Selamat Datang!

PAK GUN: “Patut Menjadi Catatan Penting, Pembinaan Terhadap Kita yang Sudah Menjadi Anggota.”

“Tantangan ke depan adalah bagaimana membuat CU Betang Asi ini menjadi abadi”, itulah salah satu pernyataan yang disampaikan oleh seorang fasilitator pendidikan dasar di CU Betang Asi.

Untuk mencapai hal itu, diperlukan anggota-anggota yang peduli untuk mengkritisi dan menyampaikan apa saja yang perlu dan harus dilakukan agar CU Betang Asi dapat bertahan dan terus berkembang, tentu saja tetap menjunjung tinggi “Handep Hapakat Sewut Batarung”

Salah seorang anggota CU Betang Asi yang sempat ditemui oleh tim web cubetangasi.com, adalah AUG. Subrata, atau lebih sering dipanggil Pak Gun. Bapak yang sudah mempunyai cucu ini bernomor anggota KP. 100.010.

Bertempat di rumahnya yang terletak di jalan Kinibalu, Bukit Hindu, tim web cubetangasi.com berkesempatan untuk berdiskusi dan melakukan wawancara, berikut petikannya:

Menjelang berakhirnya Tahun Buku 2010 di CU Betang Asi, bagaimana Anda menjelaskan pelayanan CU kepada anggota sepanjang tahun ini?

Selama tahun berjalan di 2010 ini pada umumnya ada peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya, terutama dalam hal sarana untuk pelayanan. Artinya untuk melayani para anggota sekarang dengan adanya mesin-mesin hitung uang dan lain-lain lebih cepat dan lebih memudahkan.

Kemudian, kendalanya juga antara lain bahwa di tempat-tempat di mana kantor kita berada, apabila di daerah itu belum ada lembaga keuangan lain seperti bank dan lain-lain kita agak mengalami kendala, tidak banyak tapi cukup resikonya untuk menjaga keselamatan uang, harta milik anggota itu.

Menurut Anda, sepanjang tahun 2010 ini hal-hal apa saja yang patut menjadi catatan penting?

Yang patut menjadi catatan penting, kalau menurut saya pembinaan terhadap kita yang sudah menjadi anggota. Karena, pada awal-awal kita mengetahui bahwa awal masuknya saya berharap perlu uang, saya mau pinjam tapi, setelah kita berada di dalam ternyata pinjam iya, tetapi lebih daripada itu adalah kita membangun capital artinya kita menabung.

Kesadaran-kesadaran yang mulai tumbuh untuk menabung itu kiranya perlu untuk kita bina, kita satukan pendapat, arah tujuan. Bahwa, betul kita pinjam, tetapi betul juga terutama kita harus menabung, lebih dari pada itu adalah, bahwa di dalam kehidupan kita itu perlu rencana. Rencana-rencana itu yang perlu kita susun sepengetahuan saya setelah kita masuk, kita mengalami proses demikian dan berjalan  begitu tanpa arah dan tujuan, khususnya dari masing-masing keluarga terutama mereka yang anggota-anggota baru.

Menurut pendapat anda bagaimana kebijakan-kebijakan pengurus selama ini?

Pada umumnya kebijakan pengurus sudah bagus, secara hitam di atas putih sudah bagus memang di sana sini karena kesibukan para pengurus, pengawas maupun penasehat itu ada beberapa persoalan tidak juga besar, tetapi juga mungkin juga cukup bagi internal untuk secara cepat menanggapinya.

Saya melihat untuk hal-hal demikian, khususnya untuk tahun ini kita agak terhambat, bukan karena kita tidak mampu tetapi, terhambat karena kita punya pekerjaan lain yang harus kita selesaikan.

Kalau dari segi pelayanan oleh manajemen, bagaimana?

Pelayanan manajemen dalam arti, saya melihatnya sebagai pegawai perkembangannya cukup cepat. Walaupun memang ada yang lambat, susah sekali untuk kita bangun, kita ajak untuk bisa mandiri, bisa bekerja, bisa kreatif tapi itu semua bisa tertutupi oleh rekan-rekannya yang memang cekatan untuk hal-hal demikian dan bisa secara emosional meredam kemauan dari rekan-rekan kita yang agak lambat untuk mengajaknya, walaupun lambat tapi bisa.

Namun demikian, ke depan kiranya kita perlu juga memperhatikan pegawai kita ini, khususnya dalam rekrutmen/ penerimaan pegawai kita perlu melihat bahwa yang akan kita terima ini memang betul-betul bisa bekerja.

Sebagai anggota CU aktif, dari berdirinya CU Betang Asi tahun 2003, apa saran-saran anda sehingga ke depan CU Betang Asi semakin maju?

Saran-saran saya adalah, mungkin pembentukan TP baru agak kita turunkan dulu (ditahan) dulu pengembangannya, tetapi lebih pada ujung tombaknya pangkalan-pangkalan  kolektor itu yang sangat perlu. Karena untuk pembangunan TP memang sedikit biayanya tetapi untuk PK-PK memang perlu mengembangkan itu dan lebih daripada itu adalah selain staf untuk PK, juga PK itu memerlukan tangan kanan yaitu para kolektor-kolektor.

Nah, para kolektor-kolektor ini perlu lebih disadarkan bahwa dalam hal ini kita lebih banyak bekerja bukan saja social, tetapi pengorbanan baik persoalan waktu, pengorbanan biaya dan lain-lain. Namun semuanya itu juga ke belakang pasti ada imbalan yang kita terima, besar atau kecil itu relative saya kira, yang penting adalah ketulusan kita mau berkorban dengan sesama, terlebih sesama dengan kawan dalam satu daerah, satu desa, satu kelurahan saya kita itu.

Dengan kata lain usulan kongkrit anda adalah ada semacam jasa yang diberikan kepada Pangkalan Kolektor maupun pengiat-pengiat CU di kampung itu?

Ya, jasa sih perlu, misalnya kita perlu bensin dan lain-lain, tapi itu kan relative. Di samping itu juga kalau itu memang muncul dari kesadaran dari kolektor itu sendiri lebih baguslah.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Monday, December 20, 2010
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved