Selamat Datang!

Amu Lanu : Bermula dari Sikap Skeptis

Pada mulanya Amu Lanu A. Lingu skeptis dan tidak percaya pada Credit Union (CU), Ia menganggap CU tidak ada bedanya dengan koperasi yang tidak banyak memberikan sumbangsih positif untuk masyarakat luas.





TETAPI, toh ia mempelajarinya juga. Selama dua tahun ia mempelajari CU dari berbagai literatur. Ia mencermati praktik pengelolaan CU di Kalimantan Barat. Ia menemukan keunikan dalam CU. Roh pergerakan CU berada pada swadaya, solidaritas, dan pendidikan terus-menerus kepada anggota. Ketiga hal tersebut adalah cermin dari filosofi CU itu sendiri yang merupakan dasar moral baagi seluruh komunitas CU.

Setelah terlibat akti di CU, Amu merasakan perubahan dalam dirinya. Pada tahun 2003 ia menulis sebuah artikel pada Optimal, Jurnal Ilmiah Fakultas Ekonomi Universitas Palangka Raya Vol 4 No. 1 ISSN 1411-8106, dengan judul “Menyelami Efektivitas dan Efisiensi Organisasi Credit Union sebagai Alternatif Solusi Pemberdayaan Financial Ekonomi bagi Masyarakat”.

Artikel tersebut tiada lain adalah ekspresi dari Amu yang hendak memberdayakan dunia ekonomi demokratis. Roh dan jiwa ekonomi demokrasi menjadi urat nadi gerakan organisasi CU. “Ekonomi demokrasi CU inilah yang sesungguhnya mendorong perubahan pola pikir saya,” kata Lektor Kepala pada Fakultas Ekonomi Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah ini.

Lebih lanjut, Amu yakin bahwa keterlibatannya dalam CU memberikan dampak positif bagi dirinya. Secara khusus, ia menyoroti paradigma dalam semangat CU. Pengetahuan dan dunia praktik pengelolaan CU yang berakar pada ekonomi demokratis tercermin dalam tiga pilar CU, yaitu pendidikan, swadaya, dan solidaritas. Tiga pilar ini menjadi kerangka dan paradigma untuk “meneropong” dinamika di dalam maupun diluar organisasi CU.

“CU membantu saya lebih arif melihat, mempertimbangkan segala bentuk tindakan, perumusan kebijakan, pembuatan peraturan yang berkaitan dengan sumber daya ekonomi agar lebih adil”.

Modal membangun CU adalah orang yang berkumpul menjadi satu. Dari sana, modal modal manusia terbentuklah modal uang. CU dibangun dengan dasar moral ekonomi, serta menjadi unit kegiatan financial ekonomi masyarakat. “Disinilah fungsi pemberdayaan komonitas CU sangat signifikan untuk membangun hidup sejahtera banyak orang, saling mengangkat, dan membuang sikap saling menindas satu sama lain,” kata Amu.

CU Betang Asi Palangka Raya tidak bisa dilepaskan dari sosok Amu Lanu A. Lingu. Pada 2003 A.R. Mecer berkunjung ke Kalimantan Tangah untuk berlokakarya dan membuat perencanaan strategis pendirian CU. “Pada waktu itu saya terpilih menjadi Ketua Pengurus pertama sampai sekarang pun masih dipercaya untuk priode yang ketiga,” kata doktor ilmu ekonomi dengan spesialisasi pengelolaan CU ini.

Amu merasa optimis bahwa CU akan tetap eksis dan berkembang. Partisifasi aktif dan antusiasme komunitas CU serta para pengelola yang terlibat, seperti penasihat, pengawas, pengurus, dan manajemen menjadi jaminan. Mereka harus senantiasa sehati sepikir dalam CU.

SUMBER : JEJAK, 14 Agustus 2011 halaman 10


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Tuesday, September 6, 2011
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved