Selamat Datang!

Setia Melayani Sepenuh Hati, Staf TP TBS Pujon

Menyaksikan medan yang cukup berat di wilayah pengembangan TP Tahasak Batu Sepan (TBS), terbayang tantangan yang dihadapi staff CU yang ditugaskan di wilayah ini. Jalan darat masih rusak, jembatan penghubung jalan ada yang putus, sehingga hanya bisa dilewati sepeda motor, ada juga desa yang hanya bisa dijangkau dengan transportasi sungai.

Bagaimana staff mengatasi tantangan pelayanan kepada anggota dengan kondisi jalan yang kurang memadai terutama saat survey dan menagih pinjaman lalai?. Penulis tertarik untuk membuka percakapan ringan dengan staff percobaan, Europorto. Ia mengatakan sering berhadapan dengan kondisi lapangan terutama jalan rusak, bermandikan lumpur saat hujan dan debu saat musim kemarau, menyeberang sungai dan kehujanan di jalan. Demikian petikan percakapan:

Apa kabar, bagaimana rasanya melayani anggota di TP Tahasak Batu Sepan, Pujon ?

Kabar baik. Kalau soal pelayanan kadang menyenangkan, kadang kurang menyenangkan kalau berhadapan dengan beberapa kendala.

Artinya dalam pelayanan ada hal yang menyenangkan dan kurang menyenangkan?

Iya. Dikantor maupun saat ke lapangan bisa aja ada kendala. Kalau saat pelayanan di kantor, tiba tiba komputer ngadat membuat pekerjaan terganggu, kurangnya jumlah staff membuat pelayanan terlambat dan karena kerjaan menumpuk, anggota harus dilayani makan siangpun tidak sempat.

Ketika jam pelayanan sudah tutup ada anggota yang belum terlayani, kita harus tetap melayani walau sudah lebih dari jam 3 sore. Enaknya kalau di kantor, tidak kena hujan dan panas. Nah kalau ke lapangan tantangannya medannya berat, apalagi kalau musim hujan siap siap kehujanan di jalan, kalau jalan tidak bisa dilalui motor, kita harus jalan kaki mendorong motor bermandikan lumpur. Kalau motor macet, desa terdekat masih jauh kita bisa bermalam di hutan dan tidak makan. Yang deg-degan kalau kita bawa uang setoran, sangat beresiko, untungnya selama ini Tuhan masih melindungi kita, sehingga belum pernah dan jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.

Bagaimana caranya agar pekerjaan yang berat menjadi ringan dikerjakan?

Dengar musik dan ajak rekan kerja atau anggota bercanda. Dengan bercanda membuat semangat bangkit lagi. Kalau ada anggota yang berhasil kita motivasi dan jadi anggota, kita senang. Kemudian kalau berhasil membantu anggota mencari solusi atas masalah yang mereka hadapi juga membuat hati senang. Kalau memotivasi anggota terkadang tidak melulu bicara CU, tapi mereka bisa curhat soal keluarga kepada kita ketika kita mengunjungi mereka.

Adakah kekuatiran kepada anggota atau pihak lain yang bukan anggota?

Ada, kepada pemerintah kalau kalau membuat kebijakan yang justru menghambat perkembangan CU, misalnya membuat kebijakan soal pajak yang justru membebani anggota. Lalu kalau kepada anggota, kalau ada yang kecewa karena pinjamannya tidak dicairkan sesuai harapan, memberikan informasi yang tidak benar kepada anggota lain atau kepada calon anggota.

Ada anggota yang sudah cair pinjamannya dari CU, tapi karena takut orang lain bisa pinjam dari CU untuk modal usaha juga, karena takut usahanya ada saingan lalu memberi informasi yang tidak benar tentang CU, sehingga orang lain tidak bergabung menjadi anggota CU. Semoga sifat tidak ingin melihat orang maju dan hanya mau dirinya sendiri yang maju tidak banyak bahkan kalau bisa tidak ada di tengah masyarakat.

Harapan kepada anggota?

Setia bersama CU, rajin menabung, tepat waktu bayar pinjaman, seluruh anggota keluarga dibawa jadi anggota CU. Walau pendidikan tidak lulus SD, bisa mengelola anggaran rumah tangga dengan baik, jangan kalah dengan orang kota, walau tinggal di desa masa depan telah dipersiapkan dengan baik dan tidak ketinggalan zaman. Orang kota ber-CU, kita di desa juga ber-CU. Kami sebagai staff SETIA MELAYANI SEPENUH HATI katanya mengakhiri perbincangan.

Keterangan Foto: Europorto di atas ferry penyeberangan

Sumber foto dan tulisan: Sepmiwawalma.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Thursday, February 23, 2012
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved