Selamat Datang!

Grand Opening KPD-Rajawali

Dua puluh enam Oktober dua ribu sebelas merupakan hari bersejarah (kembali) bagi Koperasi Persekutuan Dayak (KPD) Kalteng. Ini terjadi karena dibukanya kembali KPD Swalayan di jalan Rajawali setelah sempat tidak buka selama beberapa bulan.


Dalam sambutannya Pengurus KPD Kalteng yang baru, menyampaikan harapan dan doanya. Dr. Amu Lanu A. Lingu, SE, M.Si mengatakan CU dan KPD adalah satu mata uang dengan sisi yang berbeda.


Berikut salinan sambutan Amu Lanu saat grand opening di KPD swalayan di jalan Rajawali Palangka Raya:


Hari ini merupakan grand opening yang merupakan rangkaian kegiatan KPD ini setelah kurang lebih 4 bulan mengalami stagnasi. Kenapa stagnasi, karena kami melakukan reevaluasi dan harus melakukan tindakan restrukturisasi dan reorganisasi. Dua hal itu yang harus dijalankan dan sekarang KPD itu ex officio ber sama-sama dengan credit union.


Jadi, memang ini boleh dibilang caretaker, tetapi ini yang harus dijelaskan karena modal kerjanya banyak dibantu oleh credit union. Oleh karena itu modal itu yang secara alami memang untuk control supaya uang itu bisa berputar dengan efektif dan kembali dengan efektif, karena anggota KPD juga anggota credit union dan credit union menanam penyertaan modalnya di KPD.


Latar belakang inilah maka manajemennya ex officio sementara ini langsung Credit Union Betang Asi ber sama-sama dengan Credit Union Sumber Rejeki biar Bapak/ Ibu dan masyarakat mengetahui. Kalau dulu masih terpisah sekarang dia satu kesatuan tetapi berbeda badan hukum. Satu keputusan berbeda rumah, karena memang seperti itulah model yang kita pakai karena secara hukum di Indonesia memang seperti itu. CU tetap berjalan di bidang financial, KPD bidang real ekonomi.


Harapannya ke depan bukan hanya KPD saja yang kita kembangkan, mudah-mudahan sector usaha lain kita garap mungkin sector perhotelankah, atau sector industry lainkah tetapi badan hukumnya KPD bukan CU, tapi CU dan KPD seperti satu keping mata uang yang sebelahnya berlainan, tetapi dia tetap satu mata uang. Jadi KPD dan CU satu mata uang, berbeda gambar, gambar satu KPD berbadan hukum KPD, gambar sebelah gambar CU badan hukum CU, begitu agar Bapak/ Ibu bisa memahaminya.


Jadi saya mengajak pada seluruh anggota CU lewat Pastor, Suster, dan Pendeta silahkan kita berbelanja di KPD ini dan kita yakin dia tidak akan stagnasi lagi karena didoakan oleh Pastor dan Suster hari ini. Kita akan tetap mempertahankannya dan kita sudah punya gedung tersendiri di jalan Tilung. Rencananya setelah ini dibuka selama sebulan setelah ini baru kita opening lagi di sana.


Mohon doa restu dari kita semua ini berjalan secara alami tetapi KPD ini sifatnya kompetitif di dunia usahanya, oleh karena itu kekuatan kita ada di anggota dan harga kita taruh bersaing, pokoknya lebih rendah dari saingan kita karena kita sifatnya melayani anggota dan kita berusaha mengaktifkannya dan berusaha juga akan membayar dividen, tidak seperti dulu lagi.


Jadi dalam satu tahun kita hitung dividen di dalam RAT nanti, persis seperti CU kita kelola, itu yang bisa kami sampaikan terima kasih atas perhatiannya dan terima kasih juga kepada penanggung jawab dan panitia yang menyiapkan kegiatan ini semoga apa yang kita kerjakan bersama ini mendapat berkat dan diberkati oleh Tuhan sepanjang umur hidup kita, Tuhan memberkati.


Keterangan gambar: Amu Lanu mendampingi Pastor Subandi, Pr melakukan pemberkatan dengan air suci.


Sumber foto: Rokhmond Onasis




Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Monday, October 31, 2011
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved