Selamat Datang!

Sri Wulan: “Strategi, meningkatkan pengembangan dan kerjasama dengan lembaga mitra”

Memasuki tahun 2012 ini tentu banyak tantangan dan peluang yang di hadapi oleh CU Betang Asi. Sebagai Salah satu pilar dari kokohnya sebuah Credit Union, diperlukan kerja yang sungguh-sunggh dalam membangun kesadaran anggota, yaitu pilar pendidikan.

Penulis berkesempatan membincangi  Sri Wulan, A.Md sebagai manajer pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan (Diklat dan Litbang) CU Betang Asi. Pembicaraan dilakukan pada Awal Januari 2012 saat berada di Kantor pusat Palangka Raya. Berikut petikannya:

Sebagai manajer Diklat dan Litbang saat ini di CU Betang Asi strategi apa yang akan dilakukan untuk meningkatkan pendidikan dan pelatihan di tahun 2012 ini?.

Strategi yang kita laksanakan adalah meningkatkan pengembangan dan kerjasama dengan lembaga mitra lainnya seperti di daerah Tangkiling, sebetulnya sudah siap untuk membuka tempat pelayanan mengingat di situ hampir 200 anggota yang dilayani. Kemaren mereka sudah menawarkan ada kontak di sana sebagai tempat pelayanan.

Selanjutnya untuk pengembangan, ke depan kita berfikir bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi di bidang bisnis yang berhubungan dengan pendapatan keluarga. Pemikiran saya kalau bisnis keluarga/ kelompok tidak berjalan dengan baik, otomatis itu berhubungan dengan kelancaran menabung, membayar pinjaman kalau usaha tidak dikembangkan dengan baik tidak mungkin kita berjalan seperti yang diharapkan.

Artinya, kalau kita mengharapkan lembaga CU ini menjadi abadi maka ke depannya harus kita lihat pada bidang pengembangan bisnis dan ekonominya. Di tempat-tempat tertentu kami di bagian Diklat cukup terbantu dengan lembaga mitra seperti Yayasan Tambuhak Sinta (YTS), CARE dan juga BOS Mawas yang membantu kami untuk lebih mendekatkan diri dengan kelompok-kelompok masyarakat yang belum terjangkau oleh bagian Diklat.

Jika bicara kelemahan yang belum teratasi di tahun 2011, apa yang akan dilakukan oleh bagian Diklat di tahun 2012 ini?

Kelemahan yang pertama, kalau pelaksanaan untuk bisnis itu sendiri kita kesulitan jika langsung melakukan pendampingan dikarenakan kita (manajemen) juga terbatas dan kita membutuhkan kerjasama dengan pihak lain sampai kegiatan (bisnis) itu bisa berjalan. Tapi juga lembaga mitra ini saling mendukung dan bekerja sama sehingga akhirnya tujuan mereka tercapai dan tujuan kita juga tercapai.

Dari terbatas  yang anda katakan, apakah dari segi jumlah orang atau ada hal lain perlu di atasi di tahun 2012?

Karena saat ini kan CU prioritasnya bukan pada bisnis, maksudnya bisnis real seperti memberikan penyuluhan, bagaimana berternak, berkebun. CU hanya mengelola keuangan, harapan ke depan akan ada pelatihan untuk menjadi dasar dari manajemen Diklat untuk memberikan pengarahan atau gambaran kepada anggota seperti apa dan bagaimana mereka melakukannya. Kalaupun  tidak bisa  dilakukan oleh bagian Diklat maka ada semacam program atau pelatihan dan kita melaksanakannya dengan pihak lain agar lebih terorganisir, hal itu terkait dengan pengembangan usaha masyarakat.

Dari sumber daya fasilitator saya kira relative, jika saya bilang kurang untuk daerah tertentu iya, seperti sekarang ini di daerah TPK Pujon, di sana sama sekali belum ada yang menjadi kader fasilitator. Kemudian dari manajemennya sendiri terbatas pada pelaksanaan tugas teknis di ruangan (kantor) saja, walaupun bisa melaksanakan pendas. Harapannya di tahun ini fasilitator dari manajemen bergandengan dengan aktivis, karena ada beberapa hal penjelasan teknis yang berhubungan dengan kredit yang penjelasannya kadang agak sedikit kurang pas, manajemen di gandengkan karena lebih tahu.

Tetapi manajemen juga tidak sepenuhnya bisa ikut di dalam pendidikan dasar karena keterbatasan berada di kantor atau di lapangan. Khusus untuk fasilitator ke depan ini akan ada dilaksanakan pelatihan atau pertemuan bagaimana menjelaskan tentang kredit, karena persoalan yang sering saya dengar ada perbedaan dalam penjelasan kredit oleh aktivis  dan manajemen. Untuk menyamakan pemahaman ini dapat berupa pertemuan antara bagian kredit dengan fasilitator.

Dengan kata lain ada pertemuan berkala yang membicarakan konteks kredit ini dalam penerapannya dan ketika kita memberikan materi di pendidikan dasar, sebagai manajer Diklat dan Litbang tentu di tahun 2012 ini banyak tantangan dan peluang yang akan dicapai. Secara pribadi maupun lembaga bagaimana anda memandang ini?

Secara pribadi kalau menghadapi tantangan pasti ada, tapi saya pikir ke depannya bagaimana kita mengatur yang sudah ada, mempertahankan yang sudah baik, memperbaiki yang sekiranya belum baik.

Kemudian, menghadapi perubahan-perubahan di luar harus kita dapat mengatasinya, juga kita berkerja sama dengan lembaga-lembaga mitra lainnya untuk melihat peluang-peluang, juga kerjasama-kerjasama yang sudah menawarkan pelatihan untuk meningkatkan lembaga ini di luar BKCUK, seperti dari Semarang dan Yogyakarta  .

Keterangan Foto: Sri Wulan saat di ruang kerja.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Thursday, January 5, 2012
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved