereka lupa bahwa anggota itu aset yang tidak bisa di catat dengan nilai rupiah. Tidak lagi menganggap CU dari, oleh dan untuk anggota. Nah CU Betang Asi harus jadi leader di sini.

CU secara lembaga sebagai kendaraan untuk mewujutkan impian atau kesejahteraan. Secara keluarga, CU seperti tangga yang digunakan terus menerus. Ketika kita ingin memasang lampu di rumah, kita memerlukan tangga, namun setelah kita pakai, tidak mungkin tangga itu kita buang atau biarkan begitu saja. Karena nanti saat kita ingin membenahi gorden rumah kita memerlukan tangga lagi. Kalau tangga yang kita miliki kita rawat dengan benar maka di saat kita perlukan masih bisa di pakai lagi. Jadi dengan anggota CU bertambah banyak, kita bisa berperan bersama-sama membangun BKCU Kalimantan.

Apa tantangan CU ke depan ?

Pesaing yang berjiwa kapitalis masuk ke tata pemerintahan. Lahirnya peraturan-peraturan yang melemahkan CU. Yang terbaru, UU Pajak dan UU Koperasi yang tidak adil. Cita cita kita ke depan ada UU khusus CU. Jika tidak UU khusus, minimal CU jenisnya jelas yaitu simpan pinjam bukan badan usaha. Karena konsep dasar CU itu jelas dari, oleh dan untuk anggota.

Di Negara Thailand, koperasi dan CU itu beda karena prinsipnya beda. CU tidak mendapat bantuan dari negara. Aset yang besar itu milik anggota dan dikembalikan lagi kepada anggota. Kita mau CU di Indonesia seperti di Thailand. CU mensejahterakan anggota-anggotanya dan mendorong pembangunan ekonomi nasional jika dicermati dengan benar dan bijak sehingga CU menjadi alat kesejahteraan bagi yang memahaminya secara benar.

Sumber berita dan foto: Sepmiwawalma

Keterangan Foto: Sunardi saat menyampaikan sambutan di Aula CU Betang Asi yang baru.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Monday, July 23, 2012
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved