Selamat Datang!

Idoe Dasit (Pa Jarot): “Menjadi Anggota CU, Kita Diajar Untuk Tidak Ber Foya-Foya.”

Ditengah kesibukkannya sebagai kepala desa dan kolektor CU Betang Asi, pria ini menerima penulis dengan senang hati. Berbincang mengenai pengalamannya dan harapannya terhadap masyarakat desa Lawang Uru.

Berikut petikan pembicaraan di rumahnya di desa Lawang Uru yang dilakukan penulis dengan pria yang sudah menjadi anggota CU aktif di wilayah pengembangan TP. Batuah Marajaki di akhir Oktober 2011 lalu.

Sudah berapa lama anda dipercaya sebagai kolektor di desa Lawang Uru?

Sampai hari ini sudah 5 tahun sejak awal tahun 2006.

Dari pengamatan dan penilaian anda, apa motivasi warga desa Lawang Uru masuk CU?

Mereka sangat antusias dan berambisi dan mereka punya harapan juga dengan CU. Karena CU mereka dengar dulu, mereka lihat dari desa-desa lain dari teman-teman mereka yang sudah masuk jadi dulu memang harapan warga kita supaya di sini ada kolektor. Pas… sekarang sudah ada, kelihatannya warga kita sangat berambisi masuk CU, itu harapan mereka.

Dengan kata lain, semenjak ada kolektor masyarakat semakin berkembang?

Iya,semakin rajin menabung

Jika dilihat persentase dari jumlah penduduk, berapa banyak yang sudah masuk CU?

Kalau melihat dari persentase memang 40% dari jumlah penduduk desa Lawang Uru yang sudah masuk CU. Tetapi, sebagai informasi saya ini sebagai kolektor 3 desa.

Desa apa saja itu?

Pos saya di Lawang Uru, juga kolektor desa Hurung dan Manen Kaleka/ Bukit Bakung

Dari 3 desa ini menurut pengamatan anda yang paling aktif  di desa mana?

Sekarang desa Lawang Uru yang paling aktif, malah kalau untuk desa Lawang Uru ini kelalaian hampir tidak ada dalam masalah kredit lalai.

Pengalaman apa saja yang paling berkesan sebagai kolektor CU hingga tahun ke lima sekarang?

Kalau pengalaman banyak ya…, kalau sampai pada hari dan tanggal saya milir, maklum kita orang desa ada yang berkata, “Pak Jarot, tolong tabung untuk saya. Besok saya keluarkan getah dulu”, itu pengalaman yang berkesan dan saya senang juga dan saya rasa harus membantu juga.

Dan ada lagi pengalaman di desa mestinya jam kerja dari jam 7 sampai jam 3, kalau di desa lain, hari Minggu tetap nabung, jam 7 bisa sampai jam 10 malam, ada yang mengetok pintu untuk menyetor tabungan.

Terkait keuntungan menjadi anggota CU, apa yang bisa anda bagikan pengalamannya ber-CU selama ini anda bisa berbagi ke calon anggota CU yang berminat?

Kalau keuntungan banyak menjadi anggota CU, pertama kita diajar untuk tidak berfoya-foya. Mengapa saya bilang begitu, karena dengan kita menjadi anggota CU terutama di desa ini, kita tidak jauh-jauh mengantar uang tidak pakai modal karena ada kolektor.

Yang kedua, keuntungannya jadi anggota CU kalau kita sakit dibantu, ada SOLKESnya dan kalau kita mau menambah modal pasti CU membantu. Contohnya saya, kemaren saya mau beli mobil minta bantu sama CU, dibantu. Kemaren saya mau tambah modal untuk membantu adik saya, datang lagi saya ke kantor CU dan minta tolong bahwa saya perlu uang mendadak, CU bantu saya, itu keuntungan menjadi anggota CU yang aktif, dan banyak lagi yang lain.

Harapan anda ke depan untuk desa Lawang Uru?

Saya selalu kampanye untuk desa, apalagi sekarang saya sudah menjadi kepala desa saya kampanye agar warga desa kita ini terutama desa Lawang Uru semua masyarakatnya baik kecil sampai yang tua-tua jadi anggota CU itu harapan saya dan itu bagian dari cita-cita saya dulu semenjak saya jadi kolektor saya selalu memperjuangkan itu hingga sekarang terus saya perjuangkan dan saya beri info tentang CU yang selalu berkembang.

Saya selalu bilang kepada masyarakat bukan tidak mempercayai omongan orang  lain, tetap datanglah ke meja saya untuk bertanya apa itu CU itu harapan saya kepada masyarakat desa Lawang Uru supaya tidak mendapat jawaban yang tidak baik dan tidak memuaskan.

Keterangan foto: Idoe Dasit berada di meja kerja di rumahnya, Lawang Uru

Ditulis oleh & sumber foto: Rokhmond Onasis.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Monday, October 24, 2011
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved