Selamat Datang!

Simpei Ilon, SH: “Hanya Lewat CU Sementara Ini yang Kita Lihat yang Lebih Produktif Untuk Permodalan”

Sebagai tokoh adat yang dipercaya sebagai Damang, pria berkumis ini dengan senang hati diwawancarai oleh tim web cubetangasi.com, walaupun sempat terlontar mengapa dia yang diminta pendapat.

Bertempat di aula CU Betang Asi pada Minggu sore, 20 Pebruari 2011, Simpei Ilon, SH berbicang dengan tim web cubetangasi.com mengenai pandangannya terhadap pemberdayaan ekonomi untuk masyarakat adat dan pengalamannya sebagai Damang.

Sebagai anggota CU Betang Asi dengan nomor BA. 112.197, Simpei Ilon berdomisili di Kuala Kapuas dan jauh-jauh datang ke Palangka Raya untuk mengikuti pendidikan dasar CU Betang Asi. Berikut petikan wawancaranya:

Apa pandangan Anda terhadap kondisi masyarakat adat sekarang?

Untuk anggota masyarakat adat Dayak di Kalimantan Tengah khususnya kami melihat kesulitan-kesulitan mereka adalah permodalan. Karena itu masyarakat adat yang ada di daerah-daerah jika tidak diberi kesempatan untuk memiliki modal, maka mereka akan tergeser.

Jika dilihat dari sisi perkara, Anda selaku Damang pengalaman apa yang pernah dilakukan dalam memutuskan perkara adat?

Banyak perkara, sampai saat ini saya telah meyelesaikan perkara 64 kasus. Lamanya saya sebagai Damang kurang lebih sudah 2 tahun. Kasus yang terbanyak yaitu kasus asusila dan sengketa tanah, yang menjadi masalah biasanya orang minta tolong kita memutuskan tapi, menurut kehendak mereka, bagi saya itu tidak bisa masuk karena peradilan punya protap sendiri antara lainnya adalah hukum adat.

Di wilayah mana saja itu?

Semua tempat, saya pernah survey. Jadi perlu adanya sosialisasi tentang hak dan kewajiban masyarakat adat itu sendiri terhadap adat. Peradilan adat cukup membantu di daerah-daerah.

Dari sisi pemberdayaan ekonomi masyarakat Dayak bagaimana anda melihat Credit Union Betang Asi saat ini dan ke depan?

Saya melihat CU Betang Asi yang ada di Kalimantan Tengah ini sangat positif sekali dan perlu mendapat dukungan semua pihak agar itu lebih merata baik secara intern maupun secara ekstern. Kita menghimbau pejabat daerah baik itu pejabat tingkat 1 maupun tingkat 2 masing-masing agar bisa mendukung bagaimana suatu sistem perkreditan bisa dibantu seperti CU Betang Asi, karena banyak kelebihan daripada bank-bank.

Menurut anda apa yang harus kita lakukan agar masyarat adat tetap eksis?

Tidak ada lain, kita mesti harus berbuat, bergerak saat ini termasuk kepada pimpinan Dayak saat ini. Kita tinggal melaksanakan program dia (presiden MADN) artinya memberikan permodalan, inilah saatnya. Karena beliau sudah berada pada posisi periode ke 2 dan tahun pertama. Jadi itu harus digenjot dan di kejar.

Himbauan anda untuk masyarakat adat?

Kami berharap pertama, pengurus CU bisa kerjasama kepada tokoh-tokoh masyarakat termasuk damang dan mantir-mantir agar mempromosikan CU ini agar lebih merata sampai dipahami karena, hanya lewat CU untuk sementara ini yang kita lihat yang lebih produktif untuk permodalan.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Wednesday, February 23, 2011
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved