Selamat Datang!

9 Tahun CU BESI : Dua Tangis, 2 Rasa, Ribuan Tawa dan Harapan

Aksi, refleksi, aksi adalah bagian dari pertumbuhan CU Betang Asi hingga mencapai usia 9 tahun. Sebagai salah satu bagian dari refleksinya berikut catatan yang dibuat oleh Sepmiwawalma, penggiat sekaligus sekretaris pengelola website cubetangasi.com:

Palangka Raya, menyambut ULTAH CU BESI ke-9, Senin, 26 Maret 2012

Senin, 26 Maret 2012. Genap 9 tahun usiamu  CU Betang Asi.

Baru 9 tahun usiamu ataukah sudah 9 tahun usiamu? Baru atau sudah tentu bermakna bagimu. Betapa relatifnya ukuran waktu dan usia…

Mewarnai 9 tahun  usiamu. Pernah ada dua tangis singgah di sisimu, 2 rasa tersaji di hadapanmu, namun ada ribuan tawa menyertai langkahmu.

Dua Tangis, 2 Rasa.

Selasa, 9 Agustus 2011, si jago merah melahap habis markasmu di Tumbang Sangai.

Memasuki 3 bulan perjalananmu melewati badai. Selasa, 1 November 2011, Nakodamu DR. Amu Lanu A. Lingu, SE, M.Si kembali ke Pangkuan sang Pencipta Pemilik Semesta. Betapa relatifnya jarak…

Inilah realita, ada 2 rasa tersaji di hadapanmu.

Ada anggota yang masuk, namun ada juga yang keluar.

Ada yang lahir, ada juga yang meninggal.

Ada yang puas, ada yang kecewa. Ada yang sedih namun ada juga yang gembira.

Ada yang usahanya sukses, ada yang gagal. Ada yang lancar, ada yang macet.

Ada yang baru, ada yang lama. Ada yang berhenti, ada juga yang meneruskan.

Ada yang banyak, ada yang sedikit. Ada yang besar pinjamannya, ada yang kecil, sesuai keperluan dan kemampuannya.

Ada yang mengerti, ada juga yang bingung.

Ada yang marah, ada yang senang.

Ada yang berkeras hati, ada yang sadar.

Ada kelebihan, namun ada juga kekuranganmu.

Kelebihanmu teruslah dipertahankan. Agar dirimu menjadi tempat yang menyenangkan.

Tingkatkan kualitasmu, sehingga mampu merebut perhatian dan rasa hormat dari banyak orang.

Benahi segala kekuranganmu, agar semakin elok dipandang mata dan nyaman bagi jiwa.

Semuanya Relatif...

Semua ada waktunya...ada pergantian pengurus, ada pergantian manajemen, ada kantor baru, ada renovasi kantor.

Sebuah tempat memang bisa jadi apa saja bergantung yang mengisinya. Betapa relatifnya tempat…

Sedih, senang, ketawa, menangis, semua bergantung suasana jiwa. Sang pemilik jiwalah yang berkuasa mengontrol suasana jiwanya.

Mau dibuat sedih atau mau dibuat gembira. Mau menangis atau tertawa. Semua bisa. Betapa relatifnya jiwa…

Ada yang bilang sudah banyak  yang telah dilakukan. Anggota banyak, aset, staf, fasilitas, tempat pelayanan bertambah, banyak yang sudah sejahtera dan kredit macet turun.

Banyak juga yang mengatakan, masih terlalu sedikit yang diperbuat.

Bunga pinjaman terlalu tinggi, proses pinjaman berbelit-belit, belum ada ATM, pelayanan lambat dan tidak ramah, kantor sesak. Butuh kearifan memaknainya...Betapa relatifnya kepuasan…

Ada yang menyanjungmu, ada yang di untungkan oleh pelayananmu.  Namun masih ada yang meragukanmu, ada yang meremehkanmu, ada yang membencimu, tak perlu marah, buktikan saja bahwa pada saatnya, ada pengakuan bahwa mereka keliru menilaimu. Betapa relatifnya percaya...

Hadapilah perubahan. Sabarlah untuk mewujutkan kesuksesanmu. Carilah solusi jangka pendek dan berpikirlah akan dampak jangka panjang bagi keberlanjutanmu. Abaikan yang membuatmu berkecil hati. Betapa relatifnya fokus...

Yang datang padamu beragam warna. Ada yang menyedihkan, ada yang membanggakan. Ada yang kecewa dan pergi darimu, namun ada yang tetap setia bersamamu, walau pernah kecewa. Betapa relatifnya rasa dan kesetiaan...

Ada sedih, ada duka, ada tawa, ada gembira, ada yang kekurangan uang, ada yang berkelebihan uang , yang menjumpaimu. Betapa relatifnya uang…

Beragam persoalan menyapamu. Ada yang harus cepat diatasi, ada yang memerlukan waktu untuk diatasi. Memang tidak mudah mencari jalan cepat untuk mengatasi persoalan. Tak jarang muncul persoalan yang sulit untuk dipecahkan. Betapa relatifnya kecepatan...

Dalam banyak kesempatan bertemu dalam ruang rapat, ada ide yang disampaikan dengan jenaka, marah, tenang, menyejukkan, pesimis, optimis, ini bisa menjadi hiburan yang menyenangkan, menegangkan, mencengangkan, melegakan sekaligus bahkan membuat galau. Betapa relatifnya cara...

Inilah catatan proses  membesarkanmu, yang harus di isi lembar demi lembar dalam buku perjalananmu. Ada yang harus di arahkan. Ada yang perlu diberi peringatan. Ada yang sudah tahu apa yang semestinya dilakukan. Ada yang punya kedudukan, ada yang belum punya kedudukan. Ada yang punya kewenangan, ada yang belum punya kewenangan. Betapa relatifnya sebuah kekuasaan…

Ribuan Tawa  dan Harapan Menyertai 9 Tahun Usiamu.

Dalam rangkaian perjalananmu, masih banyak ribuan tawa dan harapan menyertai langkahmu.

Teruskan langkahmu. Kau pasti bisa, kalau kau katakan bisa. Hellen Keller, sekalipun buta, tuli dan bisu, tidak pernah kehilangan semangat untuk menjalani hidupnya dan bercita-cita jadi pendidik. Ia percaya bahwa apabila seorang berani menghadapi cahaya matahari, maka bayang-bayang akan tertinggal di belakangnya. Akhirnya, impiannya menjadi kenyataan. Masa sulit tidak pernah berakhir, namun orang-orang tegar selalu dapat mengatasinya.

9 tahun usiamu. Usiamu tidak lagi bayi. Namun tetaplah seperti bayi, menarik untuk didekati dan dicintai. Kelak jika usiamu sudah ABG, berperilakulah tidak seperti ABG, yang kadang galau, labil, mengeluh, gusar, meratapi kehidupan, tanpa mau mengubah keadaan.

Besi... kemauanmu keras, ketekunanmu tidak pernah surut, pandanganmu selalu optimis melewati masalah yang dihadapi dan semangatmu yang pantang menyerah untuk mewujudkan pencapaianmu. Handep Hapakat Sewut Batarung, menjadi pondasimu.

Jangan menjadi  letih dan lemah.  Hadapilah segala tantangan dengan berani. Tidak memalingkan wajah saat menghadapi kesulitan. Biarkan anggota tetap seperti magnet yang menempel pada besi, karena namamu memang CU Besi.

Besi... Sukses tidak tuli, dia bisa mendengar harapanmu. Sukses tidak buta, karena dia harus mengamati kerja kerasmu. Sukses sudah kaya, yang kekayaannya terbentang mulai dari kesehatan sampai semua kenikmatan hidup. Sukses telah sangat berpengalaman, mendengar janji kesungguhan yang tidak cepat layu, dan menyaksikan pekerjaan kecil meledak menjadi kekayaan besar yang dibangun dengan kejujuran dan kerja keras.

Maka di usiamu yang ke 9 tahun ini... Bentuklah dirimu untuk tidak menyukai kemalasan, tidak memanjakan penundaan, tidak membiarkan mulutmu mengeluarkan kata-kata yang tidak berkelas, dan tidak memasukkan hal-hal yang beracun ke dalam nafas dan darahmu. Jadikanlah dirimu pribadi yang bersih, yang jujur, yang rajin, dan sabar, agar Handep Hapakat Sewut Batarung menjadi Nafasmu.

Sumber:  Sepmiwawalma

Sumber gambar: http://rlv.zcache.com


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Tuesday, March 27, 2012
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved