Selamat Datang!

AR. MECER: “RUU Bertentangan Dengan Prinsip Dari, Untuk dan Oleh Anggota”

Dalam RUU koperasi yang akan dibahas pemerintah bersama DPR-RI tahun 2010, CU benar-benar akan kehilangan indentitasnya. Kelemahan utama RUU koperasi ini adalah menyamakan aturan untuk semua jenis koperasi. Dalam RUU ini koperasi hanya dibedakan menjadi dua, yakni koperasi primer dan sekunder. Dengan begitu, koperasi seakan-akan digolongkan sebagai perusahaan. Apa tanggapan penggagas CU filosofi petani dari Kalimantan, AR. Mecer? Berikut petikan wawancaranya bersama Dominikus Uyub dari KR.

Dalam RUU koperasi yang baru, ada banyak hal yang berbeda dengan prinsip CU, Anda melihat RUU itu sendiri seperti apa?

Bagi saya RUU itu belum bisa. RUU itu bertolak belakang dengan prisnsip CU yaitu:”dari, untuk dan oleh anggota”. Jadi prinsip ini sudah mematahkan RUU tersebut. Termasuk aturan bahwa pengurus bisa bukan dari anggota CU dan itu tidak memenuhi syarat prinsip CU. Lalu, bagi anggota yang berhenti uangnya harus dikembalikan, karena itu bentuknya simpanan. Baik simpanan pokok maupun wajib harus dikembalikan pada yang bersangkutan  karena itu punya dia , ini bukan saham. Mungkin, namun jika saham diartikan sebagai kepemilikan, itu boleh-boleh aja. Tapi kepemilikan juga bukan perorangan, kumpulan orang. Dengan demikian , koperasi jenis Credit Union RUU ini tidak bisa berlaku, sebab dalam CU ada tiga nilai, swadaya, solidaritasa dan pendidikan.

Mengenai SHU berasal ddari transaksi dengan bukan anggota tidak boleh dibagikan pada anggotga dan wajib digunakan untuk mengembangkan koperasi, apa pendapat Anda?

Untuk itu, kita no comment karena CU tidak boleh mendapat dana dari luar bukan anggota. Dengan begitu, hal itu juga tidak terjadi juga pada CU.

Dengan RUU koperasi yang baru ini, apa pendapat anda terhadap CU ke depan?

RUU ini sangat tidak cocok dengan prinsip CU. CU ini dikatakan kopearsi, itu karena dengan dua cara, pertama karena pengembangan CU dengan persaingan kedua dengan mengembangkan kerjasama. Nah kita masuk dalam aliran yang mengembangkan kerjasasama yang kemudian disebut koperasi simpan pinjam dan CU adalah salah satu bagian dari koperasi itu. Mengapa? Karena tidak masuk dalam golongan persaingan, tapi dia lebih mengembangkan nilai utamanya adalah kerjasama.

Dalam peraturan pemerintah Nomor 15 Tahun 2009 tentang pajak penghasilan atas bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota koperasi, orang pribadi disebutkan bahwa penghasilan berupa bunga simpanan sampai dengan Rp 240.000,00 per bulan dikenakan 10% dari jumlah bruto bunga untuk penghasilan berupa bunga simpanan lebih dari Rp 240.000,00 per bulan. Apakah sudah saatnya pajak ini harus diterapkan pada anggota CU?

Untuk memberdayakan, dari untuk dan oleh anggota sendiri, dalam rangka memberdayakan rakyat miskin di Indonesia ini. Ini terlalu awal, berilah kesempatan pemberdayaan pada rakyat miskin jadi pajak itu terlalu dinilah, belum saatnya.

Jika RUU ini dipaksakan harus diterapkan setelah melalui pembahasan di DPR-RI, apa pendapat Anda terhadap nasib CU ke depan?

Ya, CU akan hilang aja. Akan tenggelam, jika dipaksakan, maka tidak ada lagi koeperasi yang berkembang dan akan mati. Perjuangan kita selama ini untuk memberdayakan rakyat miskin di Indonesia tidak dihargai oleh pemreintah. Dengan demikian tidak bisa lagi diharapkan ada upaya untuk mesejahterakan rakyat miskin di Indonesia.

Dengan di buatnya RUU koperasi ini, menurut Anda apa sebenarnya yang diharapkan oleh pemerintah?

Saya tidak paham dengan kebijakan ini, yang jelas mereka mau buat payung hukum, atau sekurang-kurangnya  bisa disebut bahwa pemerintah tidak sungguh-sungguh membangun koperasi itu. Jadi koperasi masih sarana peruangan politik, bukan alat untuk mensejahterakan rakyat. Akhirnya koperasi akan kembali seperti koperasi jaman orde baru dulu, dengan tanda-tanda bahwa pegurusnya boleh dari bukan anggota CU.

Apa yang harus dilakukan oleh pada penggiat CU mengenai RUU ini?

Kita tetap memberi masukan pada pemerintah jika RUU ini dipaksakan, ya… jangan salahkan masyarakat. Nanti kemiskinan akan menjadi merajalela. Bukan dapat mengatasi kemiskinan itu. Kita sudah sepakat melakukan koordinasi untuk memberi masukan pada pemerintah melalui berbagai pihak. Hal ini bisa saja melalui dinas koperasi di propinsi, DPR dan kementerian koperasi dan UKM.

Apa pesan anda pada anggota CU?

Dengan adanya RUU koperasi ini, anggota diharapkan tetap tenang dan mari bersama-sama memperjuangkan kepentingan kita.

Sumber: Majalah Kalimantan Review (KR). Edisi 185/xx/Januari 2011. Halaman 15

Sumber foto: thejakartapost.com


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Thursday, January 13, 2011
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved