Selamat Datang!

Pemugaran Betang Sei Pasah Terkendala Kayu Ulin

PALANGKARAYA--BN: PEMERINTAH Kabupaten Kapuas berencana membuat kawasan Rumah Betang Sei Pasah, di Desa Sei Pasah, Kecamatan Kapuas hilir menjadi objek wisata. Rumah adat yang ada akan dipugar, karena kondisinya sudah sangat tua dan memprihatinkan.


Saat ini, kawasan yang berada di tepi ruas Jalan Trans-Kalimantan itu belum dimanfaatkan secara maksimal. Betang di wilayah ini berupa rumah adat Suku Dayak Ngaju, peninggalan Tumenggung Ambo Jaya-negara, pendiri dan pemimpin daerah ini di masa penjajahan Belanda. Kawasan sekeliling rumah sudah dipagari, tapi pemugaran belum dimulai. Situs ini sudah dikunjungi Bupati Kapuas HM Mawardi dan sejumlah  pejabat terkait beberapa waktu yang lalu.


Wakil keluarga besar Binti-Baboe Tumenggung Ambo, Yusak, 32, mempertanyakan ketegasan pemerintah kabupaten. “Sebagai wali amanat dari leluhur, kami mendesak pemkab segera memugar situs ini.” Saat dikonfirmasi, Bupati Kapuas HM Mawardi mengaku masih berketetapan untuk melakukan pemugaran. Hanya saja, rencana itu terkendala karena tidak ada bahan baku kayu ulin.


Lokasi wisata Rumah Betang Sei Pasah direncanakan berdiri di atas lahan seluas tiga hektare. Objek ini berada di tepi Sungai Kapuas Murung dan Jalan Trans-Kalimantan.
Situs ini sangat cocok menjadi lokasi wisata karena tidak jauh dari Kuala Kapuas, ibu kota Kabupaten Kapuas. Lokasinya mudah dijangkau baik lewat darat maupun sungai. (CS/N-2)


Sumber: http://www.borneonews.co.id


Sumber foto: http://mw2.google.com




Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Friday, July 1, 2011
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved