Selamat Datang!

Ethos H. Lidin : Tjilik Riwut Baru Kalteng.

Masyarakat Kalimantan Tengah pasti semua mengenal siapa itu (almarhum) Tjilik Riwut. Putra Dayak Ngaju ini adalah pendiri sekaligus Gubernur pertama Provinsi Kalteng. Moralitas, kewibawaan dan kepemimpinannya selalu dikenang rakyat Kalteng hingga kini. Ia mampu memberi inspirasi, motivasi masyarakat Dayak di Kalteng khususnya untuk selalu melangkah maju, mengembangkan potensi manusia dan alam di sana.

Salah satu pesan Tjilik Riwut yang dikenal dalam bahasa Dayak Ngaju adalah “ela sampai tempun petak manana sare, tempun kajang bisa puat”. Artinya kira-kira “jangan sampai punya kampung halaman tapi tinggal dipinggiran ; punya tempat berteduh dari hujan, tapi kebasahan".

Pesan Tjilik Riwut itulah yang membakar semangat salah seorang muda Kalteng bernama Ethos H. Lidin General Manager CU Betang Asi ini menyadari betul bahwa masyarakat adat kini mengalami apa yang yang dipesankan oleh Tjilik Riwut. "Itulah kenyataan yang dihadapi kita sebagai pewaris tanah Borneo ini. Apa yang ditakutkan Pak Tjilik Riwut sudah menyadi kenyataan. Banyak kekayaan kita (tanah, kekayaan alam, emas, batu bara) tapi orang semua yang punya (HPH, PBS, perusahaan tambang)," urai Ethos kepada KR.

Nah, melalui Credit Union Betang Asi, Ethos mengajak masyarakat Dayak di Kalteng khususnya dan masyarakat etnis lain umumnya agar menjadi tuan rumah di tanah tumpah darah sendiri. "Pintu masuk utamnya adalah dengan menjadi anggota Credit Union," jelasa ayah dari Rian ini.

pria kelahiran Tapin Bini, 16 September 1974 ini menganal CU sejak tahun 2000. Kala itu ia aktif di Lembaga Dayak Panarung. Lembaga itu mendirikan CU Panarung namun tidak berhasil. Namun ia melihat di Kalbar. "Pucuk dicinta ulampun tiba, ada kesempatan ke Pontianak dalam rangka mengikuti Pelatihan HAM untuk Masyarakat Adat yang diselenggarakan oleh Institut Dayakologi tahun 2002, saya sempatkan mengunjungi CU Pancur Kasih dan begitu hebatnya pada waktu itu," terang alumni S1 Fakultas Ekonomi Universitas Palangka Raya ini.

Tahun 2002 LDP mengundang Matheus Pilin (SegeraK PK) untuk melakukan assessment untuk mendirikan CU di Palangka Raya. Sebagai aktivis LDP ia ikut perencanaan strategis pendiriaan CU Betang Asi yang difasilitasi A.R. Mecer, Munaldus, dan Pilin. "Saya semacam dipaksa Pak Mecer untuk menjadi staf CU Betang Asi. Kala itu tidak ada satu pun yang mau. Saya ditunjuk Pak Mecer dan harus magang ke CU-CU di Pontianak sementera istri hamil anak kami kedua, waktu itu terasa berat benar. Namun dipercaya Pak Mecer adalah beban tanggung jawab. saya buktikan bahwa sa bisa," kenangnya.

Ketika bergabung ke CU Betang Asi ia sebagai staf kredit dan pemasaran. Lalu diangkat menjadi Kabag. Keuangan dan Akuntansi, kemudian menjadi Kabag. Pendidikan dan Pelatihan. Menurutnya, CU adalah suatu yang baru di Palangka Raya. Sangat berat mengenalkannya kepada seluruh lapisan masyarakat. "Itulah tantangan, yakni CU membuat kita mampu melakukan sesuatu yang dianggap tidak mungkin pada saat itu namun kita mampu. Menjadikan diri lebih baik dari orang lain itu adalah moral dan manfaat dari CU," tulisnya kepada KR.

Ethos berharap CU adalah dari, oleh, dan untuk anggota maka CU selayaknya menjadi sebuah kekuatan yang sangat luar biasa dalam pemberdayaan ekonomi anggota. Dikuatkan dengan pendidikan dan pelatihan bagi anggota sehingga anggota CU menjadi insa yang kuat dan tahan uji dalam menghadapi kondisi apapun.

Ethos tidak mau menjadi menara gading di CU. Ia sadar bahwa CU adalah alat pemberdayaan. Karena itu ia juga aktif disejumlah lembaga. Yakni ketua sebagai Dewan Daerah Walhi Kalteng, Ketua Divisi Keanggotaan Dekopin Kalteng, Ketua Komisi ekonomi, Koperasi dan UKM KNPI Kalteng, dan Pengurus HIPMI Kalteng.

ditangan Ethos CU Betang Asi terus menanjak. Sejak berdiri 26 Maret 2003 hingga 31 Juli 2011 sudah mempunyai 22.382 orang dengan total aset Rp. 303.224.689.791. Kini CU Besi mempunyai 93 staf, yang tersebar di 15 kantor pelayanan (1 kantor pusat, 6 kantor TP, 8 kantor TPK).

 

EDI V. PETEBANG

SUMBER : KALIMANTAN REVIEW, OKTOBER 2011


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Monday, October 24, 2011
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved