Selamat Datang!

DAYAK MARAH, "DILECEHKAN"


Martabat suku Dayak dilecehkan oleh seorang Professor Universitas Indonesia (UI) Tamrin Amal Tomagola, berawal dari kesaksiannya pada persidangan kasus asusila Ariel Peterpan di Bandung tanggal 30 Desember 2010 yang lalu.

Dalam kesaksiannya, Tamrin mengatakan bahwa kasus Ariel merukan hal yang biasa saja dan dapat dilihat contohnya pada suku Dayak yang biasa bersenggama tanpa ada ikatan perkawinan.

Pernyataan Tamrin terhadap masyarakat Dayak sangat bertolak belakang dengan prilaku dan kehidupan masyarakat Dayak dulu dan sekarang ini.

Masyarakat Dayak dikenal dengan adat istiadat dan budaya yang kuat dan mengakar.  Karena merasa dilecehkan dan dihina martabatnya oleh seorang ilmuwan UI bergelar Profesor, seluruh elemen masyarakat Dayak merasa keberatan dan protes keras terhadap pernyaraan tersebut.  Protes dilakukan tidak hanya oleh masyarakat Dayak di Kalimantan, tetapi oleh masyarakat Dayak yang ada diluar Kalimantan.

Akibat dari stetmen tersebut, masyarakat Dayak khususnya masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah yang tidak terima dan meresa dilecehkan dengan stetmen tersebut melakukan aksi demontrasi untuk menuntut Prof. Tamrin Amal Tomagola datang ke Palangka Raya untuk meminta maaf kepada masyarakat Dayak dan diadili sesuai dengan hukum adat suku Dayak.












Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Monday, January 10, 2011
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved