Selamat Datang!

DIREN R.L, SE: “Saya Pikir Perlunya Penelitian Ulang, Lihat Apa Motivasinya”

Menjelang akhir tahun lembaga keuangan milik rakyat (baca anggota) Credit Union Betang Asi menyiapkan hajatan besar berupa Rapat Anggota Tahunan yang selalu dilaksanakan pada awal tahun.

Pada Tahun Buku 2010 ini, tentu banyak peristiwa dan pengalaman yang di alami oleh pengurus, pengawas, manajemen dan anggota itu sendiri. Sepanjang bulan Januari hingga Desember 2010 anggota mendapatkan  pelayanan keuangan dari CU Betang Asi.

Bagaimana pendapat dan gagasan disampaikan oleh anggota CU menjelang akhir tahun ini?, berikut petikan wawancara tim web cubetangasi.com dengan Diren R.L, SE yang bernomor anggota KP. 101.518 di tempat kerjanya akhir Desember 2010 lalu:

Bagaimana anda memandang  pelayanan CU sepanjang tahun buku 2010 ini kepada anggotanya?

Setelah saya amati sampai sekarang ini memang perkembangannya sangat maju pesat. Pelayanan di CU kan pada awalnya hanya mengakomodir dari umat Kristiani sejak berdirinya, namun sampai sekarang CU terbuka bagi siapa saja, yang pasti asalkan orang itu berdomisili di Kalimantan Tengah.

Saya lihat manfaatnya sangat besar bagi masyarakat setempat khususnya masyarakat Dayak dalam mengatasi dari segi financial. Memang dari awalnya saya terlibat mendirikan itu (CU) dulu, untuk membantu masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah namun sekarang perkembangannya pesat dan kita terbuka kepada siapa saja yang mau bergabung dalam CU itu.

Sepanjang tahun 2010 ini, hal-hal apa saja yang patut menjadi catatan penting?

Saya melihat perkembangan untuk anggota sangat pesat jumlahnya. Dari jumlah kepesertaan (anggota)  itu sangat besar sekali. Perkembangan ke depan saya pikir  untuk CU itu apakah tahun ini juga berlangsung penggantian pengurus bukan hanya pertanggung jawaban RAT  Tahun Buku 2010, saya belum tahu akan hal itu. Apakah itu memang 1 paket sampai sekarang saya belum tahu.

Ke depan untuk kebijakan-kebijakan, saya melihat ada yang tidak diplenokan atau disahkan dalam RAT, seperti contoh-contoh sebelumnya seperti yang saya kritik dalam RAT tahun sebelumnya.

Satu contoh yang kongkrit dulu pada waktu peggantian sistem buku, sempat saya kritik karena apa?.  Semestinya penggantian buku itu di tok dulu atau disyahkan dalam RAT, karena pengambilan keputusan tertinggi dalam suatu organisasi koperasi.  Karena itu berhubungan dengan anggaran/ dana.

Karena dipotong langsung dari dana anggota, hal seperti itu perlu persetujuan sebelum dilaksanakan, kecuali kebijakan itu tidak berhubungan dengan anggaran atau dana anggota atau bisa diambil dari dana operasional yang dialokasikan sekian persen itu bisa. Tapi, kalau berhubungan dengan dana anggota dan dipotong langsung dari anggota perlu di sahkan dalam RAT.

Itu dari segi kebijakan pengurus, dari segi pelayanan yang dilakukan oleh manajemen bagaimana anda melihatnya?

Kalau untuk pelayanan sampai saat ini saya lihat cukup bagus, hanya saja pada waktu tanggal muda, saya melihat sangat padat, antrian yang sangat panjang. Kalau seperti itu saya pikir untuk pelayanan lebih enaknya, tidak tergantung 3 loket. Nah, kalau situasi seperti itu, secara pribadi saya menyarankan pada situasi seperti tanggal-tanggal  muda itu ditambah loketnya, sehingga antrian tidak terlalu lama.

Yang kedua, supaya menunggunya tidak membosankan mungkin tempat duduknya disediakan oleh petugas. Jadi walaupun dia (anggota) menunggu antrinya nyaman. Dalam situasi yang normal 3 kasir boleh saja berjalan.

Sebagai anggota CU yang aktif apa saran-saran anda untuk kemajuan CU ke depan?

Secara mendalam, saya belum tahu persis. Saya hanya melihat dan mengamati saja. Kalau dari dalam saya tidak tahu, karena kita tidak terlibat dalam operasionalnya. Tapi dari pengamatan kita, seperti saya sampaikan tadi, memang sangat bagus dan sangat membantu sekali bagi seluruh anggota, hanya kalau bisa untuk anggota, karena kita dengar juga banyak anggota yang macet.

Karena untuk masyarakat kita di pedalaman saya dengar mereka mau meminjam, tapi pada saat kewajiban mereka dituntut itu kelihatannya banyak yang mandeg, malahan secara otomatis mereka berlahan-lahan mengundurkan diri, berhenti sehingga  meninggalkan tanggung jawab.

Menurut anda, bagaimana mengatasi hal itu?

Saya pikir perlunya penelitian ulang atau ditinjau kembali yang kita ingin lihat apa motivasi mereka pada awalnya. Kalau motivasinya hanya untuk meminjam tanpa dibarengi dengan kewajiban saya rasa itu kurang pas juga.

Jadi perlu teman-teman yang membidangi itu diteliti dulu bagaimana mentalitas yang bersangkutan, bagaimana latar belakang pendidikannya, bagaimana kemampuan menyerap fungsi CU itu sebenarnya sehingga dia betul-betul memahami itu, memang kewajiban CU memberikan pinjaman / bantuan tapi dia yang bersangkutan juga, tanpa dipaksa oleh pihak pengelola sehingga punya kesadaran sendiri untuk memenuhi kewajibannya hal ini perlu ditanam.  Bahkan pada saat mereka mengikuti pendidikan dasar, hal itu perlu penekanan lebih.


Dipublikasikan oleh CU Betang Asi pada hari Wednesday, December 15, 2010
Share this post :

Post a Comment

 
Copyright © 2009 - CU Betang Asi | Berbasis Masyarakat Dayak Yang Terpercaya dan Abadi di Kalimantan Tengah - All Rights Reserved