Selamat Datang!

Ambu Naptamis: “CU Menumbuhkan Kecerdasan Financial dan Mental Kewirausahaan”

Dalam beberapa bulan ke depan kami akan menampilkan tulisan terkait pengalaman dan kesaksian dari pengurus, pengawas dan penasehat CU Betang Asi. Dimulai dari ketua pengurus terpilih 2012-2014, Ambu Naptamis, SH, MH. Berikut tulisannya:

Ambu Naptamis, pria bertubuh tinggi besar  ini, merupakan pionir lahirnya CU Betang Asi Palangka Raya. Menjelang tahun 2000-an Ambu Naptamis yang merupakan pendiri sekaligus aktivis Yayasan Dayak Panarung (Sekarang Lembaga Dayak Panarung), bersama rekan rekan aktivis lainnya yang bergabung di Lembaga Dayak Panarung (LDP) tempat mereka berkarya, sudah menggagas kelahiran CU. Di LDP mereka membentuk CU Panarung yang beranggotakan 71 orang.

Bulan April tahun 2002 LDP mendapat kunjungan dari CCFD Paris, Perancis. Kunjungan CCFD ini, didampingi oleh Stefanus Djuweng dari Segerak, Pontianak, Kalimantan Barat. Pada saat itulah bersama Stefanus Djuweng, di diskusikan secara serius soal bagaimana mengelola CU yang standar seperti yang ada di Kalimantan Barat. Memang saat itu CU di Kalbar, telah banyak melahirkan cerita sukses baik dalam hal pengembangan dan pelayanan.

Pasca pertemuan di bulan April 2002, menyusul salah satu aktivis LDP berkesempatan mengikuti kegiatan di Pontianak, Kalbar, maka semakin seriuslah diskusi soal bagaimana mendirikan dan mengelola CU yang ideal. November 2002, Matheus Pilin dari Segerak, Pontianak, Kalbar melakukan assesment  ke Kalteng yang didampingi oleh Ambu Naptamis.

Hasil dari assesment ini bersama tokoh gereja Katolik, tokoh gereja GKE, CU Balawa Asi, KSU Sinar Kasih dan KSU Sangkuwong, LDP membentuk panitia kecil untuk persiapan SP CU yang dilaksanakan bulan Februari 2003. Hasilnya lahirlah CU Betang Asi yang operasionalnya di buka pada tanggal 26 Maret 2003.

Menurut ayah 3 orang anak ini, kehadiran CU secara pribadi dan keluarga sangat berpengaruh, terutama berkaitan dengan perencanaan keuangan keluarga. Perencanaan keuangan keluarga tersebut, dipraktekkan melalui sarana dan pelayanan yang ada di CU. Selain itu tumbuh juga jiwa kewirausahaan. “Yang dulunya belum terpikirkan untuk berwirausaha, dengan adanya CU jadi terinspirasi untuk menciptakan atau mendirikan usaha, dengan demikian berarti membuka lapangan pekerjaan baru,” ungkap Ambu.

Di periode kepengurusan 2012 – 2014 ini, Ambu Naptamis dipercayakan sebagai Ketua Pengurus, terkait dampak ber-CU Ambu mengatakan semakin menumbuhkan kesadaran financial dan juga berdampak  secara spiritual. Kita semakin yakin pentingnya semangat kebersamaan dan saling percaya serta arti pentingnya kejujuran. Secara sosial terbangun rasa percaya diri secara kolektif, bahwa rakyat mampu mengorganisir diri dan membangun lembaga pemberdayaan dari oleh dan untuk.

Suami dari Mastuati ini juga menekankan bahwa secara intelektual, CU dapat memberikan keyakinan dan kepercayaan kepada anggota CU itu sendiri, maupun pihak lain bahwa bangun usaha koperasi mampu dan dapat berkembang, seperti apa yang menjadi harapan dan cita cita terhadap koperasi.

Mengakhiri perbincangannya, Ambu Naptamis berharap agar CU mampu dan dimampukan untuk berkembang dan diterima semua pihak/ kalangan, sebagai sokoguru ekonomi dengan tidak meninggalkan jiwa, semangat, nilai nilai, serta prinsip gerakan koperasi yang universal.

Sumber tulisan: Sepmiwawalma, penggiat CU

Sumber foto: http://profile.ak.fbcdn.net


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Sunday, April 29, 2012
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved