Selamat Datang!

ETHOS H.L: “Modal Spritual Sangat Penting!”

Setelah kita membaca puisi dari Sepmi dan renungan kitab suci dari Pendeta Rugas Binti, kali ini kami mengajak Anda untuk melihat refleksi berupa sambutan yang disampaikan oleh GM CU Betang Asi Palangka Raya dalam rangka HUT CU Betang Asi ke-8 bulan lalu.

Ethos H. Lidin, SE menyampaikan bahwa, ada beberapa modal untuk membuat CU Betang Asi tetap esksis. Salah satunya adalah modal spiritual. Menurut ethos modal ini sangat penting untuk menjaga komitmen sehingga menjadi orang yang dapat dipercaya di lembaganya.

Berikut salinan kata sambutan yang disampaikan oleh Ethos:

Kita mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, bahwa hari ini 8 tahun CU Betang Asi. Delapan tahun kita menjalaninya tentunya dengan ucapan syukur kepada Tuhan yang maha kuasa, tuhan telah memberkati lembaga ini berjalan diawali dengan ketiadaan seperti yang diungkapkan Pak Mecer pada saat itu, “Jangan kita berpikir apa yang harus ada, tapi mari kita mulai dengan apa yang ada”.

Ini sudah menjadi semangat bagi kita bahwa kita sudah memulai dari apa yang ada sehingga CU Betang Asi dalam 8  tahun perjalanannya sudah cukup dikenal, diakui keberadaannya.

Kita mengucap syukur juga 8 tahun ini kita lalui dengan modal-modal semangat, tentunya yang terukur tidak spekulan, kita membangunnya mulai dengan bisnis plan dan sebagainya sehingga kita menghasilkan suatu lembaga yang luar biasa ini.

Tentunya modal yang berikutnya dengan segala keahlian yang kita miliki, untuk mengelola sebuah lembaga keuangan seperti CU modal semangat tidak cukup, tapi keahlian, ini wajib.

Lalu,  modal berikutnya adalah adalah pengetahuan. Pengetahuan kita tentang teknik CU, pengetahuan kita tentang pesaing, pengetahuan kita tentang lembaga keuangan lain, bagaimana caranya mereka bisa berkembang, dan itu dibangun dari dalam diri.

Modal berikutnya adalah komitmen, 8 tahun bagi kawan-kawan yang sudah mengabdikan dirinya berkomitmen terhadap perkembangan CU ini, baik kawan manajemen, khususnya dan Bapak/ Ibu pengurus yang sudah berkomitmen. Terutama bagi Bapak/ Ibu , bapak-bapak pengawas yang sudah luar biasa selalu mengingatkan kita, artinya prudent manajemen/ manajemen kehati-hatian harus kita lakukan supaya lembaga ini sesuai dengan visinya. Apa yang dikatakan oleh pak Pendeta tadi, visi ini memandu kita untuk terus komitmen dan kuat.

Modal berikutnya adalah integritas, dari pengelola, orang-orang yang layak dipercaya. Untuk kita ketahui bahwa di usia yang ke-8 ini asset CU Betang Asi sudah mencapai 257 M per 28 Pebruari 2011, dengan anggota 19.479 orang.

19 ribu orang mempercayakan uangnya menabungkan uangnya di CU bukan dengan segala kelebihannya  tapi dengan segala kekurangannya untuk menyisihkan uang. Maka, saya harap kawan-kawan manajemen menjaga integritas dirinya sebagai orang yang layak dipercaya untuk mengembangkan lembaga ini. Banyak soal-soal lain yang harus kita hadapi, resiko dan sebagainya tapi itu adalah bagian dari perjalanan lembaga ini. Integritas ini tetap di jaga.

Lalu modal yang berikutnya yang terakhir dan sangat penting adalah spritualitas. Itu seperti yang kita lakukan dan itu menjadi budaya kerja CU Betang Asi. Bahwa di setiap mengawali kegiatan sehari-hari itu harus melakukan doa bersama, itu bagian dari budayanya. Ada nyanyi bersama dulu, satu lagu baru kita berdoa. Spritualiatas itu adalah untuk menjaga komitmen, menjadi orang yang dipercaya lembaganya.

Bapak/ Ibu, rekan-rekan staf yang saya hormati dengan berkembangnya CU ada satu kekuatiran  yang sangat mendalam bagi saya, yaitu begitu lembaga ini berkembang akhirnya lembaga ini menjadi sok membantu dan itu sudah muncul banyak.

Banyak organisasi-organisasi yang dalam melaksanakan kegiatannya meminta sumbangan dan sebagainya kepada kita. Sebenarnya, kita bangun pemberdayaan itu sendiri, kalau kita bantu terus ini akan merusak nilai-nilai swadaya. Jadi setiap hari pasti ada muncul proposal untuk kita, ini menjadi kekuatiran bagi saya. Kita merusak jiwa-jiwa swadaya yang kita buat karena kita sok besar, sok menjadi hebat.

Tapi, itu tidak mengapa, karena memang orang mengajukannya tapi kita pilah-pilah juga kalau itu berguna dan itu tidak banyak kita akan bantu hanya 500 ribu.  Ada orang bilang, aneh juga kok asset cu 200an miliar kok bantunya 500 ribu.  Bukan kemampuan, tapi inilah nilai solidaritas dan swadaya bisa kita bantu 500 ribu. Tapi mudah-mudahan keswadayaan masyarakat Kalteng khususnya tetap terjaga.

Ke depan CU menjadi besar juga ada konflik interest ini juga yang harus kita jaga, tentu  untuk membangun CU ini perlu modal yang saya sebutkan tadi menjadi dasar. Tidak masalah siapa yang menjadi pengurus, siapa yang menjadi general manejer di manajemen karena tadi modal utama, pondasi di samping pengetahuan-pengetahuan lain yang berkembang dan harus kita pelajari.

Hanya itu yang dapat saya sampaikan atas nama manajemen CU Betang Asi kami ucapkan, selamat ulang tahun CU Betang Asi yang ke-8. Diusia yang ke delapan ini ungkapan visi kita yang menjadi terbesar sudah terwujud artinya dari 4 CU yang ada di Kalimantan Tengah bisa menjadi yang terbesar bagi anggota dan asset, 8 tahun kita untuk mewujudkan visi kita, dan 8 tahun kita sudah menjadi CU yang nomor 3 terbesar dari sisi asset di BKCU Kalimantan, ini patut kita syukuri bahwa kita sudah diperhitungkan keberadaaan kita.

Slamat ulang tahun, terus komitmen membangun lembaga ini pada kawan-kawan manajemen semoga Tuhan memberkati usaha dan pekerjaan kita, sekian dan terima kasih.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Monday, April 25, 2011
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved