Selamat Datang!

Pembuat Kerajinan Rotan, Sekolahkan Anak Hingga Sarjana

Cukup banyak hasil hutan yang dapat dibuat menjadi kerajinan tangan. Ini tergantung dari ide-ide kreatif yang dimiliki pengrajin itu sendiri. Salah satunya adalah rotan yang banyak terdapat di hutan Kalimantan. Kerajinan tangan berbahan baku rotan ini bisa dibuat menjadi tas, dompet, alas piring dan lain-lain.

Saat kita berjalan di pusat penjualan kerajinan, kita bisa menemukan kerajinan yang bahan bakunya berasal dari rotan. Untuk mengenal lebih dekat, salah satu pengrajin  berbahan baku rotan, kali  ini penulis menemui Ramintje sebagai salah satu pengrajin rotan di kota Palangka Raya.

Perkenalan penulis dengan ibu yang sudah berkacamata ini, terjadi saat pameran Kalteng Expo 2012. Ketika berjalan mengunjungi beberapa stand, penulis terpesona dengan beberapa tas berbahan baku rotan yang dipajang. Kesempatan pertama ini, penulis gunakan untuk bertanya apakah bisa membuat tas sesuai pesanan. Saat itu Ibu Raminjte belum datang dan di jawab oleh penjaga stand hal itu bisa dilakukan.

Karena penulis tidak bisa bertemu langsung dengan Ibu Ramintje saat itu, maka keesokan harinya, penulis menemui beliau kembali di stand pameran. Betul saja, bahwa Ibu Raminjte memang membuat sendiri tas yang cantik-cantik tersebut dan akhirnya penulis memesan tas kepada beliau seperti yang diinginkan.

Kesempatan berikutnya ketika mengambil tas yang dipesan, Ibu  yang sudah berusia 67 tahun ini menjadikan rumahnya sekaligus menjadi bengkel kerjanya. Dengan ditemani suaminya yang berusia 75 tahun mereka hanya tinggal berdua saja karena ke-6 anaknya sudah berkeluarga semua.

Dari umur 7 tahun Ibu Raminjte sudah akrab dengan kerajinan rotan. Ketika menikah dia dan suaminya juga menggeluti kerajinan rotan, sehingga 6 orang anaknya bisa mengenyam pendidikan dan semuanya sarjana dari hasil beliau membuat kerajinan rotan.

Ibu Raminjte selain membuat kerajinan rotan untuk di jual juga menerima orderan untuk kegiatan-kegiatan besar di Kalimantan Tengah. Selain itu, bisa menjadi instruktur pelatihan-pelatihan untuk kerajinan rotan dan juga menerima kursus privat maupun lelompok.

Ibu Ramintje juga sudah mengenal CU Betang Asi dan sudah menjadi anggota CU Betang Asi. Dari pengalamannya ia menceritakan bahwa ada teman dari adiknya yang meninggal dunia dan semua pinjamannya di hapuskan, lalu simpanannya ditambah. Sebagai orang Dayak, Ibu Ramintje bangga dengan keberadaan CU Betang Asi, yang telah banyak membantu orang kecil untuk memperoleh modal kerja.

Sumber tulisan dan foto: Sepmiwawalma.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Monday, June 25, 2012
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved